10

1.3K 140 7
                                        

Cale yang merasa lengket menggeliat dalam tidurnya , melakukan kegiatan panas dari siang hingga larut malam membuat tubuhnya terasa lelah.

Itulah kenapa di pagi buta seperti ini , Cale memilih bangun untuk membersihkan dirinya.

Dengan gerakan pelan dia melepaskan pelukan suaminya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Cale berdiri di depan cermin yang terletak di dalam kamar mandi , sejak mereka menikah suaminya mulai memiliki beberapa hobi aneh saat melakukan kegiatan panas mereka.

Salah satunya cermin yang ada di kamar mandi dan itu membentang luas seperti tembok di sisi kanan kamar mandi .

Dia selalu mengatakan betapa indahnya pemandangan kacau miliknya dan ingin dia melihatnya sendiri lewat cermin.

'Sangat memalukan untuk melihat tubuhku sendiri penuh dengan tanda merah yang merupakan karya dari suamiku sendiri'

'Sebenarnya apa yang dia pikirkan sampai membuat tanda di pan**t ku juga'

'Tidak. Aku harus mandi sekarang juga , jika hyung bangun maka ini tidak akan berakhir dengan mandi biasa'

..

..

Cale yang baru selesai mandi di suguhi pemandangan telanjang suaminya yang berdiri di balik pintu kamar mandi dengan tidak tau malunya.

"Ya...! Kamu membuatku terkejut hyung"

"Sejak kapan suamiku ini mengembangkan kebiasaan narsisme seperti ini"

"Gunakanlah handuk untuk menutupi tubuhmu"

"Tapi Dear , aku ingin menunjukan karya cantik milikmu yang kamu ukir di tubuhku"

Wajah Cale seketika berubah merah menyaingi warna merah surai nya.

"Ya...! Pergilah mandi dan buang hobi aneh mu itu"

Dengan langkah terhentak penuh rasa malu , Cale pergi mencari baju setelah mendorong suaminya masuk ke kamar mandi.

'Bener bener deh , bisa gak sih sehari aja gak bikin aku malu kaya gini'

Cale merasa wajahnya sangat panas saat mengingat betapa agresifnya dia untuk memberi tanda yang sama banyaknya dengan tanda yang di tinggalkan suaminya di tubuh putihnya.

..

..

Kantor suaminya kini sering kosong karena di tinggal pemiliknya mondar - mandir ke Istana untuk rapat.

Meski mereka mencoba mejalani hari hari seperti biasa , nyatanya hati mereka gusar untuk menghadapi perang yang bisa pecah kapan saja.

Apalagi kehamilan Cale ataupun Alberu membuat perasaan mereka menjadi lebih sensitif dan perasa pada segala hal di sekitar mereka.

Memiliki suami yang merupakan kekuatan terbesar di Kekaisaran Roan membuat mereka harus tabah dan rela saat suami mereka di haruskan berdiri sebagai garda terdepan di medan perang.

Jika di katakan tidak khawatir tentunya bohong , jika saja posisi mereka bukanlah penguasa wilayah apalagi pemimpin negri maka mereka akan memilih diam tanpa perlu memikirkan peperangan.

Namun sayangnya posisi yang tinggi membuat mereka harus memikul tanggung jawab yang sesuai dengan posisi mereka.

Alberu dan Cale hanya memiliki selisih dua bulan dalam kehamilan mereka , di usia kandungan yang sudah ke 6 bulan Alberu harus siap untuk keadaan apapun , begitu pula untuk Cale yang kandungannya masih 4 bulan dan cukup rentan untuk di bawa lelah.

Marriage LifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang