Bab 46[Comeback]
Happy reading:)
_____________________________________
_______________________
Saat ini Rania dan Gio sudah sampai di mansion. Sesuai janji Gio, kini Rania memiliki kamar sendiri. Tempatnya ada di sebelah kamar Gio, jadi walaupun tidak sekamar setidaknya masih bisa berdekatan.
Jam sudah menunjukkan pukul 20:00 WIB. Setelah makan malam tadi Rania langsung pergi dari ruang makan ke kamarnya tanpa mengucapkan apapun kepada Gio. Rania benar-benar berubah, tidak seperti Rania yang diam saja mengikuti kemauan Gio.
Sudah lama sekali Rania berada di kamarnya, karena ia tengah bebersih. Mulai dari menata pakaiannya, dan kegiatan lainnya. Setelah selesai ia duduk di tepi kasur.
"Aduh aku kangen Rere, tapi gak punya nomornya," keluh Rania pada angin lalu.
"Apa aku minta kak Gio aja ya? But males banget liat mukanya."
Rania meletakkan jari telunjuknya di dagu, khas orang yang sedang berpikir.
"Biarin lah, demi ketemu Rere."
Rania berjalan keluar kamar menuju ruangan yang disebelahnya, yakni kamar Gio. Ia berniat meminta lelaki itu menelepon masing-masing cowok temannya.
Tok
Tok
Tok
"Kak," panggil Rania.
Terdengar suara grasak-grusuk dari dalam, sepertinya Gio berlari dengan cepat terbukti sekarang pintu itu sudah terbuka.
"Kenapa Ra?" tanyanya sambil tersenyum.
Rania memasang wajah tanpa ekspresi, "gak usah kegeeran deh, aku kesini karna ada mau."
Senyum Gio luntur. Tapi ia tersenyum lagi, dirinya harus terbiasa dengan sikap dingin Rania kepadanya. Ia akan berusaha membuat Rania jatuh cinta lagi kepadanya dan tak akan membuatnya kecewa lagi.
"Gak papa aku tetep seneng. Kamu mau ngapain?"
"Aku mau ketemu Rere, minta kontaknya sama punya Resya juga."
"Aku enggak punya, punya yang cowoknya doang."
"Yaudah suruh mereka kesini."
"Oke bentar ya."
"Aku tunggu di ruang tamu."
***
Rania menunggu dua temannya di sofa ruang tamu. Ia tidak sabar bertemu mereka. Di sebelahnya ada Gio yang hanya duduk diam memperhatikannya.
"Ra,"
"Paan?"
"Aku kangen."
"Aku enggak."
"Aku pengen peluk kamu."
"Aku enggak mau."
"Yaudah," Gio berucap lemah.
Tepat setelah Gio menyelesaikan ucapannya seorang maid datang.
"Tuan, mereka sudah datang."
"Suruh masuk," suara Gio menjadi beda. Ia berbicara dingin dan datar.
Maid itu membungkuk hormat lalu berlalu pergi menuju pintu utama. Setelah itu dua gadis yang memiliki haircut yang berbeda berlari ke dalam mansion ini. Satu gadis berambut panjang dan gadis lainnya berambut pendek.
KAMU SEDANG MEMBACA
Possessive Gio [End]
Romance[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] 18+ [BAGI YANG BELUM CUKUP UMUR MENDING CARI CERITA LAIN DAH JANGAN BACA CERITA INI! Aku udah kasih warning loh ya] Gio Pratama, nama panjangnya dan akrab disapa Gio. Cowok dengan julukan pria tak tersentuh yang begitu...
![Possessive Gio [End]](https://img.wattpad.com/cover/280437205-64-k709158.jpg)