Cuma mau ingetin jangan lupa vomment okei. Jangan lupa bersyukur juga guys.
Happy reading.
⟩⟩⟩
Kevdaniel mengepalkan tangannya kuat, saat mendengar apa yang telah terjadi pada gadisnya. Rahangnya mengeras, menahan emosi yang hampir memuncak.
"Sialan! Dimana Angga sekarang?"
"Gak perlu nyari, sebentar lagi dia bakalan nunjukin diri nya sendiri." Jawab Arion dengan percaya diri.
Aluka duduk di atas hamparan pasir, memeluk lututnya sendiri seraya menahan tangis. Arion memberi kode pada Kevdaniel, untuk menenangkan gadis itu lebih dulu.
Kevdaniel mendekati Aluka, memeluk tubuh gadisnya.
"Suutt. Jangan nangis ya, aku gak suka. Aku di sini, kamu aman, Luka."
Gadis itu mengangguk lemah, ingin sekali mengeluarkan semuanya dengan tangisan. Tangannya menggenggam kuat pasir yang ada di genggaman nya, menahan tangis.
"You are safe, jangan takut lagi." Bisik Kevdan.
Tak lama, terdengar langkah kaki seseorang yang mendekat. Kevdaniel menoleh ke arah sumber suara, dengan cepat mengubah tatapannya menjadi mematikan saat tahu siapa yang datang.
"Weits. Santai bro, kalian pada kenapa sih?" Tanya Angga, dengan terkekeh kecil seakan ia tak merasa telah melakukan kesalahan besar.
Kevdaniel melepaskan dekapannya pada Aluka, langsung menghajar dan menghantam kuat wajah Angga.
"Berani Lo lecehin cewek Gue, setan!"
Emosi Kevdaniel sudah benar-benar berada pada puncaknya. Tangannya sudah mengepal kuat, rahangnya kembali mengeras dengan otot-otot leher yang mulai kelihatan.
"Sshh. Gue gak ngapa-ngapain dia, bro." Angga berdesis, menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya.
"Bangsat! Masih bisa Lo bilang gak ngapa-ngapain, setelah Lo buat dia setakut itu!" Arion ikut berbicara, nadanya terdengar sangat emosi dan marah.
Laki-laki itu bukannya takut, di tatap anggota Cerlaga yang ada di sana dengan tatapan sangar. Angga justru terus menyeringai, seolah tidak takut apapun.
"Normal kali, kalo masih suka tubuh cewek. Yang gak normal itu kalo Gue mau tubuh Lo, Kev."
"Sialan Lo, bajingan!"
Bugh.
Bugh.
Bugh.
Bugh.
Kevdaniel memukuli Angga dengan membabi buta, Angga saja bahkan kewalahan menerima serangan dari Kevdaniel.
"Kev udah Kev, bisa mati anak orang Lo hajar." Ucap Morgan melerai.
"Buang dia jauh-jauh dari Cerlaga!" titah Kevdan sinis.
Kevdan menghampiri Aluka, menggendong gadis itu dan membawanya pergi menuju parkiran mobil.
"Babe. Maaf aku gak bisa jaga kamu," Ucap Kevdan dengan lembut, setelah mereka masuk ke dalam mobil.
Kevdan menatap Aluka dengan lembut, mengusap pipi gadis itu.
"Aku bodoh. Maaf."
Aluka menggeleng, dengan tersenyum getir.
"Gak, kamu gak salah Kak."
Cup.
Kevdan mengecup lembut kening Aluka, lalu tersenyum hangat seraya mengusak puncak kepala Aluka.
"Mau apa, biar lebih tenang. Hm?"
"Cuma mau peluk, boleh Kak?"
"Boleh"
Kevdaniel merengkuh tubuh Aluka, memeluknya hangat menyalurkan segala ketenangan.
"Aku di sini, kamu gak perlu takut lagi oke."
⟨⟨⟨
Annyeong ! Vomment nya jangan lupa gais.
Tysm.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kevdaniel
Teen Fiction»»» Mata tajam, rahang yang kokoh, dan tubuh yang atletis. Siapa yang tidak akan tertarik kepada ketua geng sekaligus ketua OSIS kebanggaan Dervangga? Dia Kevdaniel Kingvergas, si pemilik mata tajam, setajam elang. Ia sunyi, sedikit bicara, namun ma...
