Part 7

13 11 2
                                        

          Haris dan Genta sedang perjalanan pulang ke rumah, seharusnya Haris pulang bersama Aneisha tapi motor Haris tiba-tiba saja  mati, Haris membiarkan Aneisha pulang bersama Naima dan Seruni. Aneisha meminta izin untuk me time bersama kedua temannya itu.

Setelah motornya dibawa ke bengkel, Haris menelpon pak Karim untuk menjemputnya tapi yang datang ternyata Genta. Papanya.

Hampir setengah jam mereka bersama, tidak ada pun dari mereka untuk memulai pembicaraan. Haris sengaja fokus dengan handphone di genggamannya, sedangkan Genta memilih untuk fokus menyetir mobilnya. Sampai akhirnya, Genta memecahkan keheningan itu "yiiss".

Haris menoleh ke arah Genta " iya, pah".

" Udah lama suka sama Echa ?".

Haris tidak langsung menjawab pertanyaan Genta, entah mengapa, rasanya cukup aneh Genta menanyakan hubungan asmaranya dengan Aneisha.

"Papa ngapain nanya Haris kaya gitu, Haris malu" omel Haris. Membuat Genta terdiam.

Haris memang tidak dekat dengan Genta,tidak seperti Ziva yang bahkan bersikap manja padanya. Haris cenderung memilih bercerita kepada Rossa dari pada Genta.

"Papa enggak masalah tentang hubungan kalian, kamu tepat memilih Echa, setidaknya otaknya lebih encer dibandingkan denganmu. Tapi awas saja, kalau nilai kelulusan mu jelek, papa bakal suruh Echa, buat jauhin kamu".

Dengan alis yang bertaut, Haris tidak sedikit pun mengalihkan  pandangannya dari Genta. Genta selalu meremehkan kemampuan belajarnya, setidaknya dia akan tetap berusaha ya walaupun nilainya gitu-gitu aja.

Genta tampak tenang mengendarai mobil Pajero sport yang saat ini dibawanya. Dia membiarkan Haris  menatapnya sepanjang jalan.

Akhirnya mereka sampai dirumah, Genta memarkirkan mobil kedalam bagasi dan mematikan mesinnya. Kemudian, Genta menoleh dan terkejut Haris masih diam menatap tajam kearahnya.

"Kenapa?".

Haris hanya menggeleng sebagai jawaban dari pertanyaan Genta.

Haris membuka seatbeal nya dan bergegas dari keluar dari mobil,Genta melakukan hal yang sama tapi disaat menoleh kebelakang ada sebuket cokelat di kursi belakang. Genta mengambilnya ia tahu pemilik buket cokelat ini. Genta punkeluar dari mobilnya.

Genta membaca sticky note berwarna merah muda, menepel dibucket itu.

Dear Aneisha Arsyakayla.
Di makan ya cokelatnya,katanya cokelat dapat merubah mood kita menjadi lebih baik. Salam sayang dari pacarmu yang tampannya mengalahkan Lee Minho.

Genta tertawa geli, rupanya Haris sangat romantis walaupun sedikit alay.

Genta masuk kedalam rumah, tidak ada siapa-siapa, karena Rossa sudah bilang akan pulang bersama Ziva, mereka akan melanjutkan belanja jadi tidak aneh jika rumah ini sepi.

Setelah menaiki beberapa anak tangga, Genta membuka pintu kamar Haris yang kebetulan tidak terkunci. Tadinya ia akan mengejek Haris karena note yang dibacanya, Genta justru terdiam saat mendapati Haris tidur dengan seragam sekolah yang belum diganti. Cepat sekali anaknya ini tertidur.

Genta menyimpan buket cokelat itu di atas meja di samping tempat tidur haris. Setelah itu, Genta bangkit dan berjalan ke arah pintu kamar, sebelum menutup pintu ia menatap wajah Haris yang polos seperti anak kecil. Haris tertidur dengan dengkuran kecil dan mulut sedikit terbuka.

^^^^^^^^^

          Sore menjelang malam. ternyata hujan turun sangat deras, Aneisha sedang menunggu Arga untuk menjemputnya, setelah berbelanja buku dan makan bersama Aneisha, seruni dan Naima berpisah di tempat mereka berbelanja tadi. Arga menyuruhnya untuk menunggu di halte bis yang dekat dengan pusat perbelanjaan, Aneisha mengira akan banyak orang yang sedang menunggu jemputan atau sekedar menunggu angkutan lainnya, tidak ada orang satu pun. Aneisha tetap akan menunggu Arga di halte ini.

Never Be The SameTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang