08

1.4K 155 0
                                        

Regis yang dengan panik masuk ke kamar mereka dan melihat Cale yang terbaring dengan dokter Shion yang duduk di samping ranjang.

"Bu Shion apa istriku baik baik saja"

"Untuk sekarang baik baik saja , Nyonya terlalu banyak pikiran dan itu membuatnya merasakan stres berat . Untung saja kandungannya kuat dan keadaan ini tidak terlalu mempengaruhi bayi di dalam kandungan"

"Namun akan lebih baik untuk Tuan Duke memberi perhatian ekstra agar Nyonya tidak terlalu terpaku pada perasaan buruk dan berakhir membebani pikirannya"

"Anda bisa menunggu nya sadar dalam beberapa jam lagi , resep ramuannya akan saya berikan pada Hans untuk mengurusnya"

"Terima kasih bu Shion , kamu bisa pergi sekarang"

"Saya permisi Tuan Duke"

..

..

Regis duduk di kursi samping ranjang sebari menggenggam tangan istrinya dengan erat. Perasaannya sangat kacau karena kehadiran Keluarga Henituse yang membuat kondisi istrinya menjadi buruk.

Seharusnya hari ini Cale akan berada di Istana bersama Alberu dengan perasaan yang bahagia , namun kedatangan para bajingan Henituse telah membuat kebahagiaan istrinya musnah dan di gantikan dengan penderitaan.

Beberapa waktu yang lalu Regis telah memerintahkan Luke untuk memberi kabar pada Alberu yang pastinya tengah menunggu kedatangan Cale ke Istana.

Dalam waktu singkat Alberu telah membalas suratnya dan akan berkunjung hari esok.

"Hyung "

Suara lemah dan serak dari Cale membuat lamunan Regis buyar dan segera melihat istrinya yang sudah sadar dari pingsannya.

"Dear , minumlah dulu"

Meski merasa bahagia dan ingin memeluknya sesegera mungkin , namun ada yang lebih penting dari itu.

Istrinya pasti butuh minum karena suaranya yang serak dan sangat lemah terdengar saat memanggilnya.

Dengan hati hati , Regis naik ke ranjang dan membawa Cale untuk bersandar padanya. Dia membiarkan Cale minum terlebih dahulu sebelum banyak bertanya.

"Terimakasih hyung "

Regis meletakkan gelasnya di nakas dan segera memeluk Cale dari belakang. Tepukan ringan telah Cale berikan pada suaminya yang masih betah mendekapnya.

Dalam sandaran suaminya , Cale merasa lebih tenang dan memilih menikmati perasaan baru yang dia rasakan dari ke khawatiran suaminya.

Tumbuh di abaikan dalam keluarganya membuatnya tidak terbiasa menerima perasaan khawatir selain dari Hans yang selalu bersamanya.

Saat ini untuk pertama kalinya Cale merasa berharga. Karena ada orang yang menghawatirkan nya selain Hans seorang.

"Hyung , baby baik baik saja kan"

Regis yang masih membenamkan dirinya dalam ceruk leher istrinya menjawab dengan lembut.

"Baby sangat kuat , itu pasti karena mamanya lebih kuat darinya. Jadi dalam keadaan apapun kalian akan tetap kuat"

"Jadi aku sangat kuat ..?"

"Tentu saja , kalian sangat kuat. Papa sangat bangga pada baby yang tetap kuat bersama mama"

"Apa mereka sudah pergi hyung..?"

"Apapun yang membuat istriku tidak bahagia pasti akan ku jauhkan sejauh mungkin"

"Mereka tidak akan bisa masuk ke Wilayah ini tanpa ijinku"

"Mulai sekarang jangan pikirkan apapun tentang mereka , jika itu membuatmu sakit maka biarkan ingatan tentang mereka menjadi masa lalu"

Marriage LifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang