Chapter 13

591 42 7
                                        

👻Happy Reading👻


"Ada apa denganmu?? Kenapa bajumu penuh darah seperti ini?!" Seorang lelaki bertubuh mungil yang sedari tadi menunggu kedatangan kekasihnya tampak terkejut, melihat sang kekasih yang pulang dalam keadaan berlumuran darah. Meskipun dirinya tahu jika darah tersebut bukan milik kekasihnya, karena aroma darah itu berbeda. Namun dirinya tetap khawatir karena darah yang tersebut cukup banyak memenuhi baju sang kekasih. Dapat ia tebak jika pemilik darah terluka parah.

"Apa terjadi sesuatu?"

Sang kekasih hanya diam, memandang lekat wajah kekasih mungilnya. Tanpa memberikan jawaban dirinya merengkuh tubuh kecil itu. "Maaf," gumamnya lirih.

Lelaki mungil itu melonggarkan pelukannya, memegang kedua sisi wajah sang kekasih sambil menatap kedua bola mata yang menatapnya dengan tatapan sendu. 

"Apa terjadi sesuatu, hmm? Mengapa kau meminta maaf? Apakah kau terluka? Lebih baik kita obati lukamu terlebih dahulu." Lelaki mungil itu pun hendak berlalu untuk mengambil kotak p3k.

"Maafkan aku." Lelaki mungil kembali menoleh ke arah kekasihnya saat kata maaf itu kembali dilontarkan oleh yang lebih besar. Menatap mata sekelam malam itu dengan pandangan bertanya. 'Sebenarnya apa yang terjadi padamu? Mengapa kau terus mengucapkan maaf padaku?'

"Aku akan ambilkan handuk terlebih dahulu, setelah itu kau jelaskan apa yang sebenarnya terjadi." Lelaki mungil itu pun berlalu meninggalkan sang kekasih yang masih berdiam diri menatap kepergiannya.

Dengan membawa sebaskom air bersih dan sebuah handuk di pundaknya. Lelaki mungil tersebut menyuruh sang kekasih untuk duduk di sofa.

Sambil membersihkan bekas bercak darah yang berada di sekitar wajah, leher, tangan sang kekasih, lelaki mungil itu pun bertanya. "Ada apa sebenarnya denganmu, hmm? Tolong jelaskan, aku tidak mengerti mengapa sejak tadi kau terus meminta maaf padaku?! Apa kau melakukan kesalahan di luar sana?!" 

Bukannya menjawab pertanyaannya, kekasihnya itu justru hanya diam menatap dirinya, membuat lelaki mungil tersebut berdecak kesal.

"Apa kau akan diam saja?! Baiklah, jika kau tidak ingin berbicara." Lelaki mungil itu pun hendak berdiri meninggalkan sang kekasih. Namun pergelangan tangannya ditahan.

"Maafkan aku tidak bisa menjaganya."

Seketika raut wajah yang lebih kecil berubah, "A-apa maksudmu?"

"Maaf, Taeyong diserang dan terluka cukup parah."

"K-kau bercanda, bukan?! Sebenarnya apa yang terjadi? Siapa yang menyerang Tuan Muda? Apakah mereka sudah mengetahui siapa Tuan Muda yang sebenarnya?" Lelaki mungil itu tampak begitu panik begitu mendengar kabar yang dibawa oleh kekasihnya itu.

"Hey! Tenanglah dulu. Aku rasa mereka belum mengetahui tentang siapa Taeyong sebenarnya."

"Lalu kenapa bisa Tuan Muda diserang?! Bukankah selama ini kita berhasil menyembuyikan keberadaan Tuan Muda?"

Lelaki yang lebih besar menghela nafasnya sejenak. "Aku belum mengetahui secara pasti, tapi alasan Taeyong diserang karena Taeyong mempunyai hubungan dengan Jaehyun. Kau pun tahukan kalau beberapa waktu yang lalu kastil kerajaan Selatan diserang. Aku menduga jika mereka mencari kelemahan Jaehyun dengan menyerang orang terdekatnya. Apalagi mereka mengetahui jika Taeyong hanyalah manusia biasa, yang pasti akan lebih mudah untuk disakiti. Maka dari itu mereka menargetkan Taeyong untuk melemahkan Jaehyun. Tapi sepertinya Jaehyun telah memprediksi semuanya, maka dari itu Taeyong dapat diselamatkan meskipun harus terluka. Untuk sekarang Taeyong baik-baik saja, dia berada di kediaman Jaehyun."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 19, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Looking For UTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang