Kedatangan Tamu

259 21 4
                                        

Siang itu Jimin dan Yoongi duduk saling bersandar di sofa ruang tengah rumah peninggalan nenek Jimin. Mereka memutuskan untuk menginap sehari lagi karena kebetulan jadwal Jimin lagi kosong sebelum jadwal jumpa pers untuk perilisan album barunya secara resmi besok sore.

Hitung-hitung bulan madu kalau kata Jimin.

Keduanya sedang asyik menonton film, dengan Yoongi yang tak berhenti mengunyah menghabiskan setoples cemilan bola-bola keju. Padahal itu cemilan kesukaan Jimin tapi malah Yoongi yang mengambil alih menghabiskannya, Jimin yang ingin ambil satu saja tangannya langsung di tepis keras oleh Yoongi yang siap siaga. Dan sialnya Jimin pun tak bisa kesal atau marah pada Yoongi mengenai itu.

"Jiminie..."

"Hm?" Jimin menyahut sambil tak bisa menahan senyum karena panggilan baru yang diberikan Yoongi untuknya. Tepatnya setalah pernyataan cintanya semalam panggilan Yoongi untuknya pun berubah jadi lebih manis. Jimin suka tentu saja, rasanya hubungan mereka berkembang cukup jauh.

"Kamu gak ada jadwal main film lagi?" tanya Yoongi random mencari topik obrolan. Bosan juga jika terlalu fokus menonton film.

"Gak ada, aku lagi gak mau main film dulu" jawab Jimin dengan pandangan masih menatap pada layar kaca TV.

"Kenapa?"

"Projek film itu butuh waktu lama, nanti aku bakal makin sibuk. Aku sudah putuskan untuk mengurangi jadwalku setelah perilisan album baru"

"Memangnya kenapa?" tanya Yoongi lagi penasaran.

"Ya kan sekarang aku sudah menikah. Aku ingin menghabiskan wak..."

Belum sempat Jimin menyelesaikan kalimatnya mulut Jimin sudah di sumpal Yoongi dengan bola-bola keju. Tahu kemana kelanjutan kalimat Jimin, karena Yoongi sudah mempan dengan bualan suaminya.

Jimin ingin protes dengan perlakuan Yoongi tapi pada akhirnya ia urungkan karena merasakan enaknya rasa cemilan kesukaannya. Berakhir Jimin ingin meminta lagi bola-bola keju itu namun lagi-lagi hanya dapat tepisan tangan dari Yoongi. Jimin sampai heran dibuatnya, sejak kapan Yoongi punya sifat serakah seperti itu.



*




Lama menikmati kebersamaan mereka, perhatian keduanya teralihkan ketika mendengar deru mesin mobil dari luar rumah dan terdengar bunyi pintu depan di geser tak lama sesudahnya.

"Siapa?" spontan Yoongi bertanya pada Jimin terlebih memdengar suara langkah-langkah kaki kian mendekat setelahnya.

Jimin mengangkat bahu tanda tak tahu juga "Mungkin Mama Papa" simpulnya.

Pikir Jimin siapa lagi memangnya kalau bukan kedua orang tuanya yang datang.

Jimin dan Yoongi sudah bangkit berdiri untuk menyambut kedatangan mereka, namun yang ada keduanya begitu terkejut mendapati siapa saja yang datang.

"Jungkook... Taehyung" cicit Jimin kaget, mata sipitnya sampai membola lebar saking terkejutnya, begitu pun  Yoongi.

"Kita gak salah alamatkan sekarang?" ujar Taehyung dengan cengiran meledek, mengungkit kejadian di apartemen Jimin tempo hari.

"Hai... Kita ketemu lagi" Jungkook juga menyapa melambaikan tangan yang ia tujukan untuk Yoongi, yang hanya dibalas oleh Yoongi dengan senyuman kaku karena berada di situasi yang canggung seperti ini.

Jimin memelan ludah kasar mencerna situasi yang terjadi sebelum bertanya "Dari mana kalian tahu kami disini? Tunggu..."

Jimin mendadak teringat janji temunya dengan Jungkook dirumah orang tuanya semalam. Jimin sontak menepuk dahinya merasa bodoh, bisa-bisanya dia melupakannya begitu saja. Pasti ibunya yang bercerita pada Jungkook dan Taehyung, karena memang semalam Jimin sempat memberitahu ibunya jika dia berada di rumah peninggalan neneknya bersama Yoongi. Pantas saja kenapa semalam tiba-tiba ibunya bertanya mengenai keberadaannya, pasti karena Jungkook dan Taehyung sudah berkunjung ke rumahnya.

Jimin jadi bertanya-tanya, Apakah ibunya juga mengatakan tentang status pernikahannya dengan Yoongi pada Jungkook dan Taehyung.

"Kami sudah tahu soal kalian, jadi gak perlu cari alibi lagi ya" peringat Jungkook seolah mengetahui pikiran Jimin.

Terjawab sudah. Ibunya pasti sudah memberitahukan tentang pernikahannya pada Jungkook dan Taehyung.

"Parah kamu Jimin... Nikah gak undang-undang" cibir Taehyung pura-pura kesal.

Jimin hanya menghela nafas pasrah setelahnya. Toh memang dia juga tidak ingin lagi menutup-nutupi soal status pernikahannya, terutama kepada dua sahabatnya ini.



*







Pada akhirnya Taehyung dan Jungkook ikut menginap bersama Jimin dan Yoongi. Keempatnya, atau lebih tepatnya ketiganya karena Yoongi hanya menganut pasrah saat Jimin, Taehyung dan Jungkook memutuskan untuk mengadakan acara bakar daging saat malam tiba.

Halaman belakang rumah peninggalan nenek Jimin sudah di tata sedemikian rupa untuk acara bakar daging. Para lelaki bertugas untuk membakar daging dengan alat pemanggang yang sudah mereka siapkan. Sedangkan para wanita bertugas menyiapkan bahan makanan lain yang mereka siapkan diatas meja makan kecil, yang sudah di letakkan diatas dipan yang berada di halaman belakang sebagai latar mereka makan nanti.

Yoongi sendiri sudah berkenalan dengan kedua sahabat Jimin yang memang sangat ramah dan mudah bergaul. Dan kini mereka juga sudah lebih akrab. Hanya saja, tidak bisa dipungkiri jika ada sedikit rasa iri ketika melihat kedekatan ketiga lainnya, belum lagi melihat Jungkook yang terlihat seolah memberikan perhatian lebih pada Jimin.

Lihat saja, bagaimana luwesnya Jungkook melipat lengan kaos Jimin yang mengganggu penggunanya ketika membakar daging, juga beberapa kali mengelap keringat di dahi Jimin yang baginya terkesan lancang, harusnya dirinya sebagai istri Jimin yang melakukannya bukan, tapi selalu di dahului oleh Jungkook membuatnya tak berkutik. Juga obrolan-obrolan tentang masa lalu mereka yang tak memungkinkan Yoongi untuk bergabung, paham saja tidak. Yoongi hanya bisa mendengus menahan kekesalan yang sebenarnya juga tak tahu kenapa juga dia harus rasakan.

Belum lagi ketika semua daging sudah selesai di bakar dan siap untuk di santap. Jimin yang duduk di samping Yoongi sudah langsung mulai bersaing dengan Taehyung yang duduk di samping Jungkook, saling berlomba mengisi mangkok nasi Jungkook dengan tumpukan daging bakar.

"Nih... Makan yang banyak. Kamu kan doyan makan" kata Jimin yang menumpuk daging di mangkok nasi Jungkook.

"Iya... Nih makan yang banyak" timpal Taehyung tak mau kalah dari Jimin.

Jungkook terlihat tersenyum senang dengan perlakuan kedua sahabatnya, dari dulu tak pernah berubah, selalu memprioritaskan dirinya terlebih dulu.

Yoongi yang sedari tadi diam, sampai miris melihat mangkok nasinya sendiri yang belum terisi daging sama sekali. Menghela nafas pelan sembari berusaha mengabaikan dirinya mulai mengambil daging sendiri dan mulai menyantap makan malamnya. Mencoba abai dengan suaminya yang lupa diri masih berebut mengisi daging di mangkok nasi perempuan lain.

Tidak cukup sampai disitu. Ketika Jungkook kesusahan hendak mengambil daun perilla, Jimin dan Taehyung kembali berlomba membantu Jungkook. Jungkook sendiri nampak senang di perhatikan oleh keduanya.

Yoongi jadi berpikir jika keduanya sama-sama menaruh hati Jungkook. Dia tidak akan peduli pada Taehyung, tapi pada Jimin, sepertinya dia perlu buat perhitungan dengan suaminya itu. Apa pria itu lupa jika dirinya sekarang sudab beristri. Baru juga semalam berujar kata cinta untuknya tapi kini justru perhatiannya melulu tertuju pada Jungkook. Maunya apa coba?

Dasar hidung belang!!! Maki Yoongi dalam hati untuk Jimin.

Merasa hampir amarahnya akan meledak, dengan sengaja Yoongi menaruh sumpitnya diatas meja dengan cukup kasar hingga menimbulkan bunyi dentingan yang cukup keras, membuat ketiga lainnya terlonjak kaget. 

"Permisi... Aku ke toilet sebentar" pamit Yoongi sebagai alasan dirinya kabur. Ia kemudian berlalu masuk ke dalam rumah.

Dan yang membuat Yoongi makin kesal, Jimin sama sekali tidak peka. Suaminya itu kembali bercengkrama dengan Jungkook dan Taehyung dan tak berniat menyusulnya sam sekali.












Tbc




Hai... Masih nungguin gak?
Cuss langsung lah sdh kusiapkan dua chapter

Jan lupa vote dan commentnya
Thank U!!!!

My Superstar Husband Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang