SEVEN(TH) RINGS
•
•
•
•
•
MAD CITY
2030
|
|
|
|
Suara gelegar gemuruh nan kencang yang berasal dari langit saling besahutan dengan gelapnya awan yang menemani hari yang makin beranjak malam membuat Dokter Park menatap ke arah langit dari dalam mobil, ia meremas kendali mobil yang digunakannya kemudian segera meraih ponsel dari sakunya.
Dengan cepat dirinya mengirimkan pesan teks seperti janjinya bahwa ia akan rutin mengabari dengan pesan teks pada penjaga yang berada di peternakan miliknya agar menyampaikan pesan pada kedua wanita yang tengah bersembunyi di sana. Dapat ia pastikan mereka pasti sudah menantikan kabar dari dirinya sejak saat mereka melihat Frost di serang saat mengantar mereka ke terminal hari itu.
'Katakan pada Sohee dan Bibi Ko, saat ini kami baik-baik saja. Ini pesan pertamaku, kami sedang berada di Rumah Sakit, Frost hidup kembali setelah kejadian itu dan Sungchan saat ini tengah bersama dengan Frost berniat menyelamatkan beberapa orang, setelahnya kami akan pergi ke tempat aman. Kalian tidak perlu khawatir.'
Dokter Park membaca sekali lagi pesan yang akan dikirimkan olehnya, setelah yakin dengan apa yang sudah diketik olehnya ia segera mengirim pesan tersebut. Dirinya berharap segera mendapat balasan agar ia tahu keadaan kedua wanita itu dan peternakan saat ini baik-baik saja tak seperti keadaan di sini.
Cukup lama menunggu balasan Dokter Park meletakkan ponselnya kembali pada dasbor dihadapannya. Dan memutuskan untuk menghidupkan radio sebagai teman agar dapat membunuh kesepiannya di dalam mobil seorang diri.
Runtuhan dinding bergetar dan bergerak terangkat, di balik sana terlihat sang iblis Asmodeus menyingkirkan serpihan bebatuan dari dinding keras yang tadi terhantam oleh tubuhnya hingga membuat pelindung bagian luar rumah sakit tersebut hancur berkeping-keping dengan tinju miliknya, kedua matanya terlihat memicing dengan rahang yang mengeras menahan marah, jelas saja.
Dirinya bangkit berdiri dengan menahan rasa kesal luar biasa didadanya sembari membersihkan debu yang mengotori tubuhnya, luka garis lurus di dekat matanya menjadi memerah menyala dengan netra yang juga turut bersinar dengan terang karena rasa kesal yang terasa membakar jiwanya.
Apa baru saja anak dewa sialan itu menyerangnya dengan sebuah sambaran petir? Sialan, seumur hidupnya ia tidak pernah tersambar petir sekuat tadi.
Ia mendengar suara perkelahian dari dalam rumah sakit, sepertinya para anak-anak dewa itu memulai pesta terlebih dahulu tanpa kehadiran dirinya.
Asmodeus berniat untuk segera kembali masuk ke dalam untuk bergabung dengan Umbra mengalahkan Thunder dan yang lainnya, namun langkahnya berhenti ketika ia merasakan energi yang tak asing berada didekatnya.
Energi yang diingatnya terasa begitu besar hingga membuat dirinya dapat keluar dari penjara dari lapis neraka terdalam, energi yang membuat dinding neraka bergetar dan bergejolak kuat di tengah malam hari itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
7(th) RING
FanfictionDunia kacau, terjadi perang dimana-mana karena ulah seorang petinggi yang menguasai 6 cincin terkuat di dunia. Almighty Immortal Element Telekinesis Passion Soul Dia merasa dunia menjadi miliknya saat memiliki cincin tersebut, namun kekuasaannya h...
