"Bisakah kau menandatangani kontrak pernikahannya sekarang?"
"Mengapa aku harus melakukannya sekarang, Bukankah kau mengatakan jika aku harus menandatangani kontrak setelah anakku sampai di Seoul?"
"Agar ibuku percaya."
"Ibumu..? Maaf, jika seperti itu aku keluar dari rumahmu saja. Aku terlalu takut kepada ibumu.."
"Mengapa kau takut? Bukankah dulu kau sering membentak dan mencaci ibuku?"
"Apa!? Aku tidak pernah melakukannya! Justru ibumu lah yang menghina keluarga ku dan mencaci-maki ku, hiks."
pip
Hyunsuk langsung mematikan telfon tersebut secara sepihak, ia terlalu sakit untuk mengingat kejadian-kejadian di hari itu yang tidak hanya membuat mentalnya sakit, fisiknya juga.
"Ah, mengapa aku menangis, seharusnya aku tidak boleh lemah lagi..."
Marriage contract
"Apa yang dimaksud Hyunsuk? apa cerita mama itu bohong semata?" Batinnya ragu.
Pasalnya setelah Jihoon bercerai dengan Hyunsuk, ibunya seperti membuka fakta yang Hyunsuk sendiri itu tidak mungkin melakukannya. Tetapi pada saat itu, Jihoon percaya saja dengan ibunya karena tidak ada bukti, dan dirumah hanya ada ibu, nenek dan Hyunsuk. Meskipun nenek berkata bahwa tuduhan yang diberikan ibunya tidak benar, Jihoon masih ragu ingin memercayai siapa.
Omong-omong mereka sudah selesai makan bersama dan alasan Jihoon ingin Hyunsuk menandatangani pernikahan kontrak mereka adalah keputusan bulat yang dibuat ibunya bahwa 5 bulan kedepan, ia dan Hara Akan menikah.
Karena disana ia tidak bisa cekcok untuk menolak, pada akhirnya Jihoon meninggalkan acara makan-makan itu dan sekarang ia sedang berpacaran dengan tumpukan kertas sialan itu (lagi).
Langit senja seperti ini membuatnya teringat kepada seorang anak kecil laki-laki bernama Jeongwoo Choi. Anak itu seperti senja yang disukai banyak orang, meskipun tingkah laku, gaya berbicara dan cara berbicaranya sedikit ceplas-ceplos.
Matanya juga mirip sekali dengannya. Ia jadi ragu, apa benar Jeongwoo itu bukan anaknya? Apa Hyunsuk berbohong dengannya? Tapi, apa mungkin juga itu anaknya, karena ia hanya sekali melakukan hubungan itu. Itu juga karna Hyunsuk sedang mabuk.
Sudah lah, daripada memikirkan masa lalu, Jihoon kini harus berpikir bagaimana cara mendapatkan tanda tangan Hyunsuk agar ibunya tidak memaksanya untuk menikah dengan Kim Hara.
Bagaimanapun, ibunya pasti sudah bekerjasama dengan ayah Hara untuk tanggal pernikahan mereka.
Andai saja ayah Jihoon masih hidup, Ayahnya akan melarang keras ibunya untuk menjodohkannya dengan Hara. Ah, Jihoon jadi rindu ayahnya...
"Song Nam!"
"Iya, Presidir?"
"Kerjakan berkasnya, saya akan pulang cepat." Ucap Jihoon menyuruh Song Nam mengerjakan kertas-kertas yang menumpuk.
"Baik, Pak."
"Ueueue, siap-siap lembur deh kalo gini huhu," Ucap Song Nam dalam Hati.
Jihoon pun keluar dari perusahaannya, tapi tiba-tiba Kim Hara datang dengan buah-buahan di tangannya. Hadeh, semoga saja dia tidak disapa, malas sekali dia untuk berbincang kepada perempuan ini.
"Kak Jihoon!"
Jihoon memutar bola matanya malas, Mengapa harus disapa sih?
"Pas banget Kakak keluar, ini ada buah, jangan lupa dimakan ya!"
"Aku alergi buah, dan bukannya sudah aku bilang untuk berhenti, Kim Hara?" Ucap Jihoon.
"Meskipun kakak mengatakan untuk berhenti, aku tetap tidak akan berhenti kak!"
"Jangan terobsesi dengan ku, jika kau masih terus mengejarku aku akan memberikan fakta yang cukup menyakitkan untukmu," Ucap Jihoon yang membuat Kim Hara ingin menangis.
Sambil menahan tangis Kim Hara mencoba bertanya, "Memang apa faktanya?"
Jihoon smirk, "Fakta bahwa aku sudah memiliki anak dengan Hyunsuk," Ucap Jihoon santai.
"Bohong! Kau kira aku percaya, Huh? Selama belum ada bukti yang kuat, aku tidak akan melepaskan mu kak!" Ucap Hara.
"Kau percaya atau tidak itu bukan urusan ku, selamat malam." Ucap Jihoon lalu meninggalkan Hara sendirian dengan buah yang berada di tangannya.
"Argh!!! Awas saja kau kak, kau akan tetap menjadi milikku! aku akan menyuruh ibumu untuk tidak menghubungi Choi Hyunsuk sialan itu lagi!" Ucap Hara dalam hati yang memendam rasa kesal kepada Choi Hyunsuk.
Rumah tangga Hyunsuk dan Jihoon rusak juga sebab Kim Hara yang menyuruh ibu Jihoon untuk membuat Hyunsuk down dan tidak kuat lagi berumahtangga bersama Jihoon. Nyatanya ia berhasil memisahkannya.
Setelah berhasil, dia terus-terusan caper (cari perhatian) Jihoon agar ia dilirik, ya meskipun Jihoon lebih menyayangi kertas sialan itu daripada perempuan yang murah.
Marriage Contract
"Aku pulang."
Hening, Dimana Hyunsuk? Mengapa ia belum pulang sampai sekarang, padahal ia pulang cepat karena ingin mendengar langsung dari Hyunsuk perilaku ibunya kepada dirinya. Dan apa ini ada hubungannya dengan Hara?
Karena khawatir, Jihoon pun mengecek lokasi Hyunsuk saat ini. Tunggu, kenapa ia ada di apartemen yang sangat jauh dari rumahnya? Apa ia berniat membelinya? Tidak bisa dibiarkan! Jika Hyunsuk membeli apartemen itu, bagaimana nanti jika utusan nenek melihat nya?
Jihoon pun terburu-buru mengambil kunci mobilnya dan menyalakan mesinnya lalu menyetir nya dengan sangat cepat.
Setelah 1 jam setengah akhirnya dia pun sampai di apartemen ini, wah terlihat seperti apartemen mahal, dan mengapa Hyunsuk bisa sampai disini, apa yang membuat nya kemari, pertanyaan itu terus berputar di otak Jihoon.
Jihoon memarkirkan mobilnya didepan cafe yang berada di sebrang apartemen. Oh wait, yang berada didepan cafe itu Hyunsuk, kan? Ia tidak salah lihat, itu pasti Hyunsuk! Mengapa ia bersama Laki-laki lain?
Dengan perasaan cemburu, Jihoon menghampiri mereka berdua yang asik berbincang-bincang.
"Hahaha, Iya! Terus gimana itunya, boleh ga nih? Aku butuh banget!" Tanya Hyunsuk.
"Boleh aja sih kak, besok saja kakak datang kemari lalu aku beri kuncinya dan melihat-lihat kedalam,"
"Wahh, makas--"
BRAK!
"Choi Hyunsuk!"
Marriage contract
Hai Hai!
aku kembali lagi
&
ak akn pergi lagi
baii baii
KAMU SEDANG MEMBACA
Marriage Contract
FanfictionOn Hold "Pernikahan kontrak ini terjadi karena nenek." [warn!] • Short / Long AU • Hoonsuk • bxb • bahasa sedikit baku • m-preg 🔞 Story by : ©Ochiknmto, 2022 dec → now
