[48]

18.7K 358 13
                                        

Bab 48[Savage]

Happy reading;)

_____________________________________

_______________________

Hari ini adalah hari Senin yang dimana seluruh sekolah di negara Indonesia ini melakukan upacara bendera merah putih. Jadi, pagi-pagi sekali Rania sudah bersiap-siap untuk pergi ke sekolah lagi. Sekarang ia akan pergi ke dapur untuk sarapan pagi.

Baru saja keluar kamar, Gio sudah menunggunya di depan pintu kamarnya. Ia tersenyum melihat gadisnya yang selalu terlihat cantik.

"Pagi, Ra."

Rania tak membalas, ia menatap datar kepada Gio membuat laki-laki itu melunturkan senyumannya. Rania melangkah pergi meninggalkan Gio yang masih terbingung, apa lagi yang diperbuatnya sehingga membuat Rania pagi-pagi sudah kesal kepadanya.

Di dapur pun Rania masih mendiamkan Gio. Ia memakan sarapannya tanpa memedulikan Gio yang selalu meliriknya. Gio tidak tahan akhirnya ia bertanya.

"Kamu kenapa, Ra?"

"Gak papa."

"Bohong, kok diem aja."

Rania tidak membalas lagi, ia meminum susunya hingga tandas lalu pergi mendahului Gio. Alhasil laki-laki itu dengan cepat menghabiskan sarapannya dan menyusul Rania.

Di perjalanan menuju sekolah pun Rania tetap diam. Gio tidak berani bertanya lagi sampai di sekolah Rania dengan cepat berjalan meninggalkan Gio yang masih di mobil.

Dengan menghela napas berat, Gio berjalan dibelakang Rania yang sedikit jauh. Wajahnya datar seperti biasa, ia ingin menyusul Rania tapi ia tidak ingin menjadi pusat perhatian. Tidak melakukannya pun Rania sudah menjadi perhatian banyak murid karena baru melihat Rania lagi di sekolah.

***

"Ra, kangen banget."

Saat berada di pintu kelas, Rere yang sudah datang duluan langsung memeluk Rania di depan kelas.

"Apasih Re, kemaren kan ketemu."

"Yee, biar drama dikit lah."

"Resya mana?"

"Belum dateng, biasalah sengaja telat. Kalo punya cowok kaya emang enak ya."

"Hey jangan bilang gitu, kita kan tau si Resya gimana sama kak Daniel."

"Iya ya, goblin."

"Yaudah ayo masuk."

Sampai jam pelajaran pertama pun Resya masih belum datang. Tepat saat bel tanda ganti pelajaran terdengar, Resya datang dengan diantarkan Daniel. Laki-laki itu bertanggung jawab atas keterlambatan Resya kepada guru yang mengajar.

Tidak ada yang berbeda dan tidak ada yang berani membicarakan atau menggosip tentang Rania. Semua teman dikelasnya tahu kalau gadis ini milik anak pemilik sekolah ini. Jadi mereka tidak berani macam-macam kepada gadis itu.

Bahkan guru yang mengajar sekarang pun mengajar seperti biasanya tanpa menegur Rania. Seolah-olah bahwa gadis itu memang selalu ada di kelas ini.

Bel istirahat berbunyi, Rania, Rere dan Resya memutuskan untuk ke kantin. Tetapi ketika di lorong kelas mereka bertemu dengan sekumpulan murid terkenal itu.

"Bubub."

Daniel berbicara dengan nada manja yang menggelikan membuat Draka yang berada di sampingnya menggeplak kepala berotak mesum itu.

Possessive Gio [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang