Tepat pukul 14, 00 yaitu jam pulang sekolahnya Saras, sedangkan Adwan di dalam kamarnya sedang video call dengan sahabat baiknya yang tak lain adalah SYAKIB ALFAUZAN, dia sedang di Turki untuk menyelesaikan kuliahnya dan dia juga gak sempat datang pas hari pernikahannya mereka...
CEKLENG .....
Suara pintu yang di buka tiba-tiba oleh Saras
"Gue capek tau" ucap saras ngegas sambil merebahkan diri di kasur empuknya
"Kenapa" ucap Adwan singkat
"Gue pulang sekolahnya jalan kaki, lu nya sih gak jemput" ucap saras, memonyongkan bibirnya
"Maaf² kan aku gak tau kamu pulangnya jam berapa" balas Adwan apa kepada istrinya
"Astagfirullah Gus kamu sama perempuan" heboh SYAKIB dari seberang telfon yang membuat pembicaraan dua insan itu terpotong
"aku udah nikah, kalau kamu lupa" balas Adwan dengan sikap dinginnya
"SYAPA TU " potong Saras
"Kawan" balas Adwan aingkat
"Laki-laki apa perempuan" tanya Saras dengen suara toa,
kayaknya Saras sarapan pakek toa deh, untung kamar mereka kedap suara kalau enggak udah pada pindah tetangga mereka gara² suaranya Saras"Laki-laki" balas Adwan yang langsung di balas tatapan tajam oleh Saras, seakan dia tidak percaya
"Kamu gak percaya" tanya Adwan dan nampak sekilas senyum kecil yang merekah di bibirnya
"Terserah lu ah, gue mah gak peduli" sambar Saras sambil memonyongkan bibirnya,
Istri kecilnya adwan memang imut bahkan sangat imut, dengan tubuh mungilnya dan tinggi badan di bawah rata², bayangin aja tingginya Saras hanya sebatas dadanya Adwan."Kamu cemburu" ucap Adwan masih dengan senyumnya
"Njiir.. syapa juga yang cemburu" balas Saras yang lagi² mebuat Adwan terkekeh
"Besok biar aku yang jemput kamu, pukul berapa kamu pulang sekolahnya" ucap Adwan membujuk sang istri
"Pukul 14,00" ucap Saras masih cemberut
"Kamu masih marah" ucap Adwan bertanya
"GAK" balas Saras judes sambil masuk ke kamar mandi
"Ada² aja istri kamu wan" ucap SYAKIB
"Udah dulu ya, assalamualaikum" ucap Adwan sambil memotong panggilan sepihak, bahkan SYAKIB belum sempat menjawab salam dari Adwan
******
Dan tak lama setelah itu Saras pun keluar dari kamar mandi dengan handuk sebatas lutut,
Yap, betapa terkejutnya Saras saat menyadari kalau Adwan masih duduk disofa kamar..."KELUAAR..." Teriak Saras dengan suara cetar membahana yang mampu membuat pecah gendang telinga
Adwan pun keluar sambil tertawa kecil melihat sikap istrinya.
***
Setelah melakukan salat magrib berjamaah yang di imamin oleh Adwan tentunya, mereka pun makan malam...
Kini mereka sedang ada di ruang makan
Hening, tidak ada suara hanya ada suara sendok yang beradu dengan piring sebelum tiba² Adwan membuka pembicaraan"Besok kita ke pesantrenku bentar ya" ucap Adwan
Padahal sejak kecil Adwan tidak pernah berbicara saat makan, walau Adwan tau berbicara saat makan boleh jika perlu, tapi memang udah sikap Adwan yang gak pernah bicara saat makan itulah ADWAN HARYAKA AR RASYID
"Malu ah, pakayan gue kan gak kayak santi² Wati yang ada di pesantren lu" balas Saras
Sekitar lima menit, merekapun sudah selesai makan dan aswan pun mengantarkan Saras ke sekolahnya,
Di perjalanan tidak ada kata yang hening melainkan bising, tentunya Saras dong pelakunya, Saras sibuk menyanyikan lagu potong bebek angsa, sedangkan Adwan hanya bisa pasrah dengan tingkah saras yang kekanak-kanakan.****
{ AKU MINTA MAAF KALU ADA KESALAHAN KATA ATAU KESAMAAN DI CERITA AKU }
VOTE ...

KAMU SEDANG MEMBACA
Jodohku Santri Pilihan Bunda
Teen FictionJadi istri dari seorang santri, Pernikahan anak sma, Cinta setelah menikah.