Jordan-Ursa

295 23 6
                                        

Pada suatu pagi di lingkungan Kampus, tampak seorang Alpha dan Omega yang berjalan berdampingan dengan tangan si Omega melingkar pada lengan kekar Alphanya. Ketika mereka berjalan menuju lorong yang mengarah pada perpustakaan, atensi Alpha, Beta, maupun Omega yang berada di sana langsung teralih menatap pasangan tersebut.

"Good morning Ursa, Tama."

"Good morning!"

"Hi Ursa! Morning!"

"Hey, Morning too ya!"

"Ah, our main couple in this story. Morning Tama and Ursa, have a great day."

"Morning, have a great day too!"

Begitulah kehidupan mereka setiap pagi di kampus, terutama Ursa. Karena pemuda itu akan selalu disapa ketika ia lewat. Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak Alpha yang mengincar Omega cantik yang merupakan primadona kampus tersebut. Sayangnya, Ursa sendiri sudah memiliki Alpha, yaitu Tama, adek tingkat yang berbeda jurusan dengannya. Meski ia tidak pernah meresmikan, atau berbicara kepada orang-orang bahwa Tama adalah Alphanya, tapi dapat terlihat dengan jelas dari perlakuan mereka berdua terhadap satu sama lain.

Tama yang tidak pernah absen mengantar Ursa sampai ke kelas atau perpustakaan, Tama yang selalu menjemput Ursa di setiap kesempatan, Tama yang selalu ditemukan sedang jalan-jalan berdua dengan Ursa, Tama yang selalu hadir membawakan makanan kesukaan Ursa, dan sebagainya. Ini adalah alasan yang kuat dari rumor yang mengatakan mereka benar-benar memiliki hubungan lebih dari teman.

Rumor lain, beberapa Alpha ada yang menentang bahwa Ursa sudah dimiliki oleh Tama, karena mereka tidak menemukan tanda claim pada leher Omega cantik itu. Jikalau Tama dan Ursa memang punya hubungan khusus pun, bila belum ada tanda claim, berarti Ursa masih bisa direbut Alpha lain. Hal itu membuat mereka merasa memiliki harapan agar dapat menandai Ursa menjadi milik mereka, jika ada yang mampu.

Satu rumor lagi yang masih simpang siur—belum ditemukan secara pasti kebenarannya, adalah rumor bahwa Ursa dan Tama sebenarnya memiliki ikatan darah. Dengan kata lain, bisa dibilang masih satu keluarga. Beberapa orang yang mendapatkan informasi tersebut berkata bahwa sumber dari penyebaran rumor itu menceritakan ketika ia ikut Ayahnya melakukan kerja sama dengan Ayah Tama. Ia terkejut menemukan bingkai foto keluarga yang tampak bahagia bersama tiga anaknya di sana. Dua di antaranya adalah Ursa dan Tama. Ia juga bilang, dua orang itu memiliki marga yang sama. Namun, tidak ada bukti konkret karena Ursa maupun Tama tidak memiliki marga di akhir namanya pada setiap daftar nama-nama mahasiswa.

Meski begitu, Alpha dan Omega tersebut tampak tidak peduli dengan keadaan dan membiarkan segala rumor yang ada begitu saja. Mereka tetap bersikap selayaknya sepasang kekasih tanpa mengonfirmasi benar tidaknya ketiga rumor itu.

"Udah sampe, belajar yang bener ya. Kalau ada apa-apa, text or call me, okay?" Ucap Tama sembari membelai pipi Omega di depannya lembut, sementara Ursa menjawab dengan anggukan juga senyuman manisnya.

"Let me hug you, and let my scent leave a trace on your body so the others Alpha know that you're mine."

Ursa langsung memeluknya tanpa aba-aba, membiarkan kepalanya bertengger di bahu pemuda yang lebih muda darinya. Posisi tersebut membuat keduanya dapat mencium pheromone satu sama lain, Ursa mencium aroma menyegarkan dari pasir pantai, ganggang, dan air laut yang terkandung asin garam, pheromone seorang Tama. Sementara Alpha yang memeluknya erat kini mencium aroma pedas dari rempah-rempah seperti bubuk lada, cengkeh, dan kayu manis. Aroma tersebut terlalu kuat untuk ukuran seorang Omega, dan hal itu cukup langka ditemukan mengingat mayoritas para Omega memiliki pheromone yang manis atau segar. Tapi bagi Ursa, pheromone-nya justru menjadi daya tarik juga membuatnya tampak unik.

Insecurity | JjUs x TaBarcode [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang