_Chapter 6_

530 44 10
                                        

"Heyy ayo bangun kita harus latihan"

"Hah.. Knp ketua bangunin nya pagi pagi si.. Ish.. "

Suasana pagi pada markas besar itu sangat ramai. Ada yng sedang bersiap siap. Ada juga yang sarapan. Disana aku hanya duduk di bawah pohon. Ditemani oleh secangkir teh dan sepiring penuh buah jeruk.

"Hey pki, kau dipanggil pimpinan" sebuah suara menghancurkan acara pagi ku.

'Apa lagi dengan mereka itu, apa mereka tak bosan dengan wajah ku?.. Heh'

"Ya baik aku akan kesana, terimakasih atas pemberitahuan nya" ucap ku.

-
-
-

Aku pki. Anak dari raja majapahit dan ratu zamrud katulistiwa. Aku saat ini sedang berada di markas utama militer dunia. Untuk apa? Ya tentu belajar militer. Semua keluarga ku punya riwayat militer, jadinya aku juga harus punya.

Pada saat pertama masuk aku langsung dilirik para anjin- ah maksud ku pimpinan disini. Entah apa alasanya. Kadang para pimpinan itu memanggilku ke ruangan mereka hanya sekedar bermanja manja dengan ku. Oh Tuhan..

Saat latihan aku juga yang terus di perhatikan. Oh ayolah aku tau aku tampan, tapi ga gini juga. Pancen koyok setan. Kesialan lainya yang kudapat adalah, aku... Dianggap.. Perempuan.

Asu rek rai mbarik koyok ngene di kiro wedok.

Apa lah yang mereka pikir kan. Apa hanya karena rambut panjang ku? Hey! kakak ku juga punya dan dia masih dianggap lanang.
Huh orang orang aneh!

-
-
-

Berjalan di Koridor lantai atas sebuah gedung. Aku bergumam tentang nasib ku disini. Mulai dari mendapat "perhatian" dari para anjin- pimpinan disini, lalu sampai aku dianggap seperti perempuan.

Tiba di ujung ruangan aku lalu memutar knok pintu yang berada di sana.

//ceklek..

Berjalan masuk. Dan lalu bertemu dengan tatapan mengerikan mereka.

"Hormat kepada pimpinan besar" ku letakan tangan kanan ku di dada lalu membungkuk guna memberi hormat.

Setelah nya aku bangun. Dan ya.. Mereka menatap ku. Terdapat tiga orang aneh disini.

"Ada keperluan apa tuan? " aku bertanya dan mereka.. Tetap menatap ku. Ah aku tak suka situasi ini.

"Keperluan mu hanya menemani kami disini. " jawab soviet selalu pimpinan tertinggi disini.

"Kemari lah duduk disini" ujar nazi, sama dengan soviet ia juga pimpinan tertinggi disini. Ya kalian tak salah dengar! Ada lebih dari satu pimpinan disini. Semua nya berjumlah delapan. Dan semuanya.. Gendeng.

Aku berjalan ke arah nazi. Lalu duduk di samping nya.

"Bukan disitu, tapi disini. " ia tiba tiba langsung menarik ku di pangukannya. Lalu tangan nya langsung menempel di pinggang ku.

"Hah.. Jangan lagi.. " gumamku.

"Heh..kau egois sekali nazi, pki seperti nya keberatan dengan perilaku mu. Ya kan pki? " sekarang pimpinan je(J.E) malah melontarkan pertanyaan yang membuatku terpojok.

Jika aku menjawab ya, pasti nazi akan marah lalu terjadi pertengkaran besar. Lalu jika ku jawab iya je yang akan marah dan kesal. Apa pun jawaban nya pasti akan menemui jalan yang sama.

"Huft.. "Menghela nafas guna menenangkan pikiran ku.

" pki? Benar kau keberatan? "Ucap nazi sambil menatap ku dengan senyum " ramah" nya. Oh tida-. Butiran keringat mengiasi wajah tampan ku karena ekspresi nazi.. Sangat. Menyeramkan.

𝙍𝙚𝙞𝙣𝙘𝙖𝙧𝙣𝙖𝙩𝙞𝙤𝙣 𝙊𝙛 𝙏𝙝𝙚 𝘾𝙪𝙧𝙨𝙚𝙙 𝙊𝙣𝙚Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang