Sebenarnya Yoongi tak benar-benar ingin pergi ke toilet. Ia masuk ke dalam rumah untuk mendingan pikiran yang mulai mendidih bukan pada tempatnya. Mengambil air es dari dalam lemari es, kemudian meminumnya sembari duduk di depan meja pantry dapur dengan mengatur nafasnya supaya lebih tenang. Marah dan merajuk bukan seperti dirinya sekali, ia tak ingin lepas kendali jika terus berada diantara Jimin dan teman-temannya. Yoongi tidak tahu jika ketika mencintai seseorang, rasa posesif juga datang beriringan bersamanya hingga bisa membuatnya jadi lupa diri seperti ini.
Padahal jika dilihat dengan kepala dingin. Tidak ada yang salah dari sikap Jimin pada Jungkook. Mungkin selama ini gaya berteman mereka memang seperti itu, atau tidak entahlah. Atau mungkin karena sudah lama tak bertemu jadi ketiganya seolah tak menyia-nyiakan lagi kebersamaan mereka.
"Hhfft.... Ngapain juga aku mesti kesel kayak gini..." gumamnya lirih mulai sadar diri.
Yoongi yang cuek memang tak pernah bertahan lama bergelut dengan emosi.
Setelah merasa tenang, dan pikirannya mulai terasa waras. Yoongi beranjak berdiri untuk kembali bergabung ke halaman belakang. Namun tak di sangka ketika ia baru keluar tubuhnya di tabrak dengan keras oleh seseorang hingga hampir terhuyung. Beruntung sebuah lengan sigap menopangnya sehingga Yoongi tidak jadi terjatuh.
Namun tak terduga Yoongi dibuat terpana ketika wajahnya mendongak untuk melihat wajah si penabrak juga pemilik lengan yang bertengger di pinggangnya. Wajah seorang pria yang begitu tampan hingga membuat siapa saja yang melihatnya pasti jatuh hati. Siapa lagi kalau bukan Kim Taehyung si model tampan yang baru di kenalnya hari ini.
Cukup lama mereka berdua dalam posisi seperti itu, karena Taehyung sendiri juga masih betah mempertahankan tubuh Yoongi dalam rengkuhannya. Entah karena tak ingin Yoongi jatuh atau memang masih kaget karena tabrakan mereka cukup keras, atau justru keduanya sama-sama terpana, melupakan jika ada dua orang lagi yang berada disana.
"Hey... Kim Taehyung jangan curi kesempatan pada istriku ya" tak terima Jimin langsung menarik lengan Yoongi untuk lepas dari rengkuhan Taehyung.
Baru ingat dia kalau punya istri.
"Apa??? Aku gak sengaja ya" kata Taehyung membela diri. Terbesit rasa segan karena sempat menatapi wajah cantik istri sahabatnya.
Sedangkan Yoongi yang kembali sadar, mecibik tak suka dibuatnya. "Ck... Ganggu saja" cibirnya kesal. Bagaimana tidak kesal, pasalnya dia sedang menikmati pemandangan indah ciptaan Tuhan, sayang jika dilewatkan.
Dengan kasar ia melepaskan pegangan Jimin pada tangannya lalu kembali duduk di tempatnya, mengabaikan Jimin yang terheran-heran melihat sikap istrinya.
"Sejak kapan dia jadi ganjen begitu" seloroh Jimin kembali ikut duduk di samping istrinya.
Sedang Taehyung sebagai penonton hanya geleng-geleng kepala melihat pasangan suami istri itu, lalu kembali berjalan masuk ke dalam rumah untuk niat awalnya mengambil beberapa kaleng soda yang lupa mereka siapkan.
Jungkook sendiri yang sedari tadi turut memperhatikan, terlihat ikut tersenyum melihat kelakuan Jimin dan Yoongi. Meski dalam hatinya, Jungkook sedikit tidak percaya bahwa Jimin yang ia yakini menaruh hati padanya selama ini kini telah menemukan tambatan hatinya yang sesungguhnya. Entahlah mengapa rasanya ada secuil dihatinya yang tak rela.
*
Malam semakin larut, mereka berempat juga sudah selesai menyantap daging bakar mereka, hanya tinggal obrolan-obrolan kecil diantara mereka sembari menghabiskan sisa soju di atas meja.
Taehyung yang tak ingin kebersamaan mereka cepat berakhir, terbesit sebuah ide di kepalanya.
"Bagaimana kalau kita main game dulu" pekiknya menarik perhatian ketiga lainnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Superstar Husband
Fanfic[MinYoon GS] Dijodohkan dengan bintang top terkenal yang lagi naik daun Min Yoongi tidak bisa mengelak. Park Jimin jelmaan pria tampan yang mempesona sedikit demi sedikit menjadi penghuni tetap hatinya. * Bahasa baku non baku
