Part 2 - Merindu

11 0 0
                                        

London, 02.00 Malam

Seorang pria baru saja memasuki ruangan bercat silver dengan dekorasi modern, Melvin Dwi Alzahaer. Dia melepaskan jas yang melekat pada tubuhnya dan dasi yang mencekat lehernya, setelah itu dia lemparkan kesembarang tempat. 

Sembari berjalan ke arah sofa panjang, dia membuka beberapa kancing atas kemejanya dan berakhir dengan menghempaskan tubuhnya di sofa tersebut. Lelah, sangat dia rasakannya saat ini. 

Perlahan kantuk mulai menguasainya, refleks dia memejamkan mata dan menaruh lengannya di sana.

Beberapa menit kemudian dia terbangun dari tidur singkatnya, rasa laparlah yang mendorong dan menuntunnya saat ini menuju dapur. 

Dia mulai memeriksa beberapa pintu lemari dan kulkas untuk mendapatkan makanan yang akan disantapnya saat ini, tapi pilihan yang tersedia tak cukup banyak. Hanya ada roti tawar, telur, kopi dan susu. Melihat bahan makan yang dia punya saat ini, sungguh membuatnya tak berselera.

Jika saja bukan karena dedikasinya pada pekerjaan, mungkin dia sudah memesan tiket menuju Jakarta dan menyambangi rumah kekasihnya untuk menyantap makanan buatan calon Ibu mertuanya. Tanpa alasan yang jelas, seutas senyuman terlukis di wajah pria itu.

"Sayang, aku sangat merindukanmu saat ini," rancaunya. Bahkan sekarang dia mulai tertawa, tapi tak terdengar lepas seperti tawa orang pada umumnya. "Wah! Sepertinya aku mulai gila," ucapnya dan setelah itu dia tertawa lagi.

Hal tersebut berlangsung beberapa saat, sepertinya pria itu sangat merindukan kekasihnya yang berada di Jakarta. Dan yang kembali menyadarkannya adalah rasa lapar yang sebelumnya dia lupakan. 

Selanjutnya dia mengambil dua lembar roti tawar, lalu meletakkannya pada pemanggang dan memanaskan susu dalam panci kecil. Setelah selesai, dia melangkahkan kaki meninggalkan dapur sembari membawa roti panggang yang telah dioles mentega dan segelas susu hangat menuju ruang tengah. 

Dia ruangan tersebut dia berdiri di samping kaca lebar yang memperlihatkan pemandangan kota London di malam hari, ditempat tinggalnya saat ini yang berlantai 10 pada sebuah apartemen.

Tak butuh waktu lama, salah satu tangannya yang tadi memegang roti kini telah berganti dengan ponsel. Dia memandangi layar ponselnya yang sedari tadi hanya dia geser untuk melihat foto-foto, hingga gemarinya berhenti bergerak pada foto seorang gadis berambut panjang dengan dress pink tengah duduk di kebun bunga sembari tersenyum manis dan memangku seekor anjing.


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Ahhh~ dia ingat, itu adalah foto liburan terakhir mereka sebelum dia berangkat ke London. Lalu sebuah senyuman syarat akan kebahagiaan dan rasa syukur terukir di wajahnya, bagaimana tidak, liburan mereka nyaris batal karena kesibukannya mempersiapkan pekerjaan yang hendak dia bawa ke London. 

Tetapi beruntung, gadis itu selalu di sisinya dan membantunya –hingga akhirnya mereka dapat pergi. Tak lupa mereka membawa Snowey, anjing kecil yang dulu mereka temukan di jalan juga mereka rawat hingga sekarang dan telah menjadi bagian dari keluarga.

Suami Posesif : Istri yang DitukarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang