Disini lah mereka berada, di tenda warung Korea yang menjual macam macam makanan seperti tteokbokki, eomuk, dakbal, dan lain nya.
Mereka kesini karena Taeyong mengeluh lapar, jadi Jennifer mengajak nya ke tempat makan langganan nya disini. Mereka memesan banyak menu karena Jennifer juga ikut lapar ketika melihat makanan-makanan disana.
"Ini tteokbokki? Saus nya kental, enak nih pedes" kata Taeyong tak sadar kalau dia tersenyum lebar.
"Enak kan kak? Aku sering beli disini karena rasa nya yang unik dan beda dari dagangan yang lain. Makanan nya pas di seleraku dan harga nya juga murah, jadi aku langganan terus disini deh" kata Jennifer.
"Jadi tadi ibu ibu nya tuh memang kenal sama lo? Pantesan dia tau nama lo" kata Taeyong tak percaya.
"Iya aku selalu kesini kalau habis pulang dari rumah sakit, terus aku bungkus buat malam malam kalau aku lapar" sahut Jennifer sambil tersenyum.
Mereka mengobrol tentang keluarga mereka masing-masing tanpa sadar mereka sudah mulai mencintai satu sama lain. Jennifer tersenyum dan menatap wajah Taeyong dengan tatapan tulus nya, Taeyong menatap wajah Jennifer dengan dalam.
"Kak, kakak kenapa liatin aku begitu? Wajah aku belepotan ya?" tanya Jennifer kepada Taeyong, sedangkan Taeyong langsung menggeleng tanda tidak setuju.
"Nggak, nggak belepotan kok" jawab Taeyong sambil tersenyum.
"Ih kakak senyum!" kata Jennifer dengan senang dan gembira melihat Taeyong tersenyum lebar kepada nya, jarang-jarang dia bisa liat Taeyong kaya gini.
"Eh? Apasih enggak senyum kok" kata Taeyong masih dengan sikap gengsi nya.
"Dih aku tadi liat kakak senyum ya, jangan bohong! Aku liat depan mata aku persis loh" ujar Jennifer sambil tersenyum bangga.
Taeyong hanya terkekeh pelan melihat tingkah Jennifer yang terkesan lucu bagi nya, agak nya Taeyong mulai tertarik dengan gadis di sebelah nya itu.
Saat ada pria berbadan besar duduk di samping Jennifer dan memepetkan badan nya ke arah Jennifer, Taeyong dengan sigap langsung menarik pinggang Jennifer ke arah nya sehingga tubuh mereka terlihat seperti menempel.
"Lain kali pakai celana panjang kalo mau keluar" kata Taeyong berbisik kepada Jennifer.
"Maaf kak, lupa" sahut Jennifer merasa bersalah kemudian Taeyong mengusap puncak kepala Jennifer dan tersenyum.
"Nggak papa, lain kali jangan gitu ya" ujar Taeyong, Jennifer mengangguk pelan.
"Kak, mau tteokbokki nya lagi.." pinta Jennifer, kemudian Taeyong tertawa. Taeyong pun kembali memesankan makanan untuk Jennifer karena dia juga belum makan apa-apa malam ini, jadi ya sekalian deh makan malam di sana.
Sedari tadi Jennifer terus batuk batuk walaupun suara nya pelan dan di tahan oleh nya, Taeyong tetap mendengar nya. Lama kelamaan Taeyong pun peka dengan keadaan ini, orang di sebelah Jennifer sedang merokok dan tepat berada di samping Jennifer dengan asap yang di hembuskan ke arah mereka.
Taeyong dengan sigap langsung menyuruh Jennifer bertukar tempat duduk kemudian Jennifer mengangguk. Taeyong dia berbicara dengan sopan kepada orang yang merokok untuk tidak menghembuskan asap rokok nya ke arah mereka.
"Pak maaf, asap rokok bapak sedikit mengganggu istri saya. Istri saya sedang hamil tidak baik untuk kesehatan nya dan janin nya" ujar Taeyong sambil tersenyum.
Tiba-tiba orang yang merokok itu membuang rokok nya dan mengangguk merasa bersalah. Orang itu meminta maaf dan setelah nya dia pun pergi ke luar dari tempat makan itu.
"Ih kakak apaan sih kok ngomong nya gitu" kata Jennifer mengomeli Taeyong.
Sedangkan Taeyong hanya tertawa melihat Jennifer yang malu-malu.
KAMU SEDANG MEMBACA
02 : Husband - Lee Taeyong
Fanfiction𝗦𝗘𝗟𝗘𝗦𝗔𝗜. 𝗛𝗨𝗦𝗕𝗔𝗡𝗗 𝗦𝗲𝗿𝗶𝗲𝘀 𝟬𝟮 : 𝗟𝗘𝗘 𝗧𝗔𝗘𝗬𝗢𝗡𝗚 𝗩𝗲𝗿𝘀𝗶𝗼𝗻. Seo Jennifer merupakan adik dari Seo Johnny, perempuan itu bekerja sebagai seorang dokter di rumah sakit terkenal di daerah nya. Suatu saat, Sang ibu meminta...
