empat 🔞

2K 185 24
                                        

| bonanza by Lcourage |
 


Mmhhh… A-ahh… Pindah nghh~

Masih di tepian kolam, Baekhyun terjebak. Bagian bawahnya sudah mengeras karena terus digesek lutut Yeol. Sedangkan lehernya nyaris mati rasa. Dia sudah memiringkan kepalanya cukup lama sebab kini Yeol tengah menginvasi tulang selangka serta leher jenjangnya.

Lidah panas pria itu menyapu permukaan kulit Baekhyun, sesekali menghisap dan memberikan tekanan main-main dengan maksud menggelitik. Kadang Yeol juga sengaja menggigitnya, tidak cukup pelan atau keras, tapi cukup untuk membuatnya menahan jeritan di sela desahan yang tak putus-putus.

“Pindah ke mana?”

“D-dalam…”

Slurp.

Bibir Yeol yang bak vacum itu berpindah ke pundak belakang, masih dengan posisi yang sama. Jika bukan karena kakinya yang masih menggesek selangkangan Baekhyun, suami mungilnya itu pasti sudah tenggelam karena tak mampu membuat dirinya mengapung di atas permukaan air sekaligus tak ada yang menahan bobot tubuhnya.

“Bagaimana dengan dapur? Lihat! Pintunya terbuka.”

“K- ahhh~ kamar. Yeol… please!

“Katakan. Kami tidak impoten.”

“Kau… Nghhh~” Baekhyun melenguh kencang sebab gigi Yeol mulai menyerang puncak dadanya dari balik kaos tipis yang dia kenakan. “…kau tidak… t-tidak impoten.”

“Chanie juga.”

“A-aku belum lihat.”

Yeol menghentikan aksinya di dada Baekhyun dan bersiul. “Wah, baiklah. Aku tidak impoten. Dan kau tidak akan menceraikanku. Deal?

Fuck!” Baekhyun mendongak, memamerkan lehernya yang sudah dihiasi banyak tanda, tatkala miliknya menyemburkan sesuatu dibalik celana renang ketatnya. Dia tersengal hebat, sementara iris coklatnya mengintip di balik kelopak yang setengah terpejam. “Deal…

Yeol menyeringai senang mendengar jawaban lirih Baekhyun pasca orgasmenya. Padahal dia hanya menjepit satu nipple suaminya dan membuat milik mereka saling bergesekan.

“Kau sensitif sekali, sayang.” 
 

| bonanza by Lcourage |
 


Yeol menggendong suaminya ala bridal setelah memasangkan handuk kimono di tubuhnya. Kamar tamu di lantai bawah menjadi pilihan, sebab berbahaya menaiki tangga sambil menggendong seseorang dalam keadaan tubuh yang sama-sama basah.

Baekhyun tampak sangat kacau. Dia bahkan enggan menunjukkan wajahnya dan hanya bisa bersembunyi di ceruk leher Yeol. Tapi ketika diturunkan dan didudukkan di wastafel kamar mandi, mau tak mau dia pun harus tetap menghadapi suaminya itu.

“Aku yang salah di sini, jadi aku minta maaf. Kita akan berbicara setelah kau mandi. Aku juga akan mandi di kamar lain.”

Tak kuat ditatap langsung oleh manik Yeol, Baekhyun menunduk tanpa membalas ucapannya.

“Kau ingin dimandikan?”

“Tidak usah!” serunya dengan netra membola. “A-aku bisa sendiri.”

Yeol tersenyum, lalu mengecup keningnya sekilas. “Kalau begitu, aku tinggal sekarang. Hati-hati lantainya licin.”

Baekhyun langsung loncat dari wastafel saat pintu kamar mandi ditutup. Dia pun membuka pakaian basahnya dan mengerang malu melihat sisa-sisa cairannya yang masih menempel di celana.

“Ada apa denganku? Kenapa begitu saja bisa membuatku klimaks sehebat ini?” 
 

| bonanza by Lcourage |
 


Selesai membersihkan diri dan berpakaian dengan layak, Yeol menunggu Baekhyun di ruang makan. Ada 2 porsi sandwitch di meja serta susu hangat dan kopi hitam.

“Kita ngobrol sambil makan tidak apa-apa?”

Eung…

Di sana tak lagi nampak sosok Byun Baekhyun yang sebelumnya diperlihatkan. Kini carrier mungil itu sudah jauh lebih tenang dan sangat penurut. Aura menakutkannya menghilang tanpa jejak, membuat Yeol senang dan bangga.

Mudah sekali menjinakkannya.

“Begini, Baekhyun...” Yeol akhirnya menjelaskan situasinya semalam. Dia juga tidak lupa untuk menjelaskan situasi Chan. Untung saja Baekhyun bisa paham dan menerimanya. Namun ada sedikit yang tidak dia pahami.

“Jadi, kalian sepakat untuk bergilir?”

“Ya, betul. Kau akan kewalahan menghadapi kami sekaligus.”

“Dan bagaimana caranya memutuskan siapa yang memulai duluan?”

“Chanie yang putuskan. Karena aku adiknya, jadi dia mengalah. Sesederhana itu.” Yeol menjeda. “Tapi jika kau punya pendapat sendiri, kami bersedia mendengarkan.”

“Aku… boleh ikut memutuskan?”

“Tentu saja. Jika ingin melakukannya bersama juga boleh. Sebentar lagi Chanie akan sampai.” Seringai Yeol kembali terlihat tatkala Baekhyun meragu di tempatnya. “Bagaimana? Mau melanjutkan yang tadi bersamaku… atau… menunggu Chanie pulang?”

Pilihan yang sangat menjebak. Baekhyun tak bisa menjawabnya tanpa berpikir panjang. 
 

| bonanza by Lcourage |
 


A/N:

Pilih mana? Pilih mana?

191222

bonanzaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang