Orang orang duduk dan pada sibuk namun kursi Lucas kosong ia tidak ada dimanapun ayah dan ihu nya sudah mencaridi setiap gedung namun nihil mereka hanya bisa maklum dan menghembuskan nafas pelan, Pine tidak melihat Lucas di sepanjahg acara pernikahan Lucas selalu bermain di pelupuk matanya dan ia tahu itu salah namun ia tidak bisa menyangkal nya.
Lucas sedang duduk duduk saja di luar gerbang duduk di bawah pohon menikmati angin yang bertiup serta rokok yang ada di antara jari lentik nya tatapan nya sendu, ia berpikir ia harus menemukan seseorang karena Pine mulai mencuri perhatian nya semua perlakukan Pine membuat nya gelisah dan dar jau tampak seorang wanita menghampiri nya dan membaut Lucas buru buru mencampakkan rokok nya.
"Ibu keliling mencari kamu bersama ayah, ya tuhan Lucas kau merokok?"
"Maaf bu, aku bosan di dalam dan ibu kan tahu aku tidak suka acara acara seperti itu"
"Lucas ini acara pernikahan kakak mu"
Lucas di tarik masuk ke dalam tampak kakak nya sangat bahagia bersama Pine dan Lucas di paksa menikamti semua nya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Aku mana mungkin bahagia dengan pernikahan nya terserah deh kalau orang orang pikir aku jahat, aku tidak peduli dan entah kenapa om Pine baik sekali padaku namun aku kan nggak mungkin mengakrabkan diri dengan nya yang ada kakak ku akan mencincang ku"
Noen dan Dom tertawa mendengar nya namun tawa mereka langsung reda karena wajah Lucas yang tampak kesal.
"Ya ya tertawa sepuasnya aku tidak peduli"
"Mangka nya kau terima saja cinta si Henrik ia kan tergila gila padamu, ia juga tidak jelek ganteng malah kalau aku sih pasti aku terima dengan senang hati"
Sahut Noen membayangkan kalau ia yang di tembak Henrik.
"Aku tidak mencintai nya dan ia juga banyak penggema, aku tidak mau jadi ayam geprek oleh para fans nya dan ia tinggi sekali bisa sakit leher aku pacaran dengan nya"
"Hah panjang umur, itu dia berjalan kemari... kami pergi ya"ya
Ujar Dom dan menarik Noen pergi membuat Lucas panik dan ternyata Henrik sudah di hadapan nya.
"Hai Lucas, selamat ya atas pernikahan kakak mu"
Lucas berdehem Henrik menangkap gelagat tidak baik dari wajah Lucas.
"Lucas, kau sedang ada masalah ya?"
"Tidak, aku baik baik saja"
"Nanti aku antar pulang ya?"
"Ya, nanti aku mungkin keluar lebih cepat aku akan menunggu di parkiran kak"
"Oke deh cantik"
Lucas tersenyum ia berjalan ke kelasnya dan Henrik seperti tidak percaya akhir nya tawaran nya di terima juga. Jam pulang Lucas bersandar dekat mobil Henrik sambil memainkan ponsel nya dan ia membaca pesan ibu nya kalau mereka meminta nya datang saat makan malam karena kakak nya dan Pine akan makan malam di rumah namun Lucas tidak menggubris.
Henrik entah sejak kapan sudah di hadapannya membuat Lucas mendongak menatap nya, Henrik sebenar nya kakak tingkat nya beda kelas.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ayo kita pulang, maaf lama ada tugas tambahan"
"Aku.....mau diantar ke mall saja kak, aku bosan di rumah"
"Kau ada janji dengan teman teman mu?"
"Tidak sih, aku pikirakan jalan jalan saja dan mungkin memonton sendirian"
"Kalau begitu aku ikut dengan mu, aku tidak ada kegiatan hari ini"
"Boleh juga"
Keduanya tersenyum dan Henrik membuka kan pintu mobil untuk nya membuat Lucas tersanjung. Lucas bahagia ia bersenang senang di mall bersama Henrik sampai lupa waktu ini sudah lewat jam makan malam ia sedang makan bersama Henrik dan beberapa panggilan telpon serta pesan ia abaikan sengaja ia pakai mode diam agar tidak terdengar.
"Henrik terima kasih ya sudah menemani ku hari ini, aku tidak menyangka akan semenyenangkan ini hang out bersama, kita harus sering sering seperti ini karena aku lebih sering sendirian kalau jalan jalan"
"Tentu aku akan senang hati menemani mu Lucas namun saat aku tidak sibuk ya, lagipula kenapa teman teman mu tidak menemani mu?"
"Aku tidak mau mengganggu waktu mereka bersama pasangan mereka, bete jadi obat nyamuk"
Henrik tertawa ia menyuapi makanan pada Lucas dan Lucas menyambut nya mata nya membulat.
"Wah ini enak, kakak juga rasa ini"
Lucas menyuapi Henrik dan Henrik manggut manggut.
"Tidak jelek, namun lumayan lah"
Lucas setuju dengan ucapan Henrik dan ia bisa tertawa hari ini.