🌻 Happy reading guyss 🌻
Drtt...drtttt getaran handphone illiyana yg mampu membuyarkan kegiatan mereka tadi.
"Ckk,siapa sih,"ucap aliandra mengalihkan pandangannya ke samping dengan muka dingin nya
"Halo iya.kenapa pa,"ucap illiyana yg tadi langsung mengangkat telfon yg mengganggu nya.
Kamu dimana liy, udah keluar kan hasil test nya gimana dengan hasilnya.ucap lelaki di seberang sana.
"Ohh itu nanti aja pas di rumah pa,ini illiy lagi sama temen soalnya,"ucap illiyana dengan menggigit bibir bawahnya.
Mendengar itu aliandra hanya diam tanpa melihat sang kekasih.
Sama siapa liy,jangan macam-macam kamu yah,papa bakal marah kalo kamu masih sama laki-laki itu,ucap papa Doni.
Mendengar itu illiyana langsung mengarahkan pandangannya kearah sang kekasih, sementara aliandra hanya diam membisu seolah-olah tak mendengar yg membuat hatinya terbakar amarah.
"Apa sih pa,illiy lagi sama temen udah ya,nanti pas pulang aja bahasnya,"ucap illiyana merasa suasananya berubah menjadi awkard.
"Sekali lagi jangan bikin papa kecewa liy, atau papa akan pindah Hin kamu sekarang juga.dan jangan lupa Minggu depan kita ke Melbourne kita liburan disana,"ucap papa Doni setelah mengatakan itu,secara sepihak papa Doni langsung mematikan telfonnya.
Sementara aliandra yg mendengar kalimat terakhir tadi berhasil membuatnya emosi,serasa naik ke puncak kepala nya.
Melihat itu illiyana langsung duduk di pangkuan aliandra dan berusaha bersikap manja,agar bisa meredakan emosi yg sedang menguasai tubuh kekasihnya itu.
"Hon kok diem sih,"ucap illiyana berusaha merayu aliandra dengan membelai pipi sang kekasih yg masih tetap tidak mau melihat illiyana.
"Jangan diemin aku dong hon,aku GK tau kalo papa udah ngerencanain itu,"dengan posisi duduk di paha sang kekasih, sementara aliandra masih setia dengan posisi awal nya.
Masih saja tak ada pergerakan membuat illiyana jengah,dengan terpaksa dia menarik kepala aliandra dan mengarahkan ke illiyana.
Diam
Aliandra dengan tatapan yg sulit di tebak hanya menurut dan tidak menolak apa yg di lakukan illiyana.
Cup
Dengan cepat illiyana mengecup bibir sang kekasih sementara aliandra yg tadinya kaget apa yg dilakukan sang kekasih kini sudah seperti awal hanya diam dan tidak juga menolak.
Merasa tidak ada respon illiyana tidak melepaskannya dia makin memperdalam ciumannya,selang beberapa menit dia memutuskan untuk melepaskan ciuma dan aliandra hanya diam dan tetap diam.
"Kamu kenapa sih hon,jangan gitu dong maafin papa ya,"ucap illiyana dengan muka yg di taruh di leher aliandra.
Tak tega mendengar rengekan sang kekasih,tidak membuatnya merubah sikap dingin kepada illiyana.
"Terserah kamu deh,aku mau gini terus GK peduli kamu capek kalo kamu tetap GK mau ngomong sama aku,"ucap illiyana.
Hampir 10 menit mereka masih dengan posisi awal dan sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
"Aku mau tidur,"ucap aliandra mampu membuat illiyana menegakkan tubuhnya.
"Ayok aku temenin,"ucap illiyana sumringah.
Tanpa balasan aliandra naik di atas king size nya dan tidur terlentang,
Melihat sang kekasih masih marah, illiyana hanya diam dia tau bagaimana kecewa nya aliandra mendengar apa yg dikatakan papanya tadi.
Illiyana pun menyusul sang kekasih dan tidur menyamping menghadap aliandra.
"Jangan marah ya,aku GK bisa kalo kamu marah mending kamu pukul aku atau kamu tampar aku biar kamu GK marah,"ucap illiyana mampu membuat Aliandra membuka matanya.
Mendengar kalimat sang kekasih bagai disayat belati hati aliandra terasa perih, aliandra mengubah posisi yg terlentang sekarang menghadap sang kekasih.
"Jangan ngomong gitu lagi,"bisik aliandra seraya menyusupkan kepalanya di dada illiyana dengan tangan melingkar di pinggang kekasih nya.
"Aku tau hon,papa keterlaluan sama kamu aku juga GK tau kenapa papa sebenci itu sama kamu,"ucap illiyana dengan air mata membanjiri pipinya.
Tak tega mendengar kalimat demi kalimat dari sang kekasih aliandra mendongak kan kepalanya dan menerjang bibir pink sang kekasih
Aliandra sedari tadi menahan kini dia sudah menyerah,dengan perlahan ciuman itu berubah menjadi decapan yg menggema.
Selang beberapa menit mereka mengakhiri kegiatannya dengan nafas terengah-engah.
"Aku harap kita tetep gini meski banyak hal yg bakal kita lalui,jangan berusaha cari laki-laki lain kalo pun suatu hari nanti kita harus berpisah,"ucap aliandra dengan menyatukan kening mereka.
"Bahkan aku GK tau hon,bisakah aku mencintai seseorang setelah kamu,"ucap illiyana.
"Dan aku pun tidak tau bagaimana hidup aku setelahnya,"ucap aliandra membuat air mata illiyana semakin deras.
Setelah terdiam cukup lama 'kruuuk'suara perut illiyana membuat mereka tersadar.
"Dihh kasian banget sih pacar aku laper ya,"ucap aliandra.
"Dari tadi hon aku masak dulu ya,"ucap illiyana seraya bangun dari posisinya.
"Aku ikut,"ucap aliandra.
"Yaudah gendong,"ucap illiyana manja.
Dengan cepat aliandra bangun dan mengecup bibir sang kekasih
"Manja banget sih,"ucap aliandra seraya menggendong ala bridal style.
"Kenapa sama pacarnya ini,"ucap illiyana.
Sesampainya di dapur illiyana mengeluarkan semua bahan yg ada di kulkas,terlihat masih ada ayam dan beberapa bumbu lainya.
Membuat illiyana sedikit memikir menu apa yg akan di masaknya.
Tanpa berlama-lama illiyana memutuskan untuk membuat sup ayam.
"Hon kamu potong wortel nya ya aku mau cuci ayamnya dulu,"ucap illiyana.
Aliandra sedari tadi melihat gerak-gerik sang kekasih hanya senyum menunggu sang kekasih mengambil semua bahan dari kulkas.
"Nih kamu kupas dulu jangan tebal-tebal ya trus kamu potong tipis-tipis aja,"ucap illiyana seraya membuka plastik wrap.
"Iya sayangku,"ucap aliandra dan mengecup bibir sang kekasih.
"Ihh kamu mah masak hon jangan aneh-aneh,"ucap illiyana memperingati aliandra dengan fokus sama bahan yg ada di depannya.
Mereka memasak dengan sesekali aliandra menjahili sang kekasih,selesai semuanya illiyana menghidangkan menunya di meja makan.
"Hon makan yuk nih udah selesai,"teriak illiyana.
Memang setelah tinggal tunggu mendidih illiyana mengusir aliandra yg sedari tadi mengganggu nya.
"Udah selesai,duh enak bgt dingin-dingin gini makan yg anget-anget apalagi kalo angetnya deketan kamu,"ucap aliandra ambigu.
Mendengar itu pipi illiyana memanas berubah seperti kepiting rebus
"Udah makan jangan mulai,"ucap illiyana.
Mereka menghabiskan makanan tadi karena lapar dan di tambah dingin yg memang sedari tadi hujan.
~sejatinya tidak ada orang yg baik-baik saja dengan adanya perpisahan, mereka hanya terlalu pintar untuk menyembunyikan semua luka yg ada~
Hai guys masih setia ya sama KEMBALI ASING lagi mood bgt buat next
Semoga tetap setia ya sama cerita ini,see you the next time
Thanks all:)
KAMU SEDANG MEMBACA
KEMBALI ASING
Teen FictionTeruntuk kamu, terimakasih telah menemani di sepanjang waktu. hari-hari bersama mu adalah hari terbaik yg ada dalam hidupku banyak hal berharga yg baru ku tau setelah tak bersamamu yaitu"WAKTU"
