Chapter 13

1.2K 84 4
                                        

    Megumi menutup pintu kamarnya, sedangkan Y/n langsung duduk di kasur.

"Ibu dan ayahku mau rujuk" kata Megumi.

Y/n terkejut dan memandang Y/n tidak percaya. "Bercandamu gak lucu Gum, kan kau tau sendiri yang akan jadi mama mu itu aku"

"Aku gak bercanda, jadi stop lakuin hal-hal aneh yang sering kau lakukan ke ayahku", Megumi.

"Awalnya kukira kau bercanda, tapi ternyata.."

Y/n tertawa, "Kau pasti ngeprank aku kan? Gak mempan Gum", Y/n melihat sekitar, "Pasti ada kamera disini"

"Aku lagi gak bercanda atau ngeprank kamu, jadi tolong.. lupain ayahku", kata Megumi.

Y/n tersenyum tidak percaya, "Gak gak gak.. ini pasti bercanda.. aku itu cinta sama Om Toji, kamu gak bakalan ngerti, aku mau ke bawah sekarang "

Saat Y/n hendak beranjak, Megumi mendorongnya hingga dia tertidur di kasur. Y/n seperti merasakan sedikit deja vu saat Megumi menindihnya.

"Apaan sih Gum, minggir gak? Aku mau kebawah dan ngomong sama ibu mu kalau aku itu-

"Kau hanya akan merasakan sakit hati jika kesana", Megumi.

"Sakit hati? Sakit hati karena apa? Udahlah minggir.. "

"Enggak"

Y/n berdecak kesal. "Oke fine!! Aku gak akan kesana.. Aku bakal ngelupain bapakmu itu, sekarang lepasin aku"

Megumi terdiam.

"Lepasin!!!"

Akhirnya Megumi melepaskan Y/n. Dia kembali duduk dan merapikan baju dan rambutnya. Dia hanya heran, kenapa Megumi terlalu mudah untuk dikibulin..

Padahal Megumi baru aja sedikit mengalihkan pandangannya, Y/n menendang selangkangan Megumi hingga membuat dia berteriak kesakitan dan ambruk.

"WOY ANJING!!!! SAKIT BEGO!!!"

"Easy.." kata Y/n lalu mengibas rambutnya dan berjalan keluar kamar Megumi.

"Y/N!!!!!!"

.
.
.
.
.
.

Bapak Mu Semangat KuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang