[51]

16.1K 476 123
                                        

Bab 51[Have Fun]

Happy reading:)

_____________________________________

_______________________

Saat ini suasana di villa yang ditempati Gio dkk sangat sepi, sebab setelah makan siang tadi mereka memutuskan ke kamar masing-masing untuk tidur ataupun bermesraan, seperti pasangan Daniel contohnya.

Di kamar Gio dan Rania, terlihat mereka sedang tidur di kasur berwarna putih itu. Rania menggeliatkan tubuhnya yang pegal karena ditindih oleh Gio yang menyusu kepadanya, apalagi di bagian tangan yang dipakai Gio untuk menjadi bantalan.

"Kak, bangun udah sore."

Gio melenguh panjang, matanya mulai terbuka dan mendongak menatap Rania.

"Jam berapa?" tanyanya dengan suara serak.

"Jam 4."

"Satu jam lagi ya tidurnya."

"Heh jangan. Gak baik tidur sore katanya resiko kematian dini."

"Hah, kata siapa?"

"Ada, pernah baca."

"Ih serem."

"Udah, sana mandi."

"Ayo mandi bareng."

"Heh ada-ada aja, gak mau!"

"Ayolah, Ra. Udah lama kita gak mandi bareng."

"Tapi janji jangan mesum."

"Iya enggak bakal, tapi remes dikit gak papa kali."

"Gak jadi kalo gitu."

"Eh enggak, aku bercanda." ucap Gio panik.

"Yaudah bangun."

Gio menurut, ia duduk di tepi kasur memperhatikan Rania yang sibuk mengambil handuk dan perlengkapan pribadi seperti skincare dari dalam tas.

"Ayo."

Gio dengan wajah sumringah mengikuti Rania masuk ke kamar mandi. Rania tengah menyiapkan bathtub menabur wewangian dan menaruh bebek mainan ke dalamnya.

"Loh kok belum di lepas."

"Oh, sekarang ya."

Rania menggeleng heran. Kemudian Gio melepas satu persatu kancing piyama yang dikenakannya. Rania masih merasa malu jadi ia tidak berani menatap tubuh Gio.

Suara gemericik air terdengar yang berarti Gio sudah masuk ke bathtub. Rania pun mulai melepas piyama dress-nya.

"Jangan liat, kak."

"Kan udah liat semuanya, kenapa malu."

"Banyak omong, tutup gak matanya."

"Iya-iya."

Gio mengalah, ia mengalihkan pandangannya ke bebek mainan yang berjumlah tiga ekor itu. Ia memainkannya seperti anak balita.

Rania masuk ke dalam bathtub dan duduk di pangkuan Gio, ia bisa merasakan bagian bawah Gio menyentuh bokongnya.

"Awas aja kalo tegang."

"Mmm, gimana gak tegang orang kena ini."

"Berisik."

Lagi-lagi Gio diam tak berkutik. Ia memeluk tubuh Rania dari belakang, mereka terdiam menikmati air hangat yang wangi itu disertai bunga-bunga.

"Banyak hal yang udah kita lalui."

Possessive Gio [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang