3.Cakra

84 7 4
                                        

10 menit perjalanan mereka tempuh, akhirnya kini mereka telah sampai di gang rayon. Disana sudah ada Cakra dan 70 pasukannya.

Gala keluar dari mobil, dan berdiri di barisan paling depan.
Asha tetap diam di dalam mobil sesuai intruksi Gala. Ana yang ditugaskan Gala untuk menjaga Asha berdiri tidak jauh dari mobil yang Asha tempati.

Gala hanya membawa sekitar 60 pasukannya, karena banyak dari pasukannya berasal dari luar kota. Gala hanya membawa 60 orang karena dia yakin Red Devil hanya mempunyai sedikit pasukan yang pastinya kalah telak dengan pasukannya. Dia tidak mau jika Red Devil menjadikan alasan kemenangan Dragon karena jumlah pasukan yang lebih banyak, jadi, karena itu Gala hanya membawa sedikit pasukan.

Gala berdiri berhadapan dengan Cakra, jarak mereka sekitar 5 meter dari tempat masing-masing.
Mereka saling melemparkan tatapan kebencian antara satu sama lain, tidak ingin buang-buang waktu, Gala pun memberi aba-aba pada pasukannya untuk menyerang.
Bunyi pukulan terdengar di mana-mana. Di gang yang sepi itu kedua geng besar saling beradu. Jalanan itu memang jarang dilewati orang-orang karena disitu jauh dari permukiman warga, gang itu hanyalah gang yang dilewati jika tiba-tiba ada kemacetan di Kota Jakarta, dan jalanan sebrangan lain juga sudah penuh.

Ana yang tadinya masih fokus memperhatikan mobil yang di tempati Asha sambil sesekali melawan musuhnya kini mulai terkecoh, karena kini dia melawan tiga orang sekaligus. Untung saja kini dia dibantu oleh Yaksa untuk menumbangkan 3 orang bertubuh gempal itu, namun, siapa sangka tiba-tiba banyak orang yang bermunculan ke arah mereka.

Gala kini berhadapan dengan Cakra. Gala menatap Cakra santai, seolah yang di hadapannya saat ini bukanlah seorang musuh, berbeda dengan Cakra yang menatapnya dengan tatapan penuh kebencian.

'Bugh'

Cakra tidak bisa menahan amarahnya, ketika berhadapan dengan Gala. Satu bogem mentah melayang di pipi kiri Gala.

Gala mengusap sudut bibirnya yang sedikit berdarah karena ulah Cakra.

"Santay Bro. " Ucap Gala.

'Bugh'

'Bugh'

'Bugh'

Gala melayangkan tiga pukulan beruntun di perut Cakra membuat cowok itu mengaduh.
Gala hampir saja melayangkan satu pukulan lagi, namun, tangannya ditahan seseorang.

Akasa Wardana, wakil ketua Red Devil. Dia yang menangkis pukulan Gala untuk Cakra.

"Punya masalah hidup apa lo, sama gue?!." Tanya Gala tidak santai.

Akasa hanya mengedikan bahunya. Hampir saja dia melayangkan satu pukulan di rahang Gala, untung saja Gala dengan gesit menangkis nya.

Tanpa disadari ada satu pukulan lain yang tepat mengenai perut Gala, dan Cakra lah pelakunya.

"Bangsad." Umpat Gala.
Bagaimana bisa Cakra menggunakan cara sekotor ini, satu orang dilawan dia orang sekaligus.

"Tunjukin kalau lo emang pantes disebut suhunya para ketua." Ucap Cakra memancing emosi Gala.

Gala sudah bersiap untuk menyerang Cakra, tetapi, tiba-tiba ada yang mengunci pergerakan tubuhnya dari belakang.

Red Devil untuk pertama kalinya bermain curang, sebenarnya dia tidak hanya membawa tujuh puluh pasukan, tetapi kini pasukannya berjumlah sekitar seratus orang dan dua puluh diantaranya adalah preman-preman jalanan yang bertubuh gempal dari luar Kota Jakarta.

Gala di pegangi oleh dua orang preman bertubuh besar disisi kanan dan kirinya, sedangkan Cakra dan Akasa bersiap melakukan aksinya, mereka menyusun rencananya dengan sangat rapi. Semua anggotanya disuruh mengecoh anggota musuh agar tidak ada yang sadar jika ketua mereka telah dikepung.

Cakra kini memukuli Gala seperti orang kesetanan. Dia terlihat seperti sangat membenci Gala. Akasa hanya berdiri dibelakang Cakra dan melihat wajah kesakitan Gala. Namun, siapa sangka saat Gala sudah mulai lemah seorang gadis cantik tiba-tiba datang dan mengalihkan perhatian semua orang.

Asha yang tadi hanya berdiam diri didalam mobil dan melihat keadaan mencekam disekitarnya, tanpa sengaja pandangan matanya menemukan sosok kakaknya yang sedang dihajar habis-habisan. Tanpa berpikir panjang dia berlari keluar mobil dan membelah kerumunan, tanpa memperdulikan rasa takutnya.

Semua orang yang berada disana tanpa aba-aba beraamaan menghentikan aktivitas mereka, melihat Asha yang berlari menuju seorang pria yang di pegangi dua orang laki-laki bertubuh besar dan kekar.

"Asha." Teriak Ana, Vian, Patih dan Yaksa bersamaan. Sedangkan Alfa, dia hanya membeku ditempat. Mereka sama-sama tercengang dengan kehadiran Asha di tengah-tengah pertempuran, dan lebih kagetnya lagi, melihat Gala yang sudah dalam keadaan tidak baik-baik saja.

"Abang." Teriak Adha sambil menangis histeris.
Sesuai arahan Cakra, dua preman tadi melepaskan Gala dan membiarkan Gala tumbang diatas tanah.

Asha memindahkan kepala kakaknya ke pangkuannya dan menepuk pelan pipi Gala.

"Abang ga kenapa-napa, kan? " Tanya Asha yang masih sesenggukan.

Gala hanya menggeleng lemah, tangannya terulur untuk menghapus aliran air mata di pipi mulus adiknya.

Pandangan Asha mengarah kepada teman-teman Gala.
"Kak Yaksa, tolong bawa Abang ke rumah sakit. " Pinta Asha pelan, dia masih terus menangis. Kini ada Ana di sampingnya yang mencoba menenangkan nya.

" Selesaiin dulu Sa, gue 'uhuk' gapapa." Ucap Gala terbata-bata.

"Nggak Gal, lo harus cepet dibawa ke rumah sakit. " Tolak Yaksa, tidak setuju dengan permintaan Gala.

"Tapi-

" Kita yang selesaiin." Potong Alfa cepat.

Gala mengangguk sambil tersenyum.
Yaksa dan Patih memapah Gala sampai ke mobil, sedangkan yang lainnya bersiap melanjutkan pertarungan.

'Plak'

Suara tamparan yang Asha berikan kepada Cakra membuat semua orang disana speechless, siapa sangka gadis pendiam seperti Asha berani menampar ketua Red Devil.

"Lo jahat!." Ucap Asha kepada Cakra, Dia lalu berbalik menyusul Gala, Yaksa dan Patih.

Satu tangan Cakra terangkat memberi aba-aba kepada pasukannya agar tidak kembali menyerang.

"Bubar." Perintah Cakra, membuat teman-temannya berdecak kecewa, tetapi, mereka tetap melakukan perintah Cakra.

"Huuu.. " Sorakan demi sorakan Dragon ucapkan untuk Red Devil, karena setiap kali mereka menantang pasti ujung-ujungnya mereka sendiri yang kalah, apalagi saat ini mereka menggunakan cara curang.

Cakra tidak peduli dengan semua itu, saat ini yang berada di pikirannya hanya tentang Asha. Tatapan luka dan kecewa dari mata Asha tadi yang berhasil membuat Cakra ingin marah pada dirinya sendiri. Untuk pertama kalinya, pada hari ini Cakra melihat tatapan penuh luka dari gadis yang selama ini dia cintai.

Iya, seorang Cakrawala. Ketua gang terkenal bernama Red Devil mencintai adik dari ketua gang Dragon, musuhnya.

Cakrawala mencintai Asha, tetapi Gala yang merupakan kakak kandung Varesha adalah musuhnya.







🐽🐽🐽🐽🐽🐽🐽🐽🐽
Beri emoticon hidung babi dulu ya bestiii

Minta tolong ya kalau ada typo, bantu koreksi. Langsung dikomen aja, biar langsung bisa saya revisi🐽

Bahagia banget rasanya bisa selesaiin satu part ini, meskipun pendek dan super gaje.
Maaf ya bestiii, aku lama ga update.

Segitu aja dulu yaa.. Vote dan Comment kalian semangatku🐽❤️

ATMAJA (On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang