Terjaga.
Aleesha tidak bisa memejamkan mata. Pikirnya melayang, hinggap pada rancangan proyek kerja sama antara Langitra Corp dan Jang Group. Ia terlentang di atas kasur, mengepalkan tangan di atas perut. Maniknya menyorot langit-langit kamar tanpa kerjap.
Apa yang Aleesha tunggu?
Rancangan itu ... Aleesha harus segera menghancurkannya. Aleesha harua segera melenyapkan rencana yang telah Brillian mati-matian susun dengan Regantara. Keandra pasti menunggunya. Keandra pasti tengah menanti kehancuran perusahan Langitra.
Tapi, kenapa?
Kenapa Aleesha masih terus bimbang? Kenapa semakin menunda, Aleesha semakin penuh keraguan?
Cewek itu memejamkan mata. Menghela napas berat lewat mulutnya, seakan ada beban yang menumpu berat di kedua bahunya. Aleesha ingin segera mengakhiri semua ini. Penyamarannya. Kepura-puraan yang memuakkan ini. Aleesha ingin segera berhenti. Namun, di sisi lain ia juga tidak ingin kembali ditinggal sendiri.
Sendirian. Di negeri orang lain. Mungkin jika Aleesha mati di sana, tidak akan ada yang tahu.
"Gue harus gimana? Gue makin ragu buat ngehancurin perusahaan Brillian. Tapi, gue gak mau ke Australia lagi."
***
Hallo, Girl in Suit bentar lagi bakal ngadain PO di bulan Mei, lho. Silahkan nanti bisa ikut PO karena ada 3 extra chapter tambahan. Pantengin terus IG Lotis Publisher atau IG saya urdark.shadow. Saya juga bakal update informasi lebih lanjut di sini.
Makasih banyak buat yang udah baca Girl in Suit sampai sejauh ini. See you!
KAMU SEDANG MEMBACA
GIRL IN SUIT
RomanceAleesha Wijaya rela menyamar sebagai laki-laki dan menjadi sekretaris Brillian Langitra, CEO perusahaan saingan sang kakak, Keandra, untuk mengulik informasi dan menjatuhkan perusahaannya. Demi sang kakak yang selama ini membencinya, Aleesha bahkan...
