Empat Puluh Dua

34 9 0
                                        

Sempiternal
Story by yeolki_

SempiternalStory by yeolki_

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy Reading
🌿



"Bunda tahu dari mana, Stevy berantem sama Sonya?" tanya Stevy dengan kebingungan dan sesekali mengusap air matanya cepat.

Tatapan bingung Stevy itu malah dijawab tawa kecil oleh bundanya. "Waktu teman-teman kamu ke sini, cuman Sonya yang enggak ikut. Bunda sempat tanya ke teman-temanmu dan benar dugaan Bunda, kalian berantem."

"Gara-gara cowok, 'kan?" Sonia bertanya kemudian dengan tertawa kecil. Dan berhasil membuat Stevy menatap Bunda kesal.

Ayolah, wanita itu seperti sedang meledek anaknya. Terlebih pertengkaran Stevy dengan Sonya yang memang karena sosok Malvin. Meskipun Stevy tidak memiliki perasaan dengan laki-laki itu, hal ini terlihat memalukan rasanya. Terjebak dalam kisah cinta segitiga.

"Kalau gini ..., Bunda malah teringat sama cinta monyet Bunda dulu," celetuk Sonia lalu diakhiri tawa kecil.

"Cinta monyet Bunda?" Stevy bertanya dengan penasaran yang luar biasa. Bahkan tangis gadis itu sudah tidak kembali menetes. Hal ini malah membuatnya penasaran.

Bunda memang sering bercerita soal masa mudanya. Bagaimana wanita itu bersekolah dulu. Pertemuan antara Bunda dan Ayah. Cerita mereka mengejar restu kakek-ayahnya Sonia-yang katanya sempat tidak merestui Wawan karena memiliki pilihan lain. Lalu, bagaimana mereka menikah dan memiliki Bian setahun setelahnya. Namun untuk hal ini, cinta monyet bundanya. Stevy tidak pernah mendengar ceritanya.

Sebuah anggukan pun diterima Stevy. "Bunda pernah alami hal yang sama seperti kamu. Ada cowok yang diincar Bunda, cuman ternyata dia malah suka ke teman Bunda," jelasnya.

Stevy menganga, membuka mulutnya lebar. Ini seperti kisahnya. Hanya saja, Bunda yang menjadi Sonya. Lalu, teman bundanya menjadi Stevy. "Terus, hubungan kalian sekarang bagaimana, Bunda?" tanyanya penasaran.

Sonia diam sejenak. Wanita itu malah membuka layar dan bersiap berlayar ke laut bernama nostalgia. Sebuah senyum tipis terlihat jelas oleh Stevy. Lalu, wanita itu menjawab setelah sekian lama, "Kita bertengkar hebat waktu itu. Bahkan Bunda enggak mau dengarkan penjelasan dia. Ujungnya, kita jauh-jauhan."

Kisah berlanjut pada Sonia yang menghadiri acara reuni setahun yang lalu. Pertemuannya dengan sang mantan teman, malah terlihat seperti pertemuan dengan orang baru. Canggung. Sonia hanya memberi senyum dan begitu sebaliknya.

"Andai dulu Bunda terima maaf dia, mungkin situasinya enggak bakal begitu." Sonia menghela napasnya panjang. Sedangkan Stevy, gadis itu mengusap lembut bahu bundanya. Seolah kini, Bunda lah yang bersedih.

"Terkadang, Bunda rindu kebersamaan kita. Apa lagi, dia sahabat Bunda. Cuman, Bunda malah memberi jarak sangat jauh," lanjutnya dan diakhiri senyuman tipis.

Sempiternal | Gaeul IVE [✔️]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang