Sempiternal
Story by yeolki_

Happy Reading
🌿
"Stevy!"
Suara tegas yang berat itu terdengar jelas di rungu Stevy. Ia tahu betul siapa pemilik suara ini. Amat tahu. Bahkan tubuh Stevy bergetar ketika mendengar suara ini. Dan memilih menatap si pemilik suara. Ketika semua ketenangan yang ia dapat di sini. Ia malah harus mendapati pria yang sempat dibohonginya tadi, berdiri dengan mata menatap tajam ke arahnya.
"A-ayah," lirih Stevy saat dapati ayahnya kini berdiri dengan emosi memuncak. Jangan lupakan bagaimana Sonia berdiri di sampingnya berusaha menenangkan sang suami.
Stevy melihat ayahnya yang begitu marah. Dengan takut ia beranjak dari tempatnya. Berjalan menghampiri Wawan yang masih ditenangkan Sonia. Masih dengan ketakutan yang sama, Stevy mencoba menatap sang ayah. Senyumnya ia coba ukir. Berusaha terlihat ini hanya kesalahpahaman yang tidak sengaja diciptakan.
"A-ayah, maafin Stevy. S-Stevy tadi ke toko buku dulu, kok. T-terus, Stevy mampir ke-"
Tangan Wawan melesat mengenai pipi anaknya. Pertemuan di antaranya menimbulkan suara yang cukup keras. Berhasil mengalihkan semua orang dan menatap situasi genting ini. Malvin yang melihat itu lantas beranjak. Berniat menghampiri Stevy. Hanya saja, tatapan tajam Wawan menghentikan pergerakannya.
Bian dari kejauhan melihat ini. Ia memang sudah selesai membeli air tadi. Ia memilih memantau adiknya dari jauh bersama Chandra. Namun, Bian tidak menyangka jika Ayah dan Bunda datang. Ia putuskan menghampiri ayahnya, karena memang ini juga termasuk kesalahan Bian. Bian harus lindungi sang adik meskipun terlambat, karena Wawan sudah menampar Stevy tadi.
Di sisi lain, rasa perih terasa di pipi Stevy. Pipinya memerah. Bahkan Stevy masih bisa rasakan sisa tamparan itu di pipinya. Tamparan keras itu berhasil membuat Stevy terdiam membisu. Ternyata benar, Ayah memang tidak menyayanginya lagi.
"Ayah, maafin Bian. Ini juga salah Bian. Tadi, Bian yang memang-"
"Dengan biarin Stevy pacaran dan berani bohong? Kakak macam apa kamu, Bian!" bentak Wawan. Ia sudah tidak peduli pandangan orang lain. Ia hanya ingin mengeluarkan rasa kecewa pada dua anaknya.
"Tapi, Stevy enggak pacaran, Yah. Dia itu cuman temannya, kok," yakin Bian. Sedikit dengan nada memohon berharap Ayah bisa percaya.
"Kamu enggak perlu belain adikmu! Kalau dia salah, kamu enggak perlu bela dia!" Wawan menegaskan ucapannya. Tentu masih dengan emosi yang meledak-ledak.
Di sisi lain, Sonia mengusap bahu suaminya. Wanita itu berujar pelan, "Mas, kita obrolin ini di rumah aja, yuk. Enggak bagus kalau dilihat orang. Lagi pula, Stevy sama Bian udah ketemu, 'kan?"
Wawan menoleh pada istrinya sejenak. "Harusnya kamu bilangin anak kamu itu!" bentaknya.
Pria itu beralih pada Stevy yang masih menunduk. "Bilang ke dia, jangan bikin malu keluarga! Jangan jadi anak pembohong!" bentaknya dengan menekankan kata 'pembohong' pada kalimatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sempiternal | Gaeul IVE [✔️]
Romansa[TAMAT DI KARYAKARSA] Sempiternal [adj] berarti abadi, kekal dan tidak berubah. ----------------------------------------------- Stevy berpikir hubungan persahabatannya akan selalu berjalan mulus, tetapi siapa sangka pernyataan cinta dari sosok Malvi...
![Sempiternal | Gaeul IVE [✔️]](https://img.wattpad.com/cover/332330077-64-k398085.jpg)