Dia lagi?

279 41 39
                                        

Lagi seru-seru main PS sama Liora, tiba-tiba gedebukan dari luar rumah, btw Elza lagi pergi sama orang tuanya, makanya dia gak ada. Engga tau deh dia sering banget dijenguk dan sering pergi juga sama orang tuanya, sedikit cemburu tapi gapapa gue masih punya 5 abang dan 3 sahabat plus 1 pacar hehe.

"Aurora!!!"

Kita bertiga nengok ke sumber suara yang familiar banget di kuping gue, ternyata bang Zayn dengan highnotenya.

"Aaaaa bang Zayn!" Teriak gue langsung lari dan lempar stick PS ke Liora.

Gue langsung meluk bang Zayn yang berdiri ngasih senyuman paling manisnya.

"Kangen bangettttt!" Teriak gue lompat-lompat dipelukan bang Zayn.

"I miss you too, Ra. Banget." Kata bang Zayn ngusap-ngusap pala gue.

"Hallo sweatheart."

Mata gue mendelik liat bang Liam yang juga dateng, gak cuma bang Liam doang tapi rombongan abang-abang ikut dateng kek mau besan penganten bawa banyak bawaan.

"Bang Liam!" Teriak gue meluk bang Liam.

Hiks.

Air mata gue netes waktu meluk bang Liam, ini gara-gara terlalu kangen sih sama mereka, baru beberapa hari udah kaya ditinggal 18 bulan hehe.

"Kangen kan?" Ledek bang Liam. Gue cuma ngangguk dan ngusap air mata gue.

"Bang Lou." Gue beralih merengek ke bang Louis, aaa kangen diajak balapan. Bener, sekali lagi walaupun baru beberapa hari tapi sekarang terasa kaya 7 tahun di tinggal.

"Gimana pacaran lancar?" Ledek bang Louis, gue cuma senyum-senyum malu.

"Pacaran-pacaran!" Protes bang Harry langsung narik gue ke pelukannya.

"Kangen banget sama bau ketek bang Harry." Ledek gue ngebuat bang Harry malah ngusap kepala gue.

"Niall gak mau peluk gue?" Tanya gue selepas meluk bang Harry.

"Ogah, udah bosen." Lanjut Niall.

"Hallo bang-abang." Sapa Liora senyum dan salaman sama semua abang-abang batagor ini.

"Lah si Ehsan mana?" Tanya bang Harry.

"Ehsan? Fizi adanya." Celetuk Niall keliatan emosi.

"Elza, lambemu Ehsan." Oceh bang Zayn geplak pala bang Harry.

"Enggeh eyang Jen." Jawab bang Harry.

"Elza lagi pergi sama orang tuanya." Jawab gue.

"Oalah." Bang Liam cuma masuk.

"Ayo masuk-masuk, ngapain diluar deh." Kata Niall sambil dorong-dorong badan bang Louis.

"Tau aja yang kecil yang didorong." Celetuk bang Harry pelan.

"Si paling gede." Sahut bang Louis sambil jalan masuk.

"Apanya yang gede?" Tanya bang Zayn.

"Dengkulnya Jen." Jawab bang Liam.

Percakapan macam apa ini.

***

Kita semua diajak makan diluar sama bang Liam. Liora ikut juga pastinya, karna gak mungkin gue ninggalin dia, walaupun tadi dia sempet nolak, kasian anjir nanti dia sendirian di rumah.

"Pesen aja sepuasnya, yang bayar Liam kok." Kata bang Zayn senyum manis ke Liora, ya tau sendiri diantara abang-abang gue yang paling welcome sama temen gue ya cuma bang Zayn sama bang Liam. Apalagi Liora kan temen gue dari SMP.

Aurora // Lanjutan Abang-Abang.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang