Malam Romantis

356 23 6
                                        

Yoongi tersenyum canggung, dia tidak tahu jika akan bertemu Jimin di sini, dia kira Jimin akan punya kesibukan yang lain, tahu begitu ia akan lebih keras menolak ajakan Seokjin untuk menemaninya menemui gebetannya yaitu Namjoon. Pulang kuliah tahu-tahu Yoongi di seret Seokjin untuk ikut dengannya, dia sudah sangat menolak, tapi mau bagaimana lagi tenaganya memang selalu kalah oleh paksaan sahabatnya ini. Sepertinya dia perlu mengarang kebohongan lagi di depan Seokjin.

Hmm... Pasrah sajalah.

"Hm... Aku pulang dulu ya Seokjin, kamu kan sudah ketemu Namjoon" bisik Yoongi pelan pada Seokjin, dia masih berusaha menghindar.

"Oh kebetulan kalau gitu. Ayo Yoongi kita pulang " sambar Jimin yang masih bisa mendengar suara pelan Yoongi.

Mata Yoongi membola kaget, dia melirik Seokjin yang pasti juga kaget, apalagi Namjoon, pria itu juga terlihat kaget dengan celetukan Jimin barusan.

"Kami permisi dulu ya, sampai jumpa" sambung Jimin membungkuk sebentar terus langsung menarik Yoongi ikut bersamanya, merasa perlu kabur segera, biarkan teman Yoongi itu di urus oleh Namjoon pikirnya. Toh sebentar lagi juga berita pernikahannya akan di umumkan.

Yoongi sendiri yang di tarik tiba-tiba, tidak tahu harus berbuat apa. Dia sempat melihat kearah Seokjin yang juga diseret masuk ke dalam ruangan oleh Namjoon setelahnya. Pikirannya melayang tentang bagaimana jika Seokjin curiga dengan hubungannya dan Jimin.


*


Yoongi sibuk memainkan ujung kuku jemarinya di tas pangkuannya, merasa sungkan pada Jimin karena sudah lancang datang ke kantor agensinya tanpa memberitahukan lebih dulu. Jimin pasti marah padanya  melihat sikap Jimin yang langsung membawanya kabur tadi. Berulang kali melirik Jimin yang hanya diam mengemudikan mobilnya membuat Yoongi semakin tak enak hati. Dalam pikirannya sudah terpikirkan frasa untuk meminta maaf pada Jimin, tapi bibirnya tak kunjung terbuka. Susah memang jika kendali tubuh dan hatinya tak sejalan, itulah mengapa banyak orang yang menyebut Yoongi sebagai pribadi yang kaku.

"Kamu sudah makan?"

Bukan. Itu bukan Yoongi yang bertanya melainkan Jimin yang pada akhirnya menyudahi kediaman mereka.  Yoongi yang asyik dengan lamunannya sampai kaget dengan pertanyaan tiba-tiba dari Jimin.

"Sudah... tadi sama Seokjin di kampus. Kenapa?" tanya balik Yoongi terbata merasa heran.

"Ku pikir kamu diam saja karena lapar" Jawab Jimin melempar senyum sebentar kepada Yoongi sebelum kembali mengalihkan pandangan ke jalanan untuk tetap fokus mengemudi.

Yoongi yang menatap gelagat ramah Jimin jadi kembali bernafas lega, ternyata Jimin tak marah padanya, mungkin hanya dirinya saja yang berlebihan mengartikan kediaman Jimin. 

"Aku diam karena kamu juga diam saja. Ku pikir kamu marah" tutur Yoongi malu-malu.

Dahi Jimin berkerut karenanya, diliriknya lagi Yoongi sekilas sebelum bertanya "Memangnya kenapa aku harus marah?"

"Karena aku sudah lancang datang ke kantor agensimu. Sumpah... Itu bukan kemauanku. Seokjin yang maksa..."

Yoongi yang sudah menggebu ingin menjelaskan langsung terhenti karena mendengar kekehan Jimin.

"Yoongi... Yoongi... Ku kira apa" ujar Jimin selesai berhenti tertawa. "Gak usah sungkan gitu, kamu berhak datang ke tempat dimana suamimu kerja"

"Tapi kan..." bantah Yoongi tak tuntas karena lagi-lagi disela oleh Jimin yang tahu kemana arah pikir Yoongi, pasti seputar pernikahan mereka yang di rahasiakan.

"Gak papa... Tenang saja! Aku sudah bicarakan dengan Namjoon hyung soal mempublikasikan pernikahan kita. Dan ya... Kami sudah susun rencana kok. Jadi sebentar lagi kita gak perlu ngumpet lagi" terang Jimin bersemangat.

My Superstar Husband Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang