Bab 52[Mad Family]
Disclaimer: kalian baca bab 34 lagi part terakhir biar ga bngung.
Happy reading:)
_____________________________________
_______________________
Tidak terasa hari begitu cepat berlalu, kini hari Minggu telah tiba, hari dimana semua orang bisa bersantai. Semua orang berkumpul dengan keluarga masing-masing, ada juga yang pergi berlibur.
Di kamar bernuansa dark itu, seorang gadis baru saja bangun dari tidur lelapnya. Rania mengucek matanya, ia melihat ke bawah, Gio masih tidur dengan mulut yang masih menghisap kecil putingnya.
Kalau dibilang pegal atau muak, jawabannya iya. Rania sangat muak dengan kegiatan Gio setiap hari yang menyusu kepadanya. Apalagi putingnya selalu sakit ketika baru bangun tidur, karena pria dewasa itu menghisap putingnya dengan kencang meski sudah dilarang Rania.
Perlahan-lahan, Rania mulai melepaskan diri dari Gio dan berhasil tanpa membangunkannya. Rania mengikat rambutnya menjadi ponytail.
Saat berada di ruang tamu, Rania heran melihat para pembantu dan pengawal berkumpul mengelilingi sofa.
"Kalian ngapain?" tanya Rania penasaran.
Mereka pun menyingkir, lalu Rania bisa lihat seorang wanita yang sangat cantik namun pakaiannya sangat minim. Dari wajahnya mungkin sudah berumur kepala tiga, tapi tidak terlihat tua.
Itu sebuah gaun tanpa lengan, dan mempunyai belahan yang rendah dibagian dada menampilkan payudara besar yang siap keluar jika saja tidak ditahan oleh kain tipis, dan tak lupa gaun panjang semata kaki dengan belahan di paha kiri yang tinggi sekali, hampir memperlihatkan dalamannya.
"Hello, long time no see."
Sapa wanita itu dengan nada ramah, ditambah dengan riasan wajahnya yang tebal namun cantik membuat senyuman ramah yang terpatri itu terlihat alami.
Rania mengernyit heran mendengar perkataannya, memangnya mereka sudah pernah bertemu?
"Kamu siapa?"
"Haha, gak kenal ya?"
Wanita itu berjalan mendekat, suara heels tinggi yang dikenakannya terdengar seiring ia berjalan. Saat sudah dekat tangan lentik itu membelai lembut pipi Rania.
Namun, belaian lembut itu berubah jadi cengkraman kuat sehingga membuat Rania meringis dan mencoba menarik tangan yang terlihat lebih besar darinya itu.
"Akh, lepash!"
"Lo tinggal bareng Gio, ya?" desisnya tajam.
Wanita yang masih belum tau maksud dari tujuannya ke sini itu menatap tajam Rania seolah ia adalah barang hina. Rania bingung, ia tidak kenal siapa dia. Namun, baru bertemu saja sudah bersikap kasar padanya.
"Oh, GIO!"
Wanita itu melepaskan cengkeramannya dengan kasar membuat Rania terhuyung ingin jatuh namun ia tahan. Wanita itu berlari menuju seseorang yang berdiri dengan masih memakai piyama berwarna hitam itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Possessive Gio [End]
Romance[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] 18+ [BAGI YANG BELUM CUKUP UMUR MENDING CARI CERITA LAIN DAH JANGAN BACA CERITA INI! Aku udah kasih warning loh ya] Gio Pratama, nama panjangnya dan akrab disapa Gio. Cowok dengan julukan pria tak tersentuh yang begitu...
![Possessive Gio [End]](https://img.wattpad.com/cover/280437205-64-k709158.jpg)