Selamat Ulang Tahun

313 32 1
                                        


Seharian pikiran Yoongi jadi tak fokus, kejadian dimana Jimin menciumnya terus berulang diotaknya bagai kaset kusut. Apapun yang ia kerjakan jadi terasa mengambang, tahu-tahu dia sudah duduk di bangku kelas menunggu mata kuliahnya dimulai.

"Yoongi..."

"Yoongi..."

"YOONGI !!!!"

Hingga diteriaki Seokjin yang duduk di sebelahnya pun Yoongi tak dengar.

"Huh? Apa?" jawabnya ketika baru sadar.

"Iihhh... Capek deh ngomong sama kamu dari tadi malah gak di dengerin"

Jelas Seokjin mengomel, pasalnya sedari tadi dia berkeluh kesah tapi sahabatnya ini justru melamun.

"Heran deh... Suka sekali melamun kamu akhir-akhir ini"

Yoongi tersenyum meringis sebagai permintaan maaf karena sudah membuat kesal sahabatnya, salahkan dirinya yang tak bisa mengendalikan ingatannya soal ciuman Jimin .

"Sorry... Memangnya ada apa sih? Kamu tadi cerita apa?"

"Tuh kan... Aku tuh cerita minta pendapat soal kencan buta eh malah gak di dengerin"

"Ya~ Maaf... Eh apa tadi? Kencan buta? Siapa? kamu?"

"Tau ah! Capek ngomong sama kamu"

Kesel Seokjin pura-pura marah dengan Yoongi, lebih memilih membuka layar ponselnya, melihat gambar-gambar idolanya lebih menarik daripada menghadapi Yoongi yang kurang peka.

Yoongi menghela nafas berat, meski dalam hati ada rasa tak enak tapi dia bukanlah tipe orang yang ingin repot menghadapi Seokjin dalam keadaan dongkol seperti itu. Jadi ia biarkan saja Seokjin sibuk sendiri nanti juga reda sendiri marahnya. Seokjin itu tipe orang yang mudah meledak tapi juga cepat meredamnya.

"Wihh~ keren banget!!!"

Benarkan? Bahkan dengan cepat mudah teralihkan marahnya hanya dengan melihat-lihat gambar idolanya di ponselnya.

Yoongi tahu seruan Seokjin itu ditujukan untuk siapa kalau bukan Jimin, dan lagi-lagi membuat bayangan tentang ciuman Jimin muncul kembali di otaknya membuat ia  menggelengkan kepala untuk tetap menjaga kewarasannya. Yoongi coba alihkan untuk ikut mengintip ponsel Seokjin agaknya dia juga penasaran, entahlah mungkin karena sudah merasa mengenal Jimin menimbulkan kepeduliannya.

Tapi kali ini yang Yoongi lihat sedikit berbeda, jika biasanya yang terlihat di ponsel Seokjin itu gambar-gambar tampan Jimin saat diatas panggung atau gambar keseharian Jimin yang terekspose, meski kali ini yang terlihat memang masih gambar-gambar Jimin tapi gambarnya dalam papan-papan iklan di beberapa jalan juga stasiun kereta api, aneh sekali.

"Memang begitu ya kalau orang terkenal gambarnya ada dimana-dimana?"

Pikiran itu harusnya hanya ada dalam otak Yoongi tapi tanpa sadar terucap pelan dari bibirnya yang masih dapat di dengar Seokjin dan berhasil dapat dengusan dari sahabatnya itu.

"Begini nih kalau orang kurang bergaul. Ini tuh trend para idola. Dimana fans kasih event-event buat idola mereka yang sedang berulang tahun. Dan karena lusa sudah ulang tahunnya Jimin jadi banyak event-event dari penggemar untuk menyambutnya. Nih... Kerenkan! Iklannya besar sekali, Jimin ganteng banget... Nih... Di stasiun juga banyak" terang Seokjin menggebu-gebu, sudahlah kalau bicara soal idolanya memang paling semangat.

Biasanya Yoongi akan mengernyit malas jika Seokjin sudah dalam mode fangirl-an begitu, tapi kali ini ada sesuatu yang juga menyadarkannya.

"Eh iya... Lusa sudah tanggal tiga belas ya..."

My Superstar Husband Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang