Yoongi masuk jebakan.
Sial! Ibunya benar-benar licik.
Bagaimana tidak? Terakhir Yoongi menolak perjodohan itu di malam setelah pertemuan keluarga terjadi, dan ibunya mengiyakan.
Sudah. Yoongi jadi merasa tenang akhirnya ibunya itu menyerah juga. Satu minggu berlalu seperti biasa seolah tak pernah terjadi pembahasan soal perjodohannya, pertemuan keluarga seolah tak pernah ada. Pagi hingga sore dia berangkat kuliah terus malamnya dia bersantai di rumah sesekali mengerjakan tugas. Terasa damai karena ibunya tak pernah lagi mengungkit soal perjodohan.
Tapi...
Harusnya Yoongi tidak mudah terlena, harusnya dia sadar bahwa ibunya itu penipu ulung. Ibunya tak pernah menyerah jika sudah punya kemauan.
Satu minggu berlalu dan sekarang apa yang terjadi? Yoongi tiba-tiba saja sudah berada di kediaman keluarga Park karena jebakan ibunya. Bilangnya Yoongi diajak menemani kedua orang tuanya untuk datang ke pernikahan anak temannya.
Dan tidak salah memang, Park Jimin kan memang anak teman ibunya.
Iya.
PARK JIMIN
Akan menikah dengan dirinya. Tolong garis bawahi dirinya, yaitu Min Yoongi.
SIALAN!!!
Harusnya dia sudah curiga sejak dari rumah. Lihat saja dandanannya, walaupun sederhana hanya dengan dress putih selutut berwarna putih dan hiasan bando tiara, dia sudah terlihat seperti pengantin wanita. Ibunya yang mendadani, bilangnya sebagai dresscode. Pembual!!!
Begitu tiba Yoongi bahkan langsung di tuntun ayahnya menuju altar dimana Jimin sudah siap berdiri di hadapan seorang pendeta, Yoongi jadi tidak sempat mengelak atau kabur.
Ya Tuhan... Yoongi ingin menangis saja rasanya, teganya orang tuanya berlaku seperti ini, apa salahnya sebagai anak selama ini, apa dia kurang berbakti hingga orang tuanya berniat membuangnya dengan dalih dinikahkan paksa seperti ini.
Yoongi tak tahan lagi, perasaannya campur aduk antara, marah, sedih dan kecewa. Dia sampai benar-benar menangis saat mengucapkan 'Aku bersedia' selesai pendeta membacakan sumpah pernikahan. Yoongi bahkan menangis semakin kencang saat resmi dinyatakan sebagai sepasang suami istri dengan Jimin.
Orang lain yang melihat, mengira Yoongi sedang terharu. Sedang kedua orang tuanya terlihat puas setelah berhasil menikahkan anaknya meski dalam hati juga merasa kasihan melihat anaknya sampai menangis seperti itu. Dan Jimin yang berdiri tepat di samping Yoongi, bersimpati dengan merangkul Yoongi yang masih meraung-raung selepas acara pemasangan cincin.
*
Selesai acara pemberkatan, Yoongi dibawa pulang Jimin ke apartemennya atas suruhan orangtua dan juga mertuanya.
Tak ada pesta resepsi, atau perayaan apapun, hanya upacara pemberkatan yang juga hanya dihadiri beberapa kerabat dekat sebagai saksi dan seorang pegawai catatan sipil untuk langsung meresmikan pernikahan mereka secara negara. Karena pernikahannya memang diadakan secara tertutup dan rahasia, mengingat status Jimin yang seorang artis terkenal. Tak ingin merusak karirnya yang sedang bagus-bagusnya dengan skandal pernikahan yang mendadak dan tidak ingin juga mempersulit Yoongi nantinya jika media sampai terlibat.
Tidak ada percakapan sama sekali selama dalam perjalan. Terlihat sangat jelas jika Yoongi masih meratapi nasib malangnya. Sedangkan Jimin sudah merasa biasa saja, dia memang sudah tidak keberatan dengan perjodohannya sejak pertemuan keluarga waktu lalu.
Sesampainya diapartemen juga Yoongi terlihat kaku, bingung hendak beranjak kemana, untuk duduk di sofa ruang tengah pun terlihat ragu-ragu. Dimana Jimin sudah berlalu membawa masuk koper Yoongi ke dalam kamarnya.
Namun tak berselang lama Jimin yang sudah berganti pakaian keluar kamar dengan membawa koper lain, koper miliknya. Yoongi yang melihat pun langsung berdiri dari duduknya, sadar jika Jimin bersiap hendak pergi.
"Mau kemana?" cicitnya spontan.
Jimin cukup terkejut mendengar Yoongi menanyainya, pasalnya sedari tadi gadis itu hanya diam saja. Padahal sebelum di tanya juga Jimin memang berniat berpamitan pada Yoongi.
Di tinggalah kopernya begitu saja untuk duduk di sofa di samping Yoongi yang juga sudah duduk kembali mengikuti Jimin.
"Hhmmm.... Sebenarnya aku harus pergi mungkin sekitar tiga hari. Ada jadwal fanmeeting di jepang. Jadwalnya sudah lama sebelum pernikahan jadi tidak bisa dibatalkan"
Jimin menunggu reaksi Yoongi yang lagi-lagi terdiam, terlihat tengah berpikir.
Ya jelas berpikir. Lebih tepatnya berprasangka. Hari ini adalah hari pernikahan mereka, dan Yoongi sudah akan di tinggal saja. Yoongi bahkan masih belum bisa menerima pernikahannya dan sekarang akan di tinggal sendirian di apartemen yang bukan miliknya.
"Yoongi..." panggil Jimin lembut untuk menarik perhatian Yoongi untuk menyimak apa yang ingin di sampaikannya.
"Aku tahu kamu belum bisa menerima pernikahan kita. Tapi kita sudah berikrar atas nama Tuhan juga tercatat oleh negara. Satu yang aku tahu kita harus menjaganya dan aku juga tidak berniat main-main. Aku akan setia selama kamu juga bersedia berkomitmen bersama. Kita bisa jalani pelan-pelan untuk saling mengenal satu sama lain"
Jimin duduk mendekat, menarik tangan Yoongi untuk ia genggam. Ia tatap mata Yoongi dalam, hingga Jimin bisa melihat semburat merah halus di pipi Yoongi. Jimin tersenyum.
"Kamu bisa mengambil waktumu selama aku pergi. Dan ku harap kamu bisa sedikit menerima saat aku pulang nanti"
Lagi-lagi Yoongi diam, lidahnya kelu. Sebelumnya Yoongi tak pernah mengenal Jimin, bertemu saja hanya sekali waktu pertemuan keluarga lalu hari ini saat pernikahan dan sekarang mereka berdua menjadi sepasang suami istri. Keadaan konyol yang Yoongi anggap diciptakan oleh keegoisan orang tua mereka. Tapi mendengar Jimin berkata lembut seperti itu dan manik mata tulus yang menatapnya, membuat hatinya sedikit tenang, egonya mulai runtuh. Benar kata Jimin, pernikahan bukanlah sesuatu hal untuk dipermainkan. Kini mereka berdua telah terikat dalam satu komitmen dan harus saling menjaga. Belum lagi kata ganti aku-kamu yang sudah langsung digunakan Jimin untuknya hanya semakin menambah getaran dihati Yoongi.
"Yoongi..." panggil Jimin lagi, suara lembut itu membuat Yoongi kembali tersadar dari lamunannya untuk kembali menatap Jimin. Pria tampan bintang top terkenal yang sekarang resmi menjadi suaminya.
"Katakan sesuatu. Sedari tadi kau hanya diam"
Eh, benar juga.
Habisnya Jimin terlihat sangat serius selama bicara Yoongi jadi tidak tahu harus menanggapinya.
"Hm... Hati-hati ya"
Yoongi tak tahu kenapa yang ia utarakan justru kalimat itu. Rasanya jadi serba salah tingkah, tengkuknya jadi ia garuk meskipun tidak gatal demi bisa melepaskan tangannya yang Jimin genggam sedari tadi.
Sedang Jimin hanya tersenyum mendengar kalimat Yoongi. Asal tahu saja Jimin sudah sangat gemas ingin mencium Yoongi yang sangat imut dan manis itu. Jimin akan rela menghabiskan sisa hidupnya bersama Yoongi yang sudah menjadi istrinya.
"Kalau begitu aku pergi dulu. Tolong jaga rumah dengan baik ya"
Dan Jimin sudah tidak tahan untuk tidak mendaratkan satu kecupan di dahi Yoongi sebelum beranjak untuk pergi sesuai tujuan awal.
Yoongi?
Jangan ditanya keadaannya.
Sudah lemas parah karena terbawa perasaan.
Tbc
Udah dikit ajah 😊
Jangan lupa vote dan komen
Trms
03 September 2022
Jibangie
KAMU SEDANG MEMBACA
My Superstar Husband
Fanfic[MinYoon GS] Dijodohkan dengan bintang top terkenal yang lagi naik daun Min Yoongi tidak bisa mengelak. Park Jimin jelmaan pria tampan yang mempesona sedikit demi sedikit menjadi penghuni tetap hatinya. * Bahasa baku non baku
