Chapter 6

582 64 2
                                        

Review jujur... Cerita ini membosankan kah?

Kayaknya sih iya, hahaha

Tapi gak papa deh, udah kepalang basah juga  🤭

So Hope U Still Enjoy it...





Jaehyun berhasil menghindar dari serangan Kahoon. Namun dengan cepat Kahoon membalik badan dan mengambil kedua lengan Jaehyun, memutarnya hingga kedua tangan Jaehyun berada di belakang tubuhnya, dicengkram sangat kuat. Kahoon mengeluarkan kekuatannya hingga lengan Jaehyun mulai terbakar. Jaehyun merasakan perih dan panas pada lengannya. Lelaki Jung tersebut membenturkan kepalanya ke belakang hingga tepat mengenai kepala Kahoon, membuat cengkeraman pria itu terlepas. Dengan cepat Jaehyun membalik badannya dan menendang Kahoon tepat di dadanya. Kahoon jatuh tersungkur.

Jaehyun melihat tangannya yang sudah memerah akibat terbakar oleh Kahoon. Tangannya saat ini terasa sulit untuk digerakkan.

Kahoon tertawa keras karena tahu, jika lelaki bermarga Jung tersebut kesulitan menggerakkan tangannya, akibat luka bakar yang ia berikan.

"Apa hanya segini kekuatanmu," Kahoon tertawa mengejek, "Tidak sia-sia aku menghabisi kekasihmu itu. Kekuatanmu tak bisa dibandingkan dengan kekuatanku saat ini. Lihatlah, sebentar lagi kau akan mati dan kerajaan mu ini akan hancur ditanganku." Ucap Kahoon dengan tawa keras dan suara yang sangat lantang.

Jaehyun justru menyeringai.

"Dalam mimpimu, sialan." Dengan kecepatan angin Jaehyun berlari ke arah Kahoon dan melompat mengarahkan tinjunya dan tepat mengenai wajah Kahoon, mengabaikan rasa perih dan panas yang ia rasakan pada tangannya.

Kahoon menahan serangan Jaehyun namun serangan Jaehyun terlalu kuat hingga ia terpental cukup jauh. Ia terbatuk, darah segar keluar dari mulutnya.

Jaehyun tidak membuang kesempatan, ia dengan cepat berlari mendekati Kahoon, menginjak dada pria tersebut, menekannya kuat hingga membuat pria itu tersedak, mulutnya mengeluarkan darah. Tubuhnya terasa beku, karena Jaehyun tak hanya menginjaknya, tetapi juga menyalurkan rasa dingin. Hampir saja kerja Jantungnya berhenti, Kahoon menahan kaki Jaehyun, dengan sisa tenaganya ia menancapkan kuku panjangnya ke kaki lelaki bermarga Jung tersebut. Membuat Jaehyun menendang Kahoon, kesempatan itu diambilnya untuk melakukan teleportasi agar bisa menghilang dari sana.

Jaehyun geram karena tak berhasil menghabisi pria itu. Dia beralih ke pasukan Kahoon yang tersisa, masih membeku ditempatnya. Lelaki Jung itu menghampiri beberapa Vampire yang tersisa dan mencabut jantung mereka satu persatu dan menghacurkannya.

Jaejoong berdiri dengan pelan meletakkan kepala Yunho. Ia harus memeriksa keadaan sang putra sulung terlebih dahulu. Ia sudah memastikan jika Yunho telah baik-baik saja.

"Jae, sini ibu obati lukamu." Ujar Jaejoong. Jaehyun terduduk, meringis kala panas pada tangannya ia rasakan. Luka bakar yang diberikan Kahoon cukup sulit disembuhkan dengan kemampuannya sendiri. 

Jaehyun menyodorkan tangannya pada Jaejoong. "Ayah bagaimana, ibu?" tanya Jaehyun pada ibunya yang tengah berusaha menyembuhkan luka bakar ditangannya. Jaejoong menoleh sebentar ke arah Yunho, dan tersenyum sendu.

"Ayah tak apa-apa, Jae. Namun lukanya cukup serius, jadi butuh waktu untuk sembuh." Lirih Jaejoong. "Untuk sementara waktu, ayah tak bisa menggerakkan tubuhnya."

Looking For UTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang