Noen menatap teman nya yang terbaring lemas dengan kaki di gips demikian juga Dom ia tidak menyangka kalau Lily akan setega itu pada Lucas meskipun bukan adik kandung kan setidak nya cukup membenci saja jangan sampai menyakiti nya, ibu Lucas masuk pelan ia mendekati kedua nya yang sudah menganggap mereka seperti anak sendiri.
"Kalian sudah lama, anak anak?"
"Baru saja tante, Lucas tidur karena tadi pas kami datang ia sedang di periksa oh iya ini tante"
"Ya tuhan nak, tidak sudah repot repot"
Ibu mengambil bingkisan buah dari Dom lalu ia letakkan di meja.
"Apa kata dokter tante?"
Noen menatap wanita yang masih cantik di usianya.
"Ia mengalami gegar otak dan ada retak di pergelangan kaki nya, semuanya terjadi begitu cepat"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Tante... apa benar kak Lily yang melakukan ini?"
Ibu menganggup menjawab Noen ia tidak tahu harus berkata apa.
"Tante tidak menyangka Lily setega itu dan selama ini ia begitu membenci dan iri pada Lucas, tante sudah sebisa mungkin memberi perhatian namun Lucas waktu kecil sering sakit karena itu tante memberi perhatian lebih"
Dom dan Noen memandang Kucas yang sudah terbangun keduany tersenyum.
"Kalian di sini?"
"Ya, kami langsung kemari setelah kami menelpon dan ayah mu yang mengangkat telpon mu dan maaf kami juga mengabari Henrik ia akan kemari setelah kuliah"
Jelas Dom.
"Dasar mulut ember"
"Lah masa kami mau berbohong ia mencari kami saat kau tidak kuliah"
"Siapa itu?"
Tanya ibu kepo karena terdengar sangat menyukai Lucas.
"Itu kakak tingkat atas ibu"
"Pacar kamu ya?"
"Apaan sih bu, kami hanya teman kok"
"Ia yang mengantar kamu pulang hari itu ya?"
"Eh"
Dom dan Noen tersenyum mereka menggoda Noen dan benar saja muncul Henrik dengan buket bunga yang ia serahkan pada Lucas.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Siang tante"
"Siang.... oh jadi ini yang nama nya Henrik, tampan lho"
Henrik hanya tersenyum ibu menggoda Lucas yang wajah nya sudah bersemu merah buru ibu mengajak Dom dan Noen keluar memberi keduanya waktu membuat Lucas kesal.
"Bagaimana keadaan mu Lucas, aku khawatir sekali bagaimana kau bisa jatuh dari tangga?"
"Aku terlalu tidak fokus hingga jatuh, pastinya nyeri dan sakit"
Lucas berbohong ia terkekeh
"Kau ini ceroboh rupanya, aku mencari cari mu kemarin saat kau tidak kuliah"
Henrik membantunya duduk namun suasana canggung saat Pine datang bersama Lily dan tanpa sadar Lucas memegang tangan Henrik apa yang Pine lihat ia tidak suka dan ia cemburu memilih keluar bergabung bersama mertua dan teman Lucas.
"Maafkan aku Lucas"
Lucas diam memalingkan wajah nya ia tidak menyangka tanpa bersalah apa apa kakak nya setega itu dan rasa sakit saat tahu ia hanya anak adopsi ia pendam sendiri namun ia tahu ayah dan ibu menyayangi nya itu sudah cukup untuk nya.
"Henrik, temani aku hari ini"
"Eh ya tentu"
Henrik merasakan suasana canggung di dalam kamar ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dom masuk ia merasa aneh di dalam kamar ini tidak ada yang bicara ia memandang Noen yang ikutan masuk namun ia paham mengapa ini terjadi .
"Lucas... Henrik kami pulang ya, jaga Lucas lho"
Henrik tertawa pelan mengacungkan kedua jari namun Lucas hanya mengangguk keduanya buru buru keluar benar benar nggak enak hingga Lily keluar barulah suasana kamar membaik, Henrik lah yang setia berkunjung hingga berjam jam di rumah sakit dan melayani nya demikian juga Pine ia merasa bersalah ini terjadi karena nya namun ia tidak bicara dengan Henry.
Senang itu yang Lucas rasakan ia akan pulang ayah dan ibu sudah selesai mengemasi barang nya ada pula Henrik, Pine dan Dom serta Noen dan Lily tidak ada yang bicara Lucas memilih satu mobil dengan Henrik, Henrik menggendong Lucas ke mobil ia tidak mau duduk di kursi roda.
"Berat juga"
Ujar Henrik membuat Lucas manyun.
"Ini nih yang bikin berat"
Lucas menunjukkan gips di kaki nya Henrik terkekeh demikian juga yang lain kecuali Pine dan Lily yang mana hubungan mereka udah renggang dan tidak lagi ada yang bicara saling menghindar masih bertahan dengan hubungan yang sudah mulai tidak sehat, Dom dan Noen juga satu mobil di mobil milik Henrik khusus untuk Henrik ia membawa mobil biasa kalau kerumah sakit ia lebih sering menggunakan motor.