Bab 14

1K 16 4
                                        

"Mas hiks" tangis Zia

"Hey tenang dulu zi. Ada apa?" tanya alvaro panik melihat Zia yang menangis setelah menerima telpon dari nomor yang tidak di kenal

"M-

***

"Mo-mommy Daddy ke-kecelakaan hiks"

"Innalilahi wa innaillahi raji'un! Yaudah ayo sekarang kita ke rumah sakit" seru alvaro dan diangguki Zia

*skip

Begitu sampai di rumah sakit Zia langsung menghampiri resepsionis dan langsung ke ruangan IGD setelah di beritahu oleh resepsionis

Tiba di depan ruang IGD bertepatan dengan keluar nya dokter dari ruangan

"Dokter! Bagaimana keadaan orang tua saya? Baik-baik aja kan dok?" tanya Zia dengan tidak sabar pada dokter nya

"Zia, tenang dulu yaa. Biar dokter menjelaskan dulu" ucap alvaro dengan lembut

"Pasien bernama Vira Liana  mengalami kritis karena ada benturan di kepala cukup keras-

"Lalu bagaimana dengan daddy saya dok?!" tanya Zia

"Sedangkan pasien bernama Vino Bastian tidak bisa kami selamatkan! Mohon maaf, kalau gitu saya permisi"

"A-apa! Daddyyy!" tangis Zia pecah begitu mendengar kabar duka itu

Alvaro bingung harus bagaimana dia ingin memegang Zia tapi alvaro tau itu tidak bisa

"Zia, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Tenang lah ini sudah kehendak tuhan, dibalik semua ini pasti ada hikmah nya. Kamu boleh sedih tapi jangan berlarut yaa, kasihan daddy kamu akan sedih melihatmu seperti ini" ujar alvaro sambil berjongkok di depan Zia

"Mas, Zia mau lihat daddy"Ucap Zia sambil berdiri dan masuk ke dalam ruangan daddy dan mommy nya dengan air mata yang terus berjatuhan

"D-daddy hiks-

Tangis zia pecah begitu melihat tubuh daddy nya ditutup kain putih

Menghampiri tubuh kaku daddy nya dan langsung memeluk. Tubuh daddy begitu dingin itu artinya superhero nya bener-bener pergi untuk selamanya

"Daddy bangun yukk, kita kan mau liburan masa daddy gak ikut sihh. Gak asik banget!
Ayoo daddy bangunnn!"
Isak Zia begitu pilu...

Alvaro yang melihat tangis Zia yang begitu pilu pun tidak tega melihat wajah yang biasanya ceria sekarang begitu rapuh

"Zia, udah yaa. Ikhlaskan daddy kamu, dia pasti sedih kalau melihat kamu Seperti ini"

"Gak bisaa mass! Superhero aku pergi selamanya, tanpa pamit atau ngucapin perpisahan. Daddy jahatt!"

"Jangan berbicara seperti itu, ini sudah takdir tuhan. Kamu-

"Zi-Zia~"

"Mommy! Mommy-mommy harus kuat yaa, jangan tinggalin Zia ya mom" balas Zia dengan menghampiri mommy nya begitu mendengar suaranya

Vira yang mendengar ucapan Zia hanya tersenyum tipis

"Mommy sayang banget sama Zia-

"Zia lebih sayangg sama mommy. Jadi Zia mohon mommy harus kuat yaa, zia gak mau kehilangan lagi! Daddy udah pergi, Zia gak mau kalau mommy juga pergi. Nanti Zia sendirian mom." Hanya dibalas senyuman oleh Vira

"Ada satu hal yang perlu kamu ketahui. Sebelumnya mommy minta maaf karena baru memberitahu kamu sekarang, mommy sama daddy takut kalau kamu tau, kamu akan pergi meninggalkan kami."

Mendengar ucapan sang mommy, Entah mengapa perasaan Zia tidak enak

"Sebenarnya -

TBC

JANGAN LUPA

VOTE 🌟

KOMEN 'Lanjut'

FOLLOW

Thankyouu bestiee🙌🏻❤

Cinta Beda AgamaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang