[TAMAT DI KARYAKARSA] Sempiternal
[adj] berarti abadi, kekal dan tidak berubah.
-----------------------------------------------
Stevy berpikir hubungan persahabatannya akan selalu berjalan mulus, tetapi siapa sangka pernyataan cinta dari sosok Malvi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy Reading 🌿
Kantin hari ini cukup padat. Beberapa bangku sudah penuh terisi. Kios makanan pun, ramai diserbu para siswa. Termasuk gerobak Pak Bambang yang diserbu dan hampir membuat pria bertopi abu-abu itu kewalahan. Beruntung, Stevy sudah mendapatkan baksonya. Gadis itu tengah memegang mangkuk putih dengan kedua tangannya. Berjalan menuju meja yang sudah ditempati teman-temannya.
"Wih! Stevy berhasil, nih," puji Sonya saat menemukan Stevy kembali dengan semangkuk bakso.
Stevy tersenyum bangga mendengar pujian itu. Ia lalu duduk di sebelah Sonya. Berhadapan dengan Dinda yang tengah membuka bungkusan hitam berisi makanan. "Lo harus tahu, Nya. Gue tadi jerit-jerit biar dapet mangkuk doang," curhatnya.
"Itu cuman mangkuk doang?" tanya Laras yang kali ini penasaran.
Gadis yang ditanyai pun mengangguk dengan wajah lelah. Stevy menyentuh kepalanya dengan kedua tangan. Lalu menarik napas dalam-dalam. "Gue sampai pening waktu ngantri. Pak Bambang juga tadi kewalahan banget," keluhnya.
"Ya udah, nih, Vi. Roti coklat buat lo, biar enggak pening lagi." Dinda menyodorkan bungkusan berisi roti berwarna putih pada Stevy. Gadis itu juga tidak hanya menyodorkan roti pada Stevy. Ia berikan beberapa roti dari bungkusan hitam yang dibawa, pada teman-temannya. Lalu berkata, "Kebetulan, hari ini gue sama Putra udah setahun."
"Please, udah enggak bisa dihitung," jawab Marissa sambil membuka bungkusan roti itu.
Dinda yang mendengar itu lantas berkacak pinggang. Mendengus kesal sambil memanyunkan bibirnya. Matanya menyipit. Ia menatap kawan-kawannya itu bergantian.
"Kalian jahat!" kesalnya dan langsung membuang muka.
Stevy yang tengah melahap baksonya itu tertawa kecil sambil menutup mulutnya dengan tangan, saat mendengar perkataan Dinda. Ia menelan kunyahannya itu sejenak. Lalu, menatap Dinda dengan tawa. "Ayolah, Din. Jangan marah, ya?" bujuknya.
Dinda tidak mau menjawab. Ia malah mendengus napas kesal. Ia bahkan memalingkan wajahnya lagi. Membuat Laras yang duduk di sisi gadis itu tidak bisa berhenti tertawa.
"Kalau lo marah, nanti Putra selingkuh beneran, lho, Din," celetuk Kirana tanpa dosa.
Spontan, Dinda memalingkan wajahnya ke arah Kirana. Menatap gadis itu tajam seolah hendak menerkamnya. Kirana hanya tersenyum lebar menunjukkan deretan gigi dan lesung pipit kecilnya. Sesekali ia mengerlingkan mata. Berharap Dinda memaafkannya.
"Putra enggak bakal selingkuh!" Dinda menegaskan. Masih memasang wajah kesal yang seolah tidak bisa lepas dari darinya.
Sonya yang duduk di antara Stevy dan Kirana itu lantas berujar, "Lah, bukannya kemarin ada yang ketahuan nganter adik kelas, ya?"