"Aku ke kelas dulu ya," ucap Justin sembari berjalan menuju kelasnya yang berada di lantai atas.
Saat Justin sudah menjauh, Kevin pun tertawa terbahak-bahak menertawakan Ilona.
"Setres loe?" cibir Ilona.
Sebenarnya Ilona juga sangat jijik dengan dirinya sendiri, bisa-bisanya ia bertingkah seperti itu.
"Kan loe tau sendiri kalau gua bakalan berusaha terus sampai apa yang gua inginkan tercapai!"
"Ini yang gua suka dari loe Lona! Karena loe itu gak pernah menyerah buat dapatin apa yang loe mau!" ucap Kevin sembari tersenyum dan memegangi bahu Ilona.
Mereka sudah bersahabat saat masih SMP, tetapi walaupun mereka sangat dekat tidak ada rasa apapun di antara mereka.
Selain rasa sahabat di antara benak mereka, karena Kevin sudah menganggap Ilona sebagai adeknya.
"Astaga! Lona, gua lupa ada ulangan matematika hari ini!" ucap Kevin sembari lari ngibrit menuju kelasnya.
Walaupun Kevin terlihat bodoamat dengan sekolahnya, tentu saja ia tetap memikirkan sekolahnya ia tentu tidak mau untuk tidak lulus.
Melihat Kevin yang lari dan terlihat sangat panik, Ilona hanya tertawa sembari menggeleng.
"Ilona!"
Seketika Ilona mendongakkan kepalanya menatap seseorang laki-laki yang tingginya sedikit lebih tinggi dari nya.
"Loe? Loe Morgan kan?" tanya Ilona, ia sedikit terkejut dengan kehadiran Morgan.
"Iya, gua Morgan!" ucap Morgan sembari tersenyum dan menatap Ilona lekat.
Ilona mengerutkan dahinya ketika melihat tatapan Morgan yang begitu sangat lekat menatapnya.
"Gua duluan mau ke kelas!" ucap Ilona berbalik hendak berjalan masuk ke dalam kelasnya yang berada di ujung sebelah kantin.
Tetapi ia merasakan adanya memegang tangannya tentu saja itu tak lain dari Morgan. Ilona memutar bola matanya malas, ia menghadap kembali kepada Morgan.
Sudut bibir laki-laki itu terangkat sedikit, "Entah kenapa ketika gua liat wajah loe! Gua bakalan keinget sama seseorang yang berarti di hidup gua!"
Ilona tak paham maksud dari perkataan Morgan, lelaki itu sedikit maju.
"Mau ngapain loe!" pekik Ilona.
"Loe anak kelas mana?"
"Kepo!"
Ilona melepaskan tangan Morgan lalu berjalan pergi dari sana. Saat di perjalanan ia bertemu dengan Justin, Ilona tidak menghiraukannya.
"Kamu mau kemana?"
"Ke kelas, udah mau masukan soalnya!" ucap Ilona.
Tentu saja Ilona harus bersikap baik kepada Justin. Justin menatap tajam ketika melihat Morgan yang berdiri disana.
"Loe suka sama dia?' tanya Justin sembari berjalan mendekat dengan tetap menatap Morgan tajam.
"Bukan urusan loe!"
"Dia punya gue!" sahut Justin.
Ck, Morgan berdecak malas kenapa ketika ia suka dengan seseorang pasti Justin yang akan menjadi saingannya.
"Emang udah jadi cewe loe?"
"Kalau sekarang belum, tapi gua pastiin kalau Lona bakalan jadi milik gua! Dan gua pasti bakalan dapat lebih cepat daripada loe!" ucap Justin dengan penuh percaya diri.
Mata Morgan pun seketika menatap tajam kepada Justin. Sudut bibir Justin terangkat, ia memegang bahu Morgan lalu berbisik.
"Siap-siap loe bakalan kalah saing lagi sama gua!"

KAMU SEDANG MEMBACA
ILONA
Teen FictionTanggal 11 November merupakan tanggal kematian adik Ilona bernama Luna, sejak saat kematian adiknya Ilona hidup Ilona di penuh dengan dendam nya. Pasal nya Luna merupakan adik kesayangan Ilona, Luna pindah sekolah hanya untuk membalas dendam kepada...