Bab 49[Violence]
Happy reading:)
_____________________________________
_______________________
Di dalam ruang BK sudah ada satu guru dan keempat gadis yang penampilannya berantakan. Tapi yang paling parah di sini adalah Rania, seragamnya kusut dan rambutnya berantakan, lehernya berdarah karena cakaran Nancy.
"Apa yang kalian lakukan kepada Rania, hah?"
"Kita cuma bales perbuatan Rania Pak, " jawab Lia berpura-pura sedih.
"Rania coba kamu jelaskan."
"Kakak-kakak ini ngehalangin jalan aku sama temen-temen dan mereka ngomongin tentang suatu hal. Kak Nancy yang emosi pengen nampar aku tapi aku tepis, kak Lova dorong aku, aku bales dorong dia, terakhir Kak Lia jambak aku, aku bales nendang."
"Kalian ini benar-benar ya."
"Apa sih Pak, masa percaya gitu aja? Dia bohong itu, mana ada saya dan teman-teman saya kasar," ucap Lova.
"Mau ngelak gimana lagi? Aku ada buktinya loh."
"Mana coba saya lihat."
Rania menunjukkan video di HP Resya. Pak Budi marah besar matanya melotot menatap Nancy dkk.
"Kalian saya skors 2 minggu."
"Pak keluarga saya donatur di sini loh. Bapak berani menghukum saya?" tanya Nancy dengan nada menantang.
"Bapak kamu sudah mencabut dan tidak pernah lagi menjadi donatur di sini."
Nancy melotot terkejut, ia tidak tahu itu. Ayahnya tidak pernah bilang.
"Tidak ada alasan, masa skors kalian berlaku mulai besok. Dan sekarang kalian boleh pergi."
Rania berdiri dan berpamitan kepada Pak Budi lalu pergi keluar. Sedangkan Nancy dkk pergi begitu saja tanpa berpamitan.
"Gue bakalan ancurin hidup lo," Nancy berucap dengan ekspresi penuh dendam sebelum pergi bersama dua temannya.
Rania mengolah napas berat berpura-pura tenang dan melawan itu ternyata butuh energi banyak. Saat berbalik badan, Rania langsung berhadapan dengan Gio yang entah sejak kapan ada di belakangnya.
"Ra, boleh ngobrol?"
Rania menatap Gio yang sepertinya merasa canggung kepadanya. Lalu matanya melirik tangan Gio yang tengah memegang kotak P3K.
"Boleh."
"Ayo ke rooftop."
***
Di rooftop, Gio dan Rania duduk di sofa terbengkalai yang ada di atap gedung sekolah ini. Jarak antara mereka sedikit jauh. Itu karena Gio yang sadar diri dan tidak mau berdekatan.
"Ini obatin luka kamu."
"Makasih."
Rania sedikit kesal, ia kira Gio akan mengobatinya. Sebenarnya ada apa dengan Gio? Mengapa sikapnya seperti menjauh?
"Aku udah kasih pelajaran ke Nancy," ucap Gio memberi tahu. Rania menoleh menatapnya.
"Kamu apain?"
"Kamu liat tweeter deh."
Rania postingan lambe turah yang ada di tweeter. Di sana heboh dengan kabar ayah Nancy korupsi pada perusahaan ayah Gio sebanyak 100 M. Sekarang ia tengah ditangkap polisi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Possessive Gio [End]
Romansa[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] 18+ [BAGI YANG BELUM CUKUP UMUR MENDING CARI CERITA LAIN DAH JANGAN BACA CERITA INI! Aku udah kasih warning loh ya] Gio Pratama, nama panjangnya dan akrab disapa Gio. Cowok dengan julukan pria tak tersentuh yang begitu...
![Possessive Gio [End]](https://img.wattpad.com/cover/280437205-64-k709158.jpg)