Hari pertama masuk kuliah, ralat pertama masuk kelas maksudnya. Gue sama Liora ada kelas jam 11 pagi sedangkan Budi sama Elza ada kelas jam setengah 12 nya, tapi sekarang jam 11 kurang kita udah di kampus.
"Kemaren emak gue dateng ke kosan."
"Kok gak bilang gue?" Tanya gue ke Budi.
"Gue pikir lu gak mau ketemu."
"Dih yakali Bud."
"Berarti bareng sama mama lu Elz?" Tanya Liora yang ngelirik gue bingung.
Gue langsung ngelirik Budi sama Elza, kok gue gak tau ya.
"Iya, yang kemaren gue telat pulang karna abis makan di luar sama mama gue."
"Sama mamanya Budi juga?" Tanya Liora ngebuat gue sedikit kek ditusuk.
Budi saling pandang sama Elza dan ngelirik gue lagi. Gue cuma senyum sambil gandeng tangan Liora.
"Ayo Ra, kita harus cari kelas." Kata gue narik Liora.
"I--iyaa Ra."
"Aurora." Panggil Budi.
"Duluan ya." Sahut gue sambil jalan cepet narik Liora.
Jujur gue cemburu, ya walaupun gue cuma pacarnya. Gue tau juga si Elza sama Budi deket, secara emak-emak mereka berdua itu temenan.
Gue berenti dan langsung duduk di salah satu bangku di pinggir trotoar kampus.
"Gue gak bermaksud buat nanya kaya gitu Ra." Liora keliatan panik gitu.
"Santai, gapapa. Gue cuma kaget aja kenapa mereka gak bilang kemaren."
"Mungkin mereka gak sempet--"
"Atau emang itu gak terlalu penting, gue yang gak terlalu penting." Potong gue sambil senyum miris.
"Ra, please lu selalu yakinin gue soal hubungan gue sama Blake, jangan ngomong kaya gitu." Lirih Liora nyentuh lengan gue.
"Udah yuk masuk, nanti telat lagian kita belom tau kan ruang kelas kita dimana." Gue ngalihin narik Liora lagi.
***
Setelah satu matkul selesai, pertemuan pertama baru pengenalan matkul dan juga tartib di jam matkul itu aja sih jadi gak pusing-pusing banget, walaupun otak gue masih pusing mikirin Budi sama Elza.
Setelah dipikir-pikir mungkin gue terlalu lebay karna sedikit cemburu sama hal kecil kaya gini.
"Ra." Panggil Budi yang ada di belakang gue, dia jalan nyamperin gue.
"Liora mana?" Tanya Budi.
"Ke kamar mandi." Jawab gue sambil senyum, keknya senyum terpaksa.
"Gue minta maaf ya karna kamaren gak bilang kalo emak gue dateng, gak bilang juga kalo gue sama Elza dan mamanya pergi bareng."
"Iya." Jawab gue.
"Lu boleh marah sama gue, tapi kapan kita mau baikannya?" Tanya Budi.
"Gak tau."
"Sekarang aja ya." Pintaa Bud kek memohon minta beli es sama emaknya.
"Kalo gue gak mau sekarang gimana?" Tanya gue.
"Yaudah gue tungguin." Jawab Budi.
Gak lama Liora dateng ke tengah-tengah kita.
"Sorry ya Bud, bukannya tadi gue mau ngompor-ngomporin kalian."
"Santai Ra, harusnya gue yang makasi karna lu udah buat gue jujur ke Aurora." Jawab Budi pake nada bercanda, ketawa kecil lagi.
Gue lirik-lirikan sama Liora.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aurora // Lanjutan Abang-Abang.
Teen FictionIni lanjutan cerita dari abang-abang cuma lebih condong ke lanjutan aurora setelah lulus SMA, juga kelanjutan hubungan aurora sama budi or maybe aurora sama yang lain? Wkwk *** notes ; - Bahasa sehari-hari ...
