Bonchap - 1

83 2 0
                                        

"Jeno Lee! Dengerin Mommy!"

"Maaf mom.." kata Jeno.

"Minta maaf sama abang, kasihan tuh lutut nya berdarah." suruh nya.

"Iya mommy" sahut Jeno dengan lirih dan wajahnya yang seperti ingin menangis.

"Abang.. Nono Minta maaf" kata Jeno kepada sang abang, Mark.

"Iya, abang maafin. Lain kali jangan bandel ya no, kasihan mommy pasti capek" kata Mark.

"Hallo! Daddy pulang"

"Daddy!!" Jeno pun langsung memeluk sang Daddy.

Sang Daddy dan Mommy yang mereka sebut adalah Taeyong dan Jennifer. Sekarang mereka udah punya 2 anak laki-laki dan 1 perempuan.

"Jeno, liat nih Daddy bawa mainan buat Jeno!" seru Taeyong lalu memberikan mainan mobil-mobilan untuk Jeno.

"Ada hadiah juga nih buat abang Mark!" Taeyong juga memberikan mainan robot-robotan untuk Mark.

Mark adalah anak pertama, berusia 6 tahun. Sedangkan Jeno adalah anak kedua, berusia 4 tahun. Dan terakhir adalah Raline, berusia 2 tahun.

"Aline dapat hadiah apa nih?" Jennifer datang sambil membawa Raline yang di gendong nya.

"Daddy bawain Barbie nih buat Aline!" Taeyong pun mengambil Raline/Aline dari gendongan Jennifer dan langsung menciumi wajah sang putri bungsu nya.

"Daddy, nono mau kamal sendili dong" pinta Jeno.

"Loh? Kenapa?" tanya Jennifer lalu memangku Jeno.

"Bosen sama abang teyus(terus)" jawab Jeno lalu di tatap tajam sama Mark.

"Iih! Abang jugak bosen kali sama kamu terus nono" kata Mark.

"Nanti aja kalo Jeno udah besar, sekarang kamar nya berdua dulu sama Abang ya? Jeno kan masih suka takut tidur sendirian kan?" kata Jennifer lembut.

"Tapi bosen sama abang teyus mom" kata Jeno.

"Nanti kalo Jeno udah umur 6 tahun kaya abang baru deh daddy kasih kamar buat Jeno, oke? Asal Jeno jangan takut tidur sendirian" kata Taeyong sambil tersenyum.

"Benel ya, Dad?" tanya Jeno.

"Kalau Daddy ga lupa ya Jen" jawab Taeyong lalu tertawa.

"Hiks, Daddy!" Jeno pun menangis sambil memeluk Jennifer.

"Heh! Kok nangis?" tanya Jennifer kaget.

"Daddy jahat" jawab Jeno.

"Di gituin aja nangis, gimana tidur sendiri nanti? Yang ada 'abang Nono takutt' 'mommy Nono takutt' hahaha" ledek Mark.

"Mark, jangan buat adek nya tambah nangis dong" kata Jennifer memberi nasihat kepada anak sulung nya.

"Hehe, sorry moms" sahut Mark.

"Daddy, Mommy, Mark ke kamar dulu ya" kata Mark lalu pergi menuju ke kamar karena sudah waktu nya dia tidur.

"Nono ga ikut abang?" tanya Taeyong.

"Ga!" jawab Jeno dengan nada ketus.

"Jeno duduk dulu ya? Mama mau nidurin adek kamu dulu" kata Jennifer, tapi Jeno malah ngeratin pelukan nya.

"Yaudah biar Daddy aja" kata Taeyong lalu pergi ke kamar buat nidurin Aline.

"Jeno.. Dengerin Mommy sini" pinta Jennifer.

"Tatap mommy" pinta Jennifer.

Lalu Jeno menatap wajah nya.

"Nanti kalo Jeno udah gede, mommy buatin kamar buat Jeno. Asal Jeno harus jadi laki-laki yang kuat dan enggak cengeng. Nanti mommy buatin kamar yang bagus buat Jeno, oke?" kata Jennifer membujuk Jeno.

"Janji ya?"

"Iyaa janji"

"Yaudah, Nono ke kamal dulu mau bobo. Ngantuk" kata Jeno lalu pergi ke kamar nya.

Sedangkan Jennifer, dia pergi ke kamar nya dan Taeyong. Dia melihat Taeyong sedang nidurin Aline.

"Aline udah tidur?" tanya Jennifer.

"Udah nih, cuma naruh nya bingung" jawab Taeyong sambil terkekeh.

"Siniin" pinta Jennifer.

Lalu Taeyong perlahan memberikan Raline ke gendongan Jennifer. Dan Jennifer pun menaruh nya di box bayi.

"Akhirnya selesai juga.. Capek deh aku" kata Jennifer.

"Sini dong" pinta Taeyong.

Lalu Jennifer pun menghampiri Taeyong dan memeluk nya.

"Kangen" kata Jennifer.

"Sama, aku juga kangen sama kamu" sahut Taeyong.

"I Love You, Lee Jennifer" bisik Taeyong.

"I Love You Too, Lee Taeyong" balas Jennifer.

02 : Husband - Lee TaeyongTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang