Part 12

6 0 0
                                        

       Sudah dua bulan  Arga meninggalkan rumah untuk perjalanan bisnis nya, dan sudah dua hari juga Tasya selalu larut malam pulang dari kantor nya.

Entah rasanya sedikit aneh, Aneisha bahkan berpikir bahwa Tasya sering keluar dengan pria yang sekantor dengannya, atau mungkin menjalin hubungan tanpa sepengetahuan Arga. Apa mungkin mimpi yang selama ini Aneisha takutkan,benar terjadi adanya.

Perihal kejadian,saat Aneisha benar-benar yakin perempuan yang ia lihat di parkiran mobil itu adalah Tasya.

"Hai, bee" seru Haris, membuat Aneisha sedikit terkejut. Haris duduk  di kursi kosong yang ada disebelah Aneisha, melipat kedua tangannya dan  menidurkan kepalanya dia tas meja menatap Aneisha.

Aneisha blushing seketika. Dia sempat mengalihkan pandangannya dari Haris  yang kini tersenyum "kamu, enggak sibuk lagi kan?".

"Maaf ya, jadi kamu yang nungguin aku. Lagian capek, ah. Mending liatin kamu. Adem".

Wajah Aneisha semakin memerah.

"Apaan,sih. Thanks udah nyempetin buat ketemu, disaat kamu lagi sibuk".

Haris menggeleng " itu udah kewajiban aku nemenin kamu, aku mau ajak kamu".

"Ajak aku?kemana" Aneisha bingung.

"Temenin aku, aku bakal liatin resto&cafe kita selama dua bulan ini. Kamu ikut, ya?"

"Lho, malam ini juga?".

"Iya, kenapa?"

"Aku bukannya gak mau,yiss. Ini udah malem banget, aku harus pulang buat belajar. Bahkan aku tadinya cuma baut ketemu kamu disini".

Haris merasa bersalah, ia sedikit menghiraukan Aneisha, padahal mereka sudah berjanji untuk bertemu di cafe, dan Haris meng-iyakan disaat dia sibuk dengan teman-temannya perihal resto&cafe Meraka.

"Maafin aku, mungkin kalau aku kesini dengan waktu yang tepat, pasti kita bakal ngabisin waktu bareng-bareng".

Aneisha memasang wajah tak enak, kalau saja ia tidak egois menyuruh Haris untuk datang menemuinya disaat Haris berkumpul dengan teman-teman nya.

"Ya udah, setidaknya aku bisa liat kamu sekarang."

Aneisha mengusap wajah Haris dengan lembut. Wajah yang tadinya ditekuk seketika tersenyum lebar karena perlakuan Aneisha terhadap Haris.

"Tapi kamu janji ya, sama aku?".

" Janji, apa?".

"Nanti harus ikut sama aku".

Aneisha tersenyum. Memberikan anggukan sebagai jawaban bahwa Aneisha setuju.

"Tapi, dengan satu syarat"

"Yah, Echa. Apalagi sih bee?"

"Ayiiss..harus tetap belajar, karena beberapa hari  lagi kita ujian, aku gak mau kamu sibuk dengan impianmu, sampai lupa, kamu butuh belajar buat mengejar impian mu juga".

Haris melebarkan senyuman di wajahnya dan langsung memberi hormat kepada Aneisha.

" Siap Bu guru, cantik".

Aneisha melihat mobil Tasya terparkir di dalam garasi rumahnya. Rupanya Tasya sudah pulang, Aneisha sendiri tidak sempat memberitahu Tasya jika ia keluar bersama Haris.

"Assalamu'alaikum" salam Aneisha setelah membuka pintu cokelat dan tutupnya kembali.

Aneisha mendapati Tasya  sedang berdiri didepannya dengan mata yang menatap tajam kearahnya.

"Dari mana aja, kamu?".

Aneisha menatap Tasya datar " Echa, habis ketemu Haris".

Mendengar jawaban Aneisha, Tasya memejamkan mata sambil menghela nafas berat.

"T-api, bun. Kita belajar bareng diluar. Lagian dirumah Echa kesepian,Echa butuh temen. Dan yang Echa punya cuma Haris, dia yang nemenin Echa, dengar cerita Echa".

"Kamu tuh udah besar, Echa. Seharusnya ngerti, bunda sama ayah itu kerja untuk masa depan kamu".

"Kalian berdua enggak pernah mikirin perasaan Echa, yang kangen ngabisin waktu sama-sama kaya dulu. Bahkan bunda enggak pernah mikirin perasaan ayah, sakitnya, capeknya. Ayah jadi sering kerja keluar kota, karena bunda lupa sama kita, lupa sa Echa".

Karena kesabaran Aneisha sudah habis, Aneisha berjalan menaiki tangga untuk ke kamarnya yang ada dilantai atas meninggalkan Tasya begitu saja.

"Berhenti.. Aneisha!! Bunda masih belum selesai bicara"

"Brraakkk.." Aneisha membanting pintu kamarnya dengan sangat keras.

Aneisha sudah tidak sanggup jika terus-terusan cekcok dengan Tasya. Aneisha takut perkataanya akan semakin membuat hati Tasya terluka.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 26, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Never Be The SameTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang