Jangan lupa vote & komen !!!
Pagi hari nya Shani terbangun terlebih dahulu dari Gracia. Dia mengangkat lengan nya yang terasa kebas karena semalaman tangan nya menjadi bantalan untuk Gracia.
Namun pada saat Shani menggerakan tangan nya tiba tiba saja Gracia membuka mata nya dan kembali menarik Shani kedalam pelukan nya.
"Kamu mau kemana?" Tanya Gracia dengan suara serak.
"Saya mau mandi, ini sudah jam 7 pagi saya juga sudah janji akan pergi main ke rumah nya Feni" Jawab Shani.
"Kalo lu main terus gue sama siapa?" Gracia mencoba mengkode Shani agar Shani mengajak nya untuk pergi ke rumah Feni.
"Eum kamu bisa ikut bunda ke cafe" balas Shani yang tidak mengerti kode dari Gracia.
"Terus nanti di cafe gue ngapain? Masa cuma planga plongo doang kaya orang gak jelas"
"Kamu bisa pergi bersama teman ka-"
"Ihhh nyebelin banget sih gak peka peka! Gue itu mau ikut pergi main sama lu" Kesal Gracia.
"Kenapa tidak bilang langsung kalau kamu ingin ikut? Saya juga tidak akan melarang"
"Gue gengsi"
"Dasar Gracia" Shani terkekeh.
Shani beranjak dari tidur nya, dia pergi ke kamar mandi untuk bersiap siap pergi menuju rumah Feni. Gracia pun sama dia mandi di kamar mandi luar kamar nya agar tidak membuat Shani menunggu lama.
Setelah selesai membersihkan diri Shani keluar dari kamar mandi nya. Dia tidak melihat keberadaan Gracia di kamar nya. Perlahan dia pergi keluar kamar dan terdengar lah suara gemercik air dari kamar mandi.
Tokk tokk tokk
"Gee kamu masih mandi?"
"Lu udah selesai mandi?" Balas Gracia dari dalam kamar mandi.
"Iya saya sudah selesai"
"Kok cepet banget, gue aja baru gosok gigi belum sabunan"
Shani mengeryit heran, Shani saja sudah menghabiskan waktu mandi nya 15 menit, sementara Gracia dia masih menggosok gigi nya. Shani tidak habis pikir bagaimana cara Gracia mandi sampai sampai waktu 15 menit saja dia gunakan hanya untuk menggosok gigi.
"Saya tunggu 30 menit di meja makan kalau kamu belum selesai juga terpaksa saya harus meninggalkan kamu"
"JANGAN TINGGALIN GUE IHHH, INI GUE UDAH SABUNAN KOK" Teriak Gracia.
Shani terkekeh, dia pergi ke dapur untuk sarapan terlebih dahulu, Shani mengambil secarik kertas yang tertempel di kulkas lalu membaca nya.
"Bunda bunda ada ada saja" gumam Shani sambil menahan senyum nya.
Shani duduk di meja makan dan memakan makanan yang sudah tersedia disana.
Cukup lama Shani memakan makanan nya hingga habis tak lama kemudian Gracia datang menghampiri nya dengan kondisi yang lebih segar, bahkan aroma parfum Gracia tercium sangat jelas oleh Shani.
"Sini sarapan dulu"
Gracia duduk di sebelah Shani kemudian membuka mulut nya lebar yang membuat Shani kebingungan.
"Kamu kenapa buka mulut?"
Gracia kesal lagi lagi Shani tidak mengerti kode dari nya. Dengan cepat Gracia menarik paksa tangan Shani yang sedang memegang sendok kemudian memasukan sendok yang berisi makanan itu ke dalam mulut nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bandung setelah hujan
Dla nastolatków"Bandung, adalah tempat dimana kita mencatat kenangan bersama"
