36. Dalam Diam Terbakar

798 82 6
                                        


"Pst! Aleesha?"

Menoleh, Aleesha sedikit membuka tudung jaketnya. Menurunkan kacamata hitam yang bertenger di pangkal hidung mancungnya demi bisa melihat cewek yang sedikit membungkuk mengintip wajah Aleesha. Sesil tersenyum girang, langsung menarik kursi dan duduk di depan sang sahabat. Aleesha melepas kacamata hitamnya, menggantinya dengan kacamata baca.

"Kok lo ganti kacamata, sih?" Sesil mengernyit. Cewek dengan rambut dicepol di atas itu menaruh tasnya di atas meja.

"Gelap, ih. Gak kelihatan," ujarnya.

Alasan utama Aleesha mengenakan kacamata adalah menghindari Brillian jika cowok itu tiba-tiba muncul di apartrmen. Makanya Aleesha memakai pakaian serba hitam. Sebab ia keluar tanpa bilang-bilang pada sang bos. Di lain sisi, Brillian juga kelihatan sibuk. Cowok itu bahkan belum pulang hingga terakhir kali Aleesha di apartemen. Makanya ia memilih langsung keluar tanpa memberitahu Brillian.

"Ye, lonya aja yang norak."

"Au." Aleesha tidak peduli. Ia menolehkan kepala, mengedarkan pandangan ke penjuru kafe. Jovan masih belum kelihatan. Entah ke mana curut satu itu. Padahal mereka janjian pukul delapan malam ini. "Cowok lo ke mana, sih?"

"Dih? Lo kalo ngomong jangan sembrono, Sha. Gak sudi gue pacaran sama bekutu mesum kayak dia." Sesil memberengut. Aleesha tertawa kecil mendengar kalimat terakhir yang dikatakan Sesil cewek di depannya ini. Ia melipat tangan, mencondongkan tubuh ke depan.

***

Hallooo! Girl in Suit bentar lagi PO lho. Jangan lupa biat ikutan oke? Insya Allah tanggal 5 Mei. Kalian bisa cek info lanjutannya di IG Lotus Publisher atau IG saya urdark.shadow.

Makasiih buat yang udah baca sampai sejauh ini.

GIRL IN SUIT Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang