25. Gosip Terbaru

905 104 3
                                        


"Jadi, ... sejak kapan kamu melakukan penggelapan dana? Brillian memberikan pandangan merendahkan pada sosok yang berdiri di depannya. Brillian menyandarkan punggung. Lantas menelengkan kepala dengan tangan menyangga pelipis.

Sosok pria setengah baya itu menunduk. Menautkan jemarinya, tidak berani mengangkat kepala. Brillian terlalu menghujaminya tatapan tajam. Pria bernama Andre itu melirik takut-takut Brillian lewat kelopak mata sebelum akhirnya ia menunduk sedalam mungkin.

"Saya minta maaf, Pak. Saya terpaksa. Saya harus membiayai pengobatan istri saya dan itu butuh biaya besar. Makanya say–"

"Apa saya tanya alasan kamu melakukan penggelapan?Menyela dingin, Brillian melayangkan tataan intimidasi. Andre bungkam. Brillian menyilangkan kakinya, menumpukan siku di atas lutut, menopang dagu. "Yang saya tanyakan sejak kapan kamu melakukan penggelapan. Apa itu butuh jawaban panjang lebar?"

"Saya minta maaf, Pak. Saya bener-bener gak bermaksud melakukan penggelapan. Saya–"

"Out."

Andre mengangkat pandangan spontan. Membelalak terdiam. Brillian tersenyum menggerakkan dagu ke arah pintu keluar.

"Pak, saya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Jadi tolong–"

"Keluar. Keluar dari perusahaan ini. Kami sama sekali tidak sudi bekerja dengan para tikus kotor yang tidak tahu diri seperti kalian." Brillian lantas beranjak dari kursinya. Membenarkan jasnya sebentar sebelum akhirnya memilih berlalu, meninggalkan Andre dalam ruangannya.

Di luar Aleesha menempelkan telinganya ke pintu. Menguping. Aleesha penasaran parah ketika Brillian marah-marah beberapa jam lalu. Aleesha baru tahu ada penggelapan dana yang dilakukan salah satu kepala direktur di divisi. Darren dan Geo sempat menyelidiki sebelumnya. Makanya saat ini Andre ketahuan.

Tengah enak-enak menguping, tiba-tiba pintu terbuka. Aleesha nyaris tersungkur andai kepalanya tidak menubruk dada seseorang. Cewek itu tersentak. Mendongak, mendapati Brillian melemlar tatapan datar padanya membuat Aleesha meneguk ludah. Dia nyengir. Segera menegakkan diri, dan mundur beberapa langkah.

"Bapak udah selesai ngintrogasinya?"

"Hm. Kamu ikut saya. Saya ada makan siang dengan CEO Jang Group." Brillian menarik satu tangannya keluar dari saku celana. Melihat ke arah jam di lergelangan, ia menghela napas berat. Aleesha memperhatikan gerak-gerik Brillian. Cowok itu kentara agak tertekan.

"Bapak baik-baik aja?"

"Memangnya apa yang kamu harapkan?" Brillian melangkah pergi, diikuti Aleesha berusaha mengimbangi kaki-kaki besar berjalan itu.

"Ya, saya berharap Bapak baiklah. Masa saya doain Bapak sakit." Aleesha mencebik. Brillian pasti kembali berpikir burik tentang Aleesha. Cowok ini tidak bisakah berhenti memikirkan hal buruk tentang Aleesha?

"Punggung Bapak gimana?" tanya Aleesha.

Brillian melirik sekilas cewek di sampingnya. Mereka memasuki lift. Aleesha berdiri agak membelakang. Membiarkan Brillian berada paling depan. "Punggung saya baik-baik aja. Kamu gak perlu terlalu khawatir."

"Gimana saya gak khawatir? Bapak nyelamati saya sampe punggung Bapak jadi korbannya. Saya jadi ngerasa bersalah sama Bapak."

Berdeham sekali, Brillian menjawab, "Gak perlu ngerasa gak enak. Itu cuma spontanitas aja."

Begitu lift terbuka, Brillian langsung keluar. Berjalan melewati lobi bawah dengan langkah cepat. Sedang Aleesha mengikutinya di belakang. Aleesha mengernyitkan dahi ketika telinganya menangkap para penggosip mulai berkicau samar-samar. Aleesha melirik ke salah satu dua wanita yang berdiri dekat meja resepsionis.

GIRL IN SUIT Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang