Capek

282 40 7
                                        

Heboh berita Budi ngebuat Calvez masuk UGD langsung nyebar ke kampus, apalagi di kalangan maba-maba.

Budi cuma ngeringis kek kuda sambil garuk-garuk kepalanya kek monyet.

"Gimana ya Ra?" Tanya Budi. Kita berenti di depan ruang 122, ruang mata kuliah Budi sedangkan gue masih lanjut ke lantai selanjutnya.

"Gimana apanya? Justru bagus dong. Pacar gue ini terkenal jadi pemberani." Kata gue nepok pundak Budi.

"Kayanya cuma kebetulan aja gak sih." Kata Budi.

"Kebetulan apanya? Calvez emang lemah." Oceh gue.

"Nah karna Calvez lemah makanya dia kalah. Coba kalo lawannya bang Lou, mampus gue."

"Hmm boleh dicoba sih Bud sekali-kali duel sama bang Lou." Cibir gue.

"Lu mau jadi janda? Hah?" Protes Budi sambil nyenggol lengan gue.

"Dih, cowok ganteng masih banyak. Yakali lu mati gue gak berpaling." Ledek gue.

"Si monyet." Budi dorong gue.

"Udah sana masuk njing. Gue juga 10 menit lagi masuk nih." Gue langsung dorong Budi masuk ke ruangan itu walaupun Budi ngoceh-ngoceh gak jelas.

Gue ketawa kecil dan lanjut nyari lift buat ke lantai selanjutnya. Sudi banget gue naik tangga, capek.

Sampainya di kelas ternyata udah ada Liora disana, ya iyalah kan sebelumnya udah gue suruh dia duluan.

"Pacaran mulu."

"Yaelah Ra, baru kemaren juga lu pacaran."

Gue duduk tepat sebelah Liora, sepengertian itu dia nyisahin bangku buat gue. Lop yu Ra.

"Gimana kabar Calvez?" Bisik Liora.

"Kenapa bisik-bisik sih." Protes gue.

Liora narik bahu gue.

"Calvez punya peran penting di kampus ini, gue takut Budi kenapa-kenapa." Bisik Liora.

"Siapa dia? Anak rektor?" Tanya gue.

"Gue juga gak tau, tapi yang selalu berurusan sama dia bakal mati. Lu tau dia punya mantan yang bunuh diri, gosipnya gara-gara disiksa sama Calvez." Bisik Liora makin pelan suaranya makin serem kedengerannya.

"Nih fotonya."

Liora nunjukin postingan instagram Calvez, setengah muka cewek bahkan gak ada setengahnya anj, cuma seperempat orang yang keliatan cuma bibir doang. Bangsul Liora.

"Masa kalo dia yang bunuh dia yang posting sih blok." Lirih gue sambil ngasih handphone ke Liora lagi.

"Ih lu mah bego, ya biar orang gak curiga. Pinternya dia bilang itu pure bunuh diri. Manipulative banget." Bisik Liora.

"Selamat pagi!"

"Pagi pak."

Liora balik ke posisi awal karna dosen udah masuk ke kelas.

Masa sih Calvez punya skandal kaya gitu kampus gak ngeluarin dia?

***

"Aurora Stylikhoran Payne Linson!"

Siapa sih anjir manggil nama gue selengkap itu, ternyata rada aneh kalo dipanggil kek gitu.

"Just Aurora eSPieL." Jawab gue ke temen kelas yang ternyata ngejar gue.

"Lo pacarnya Budi?" Tanya dia. Kalo gak salah namanya Jasmine.

"Iya, kenapa?"

"Hebat banget pacar lo."

Aurora // Lanjutan Abang-Abang.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang