Bab 55[Happiness]
Happy reading:)
_____________________________________
_______________________
Pernikahan Gio dan Rania diselenggarakan di gedung hotel milik keluarga Pratama. Lantai paling atas, termasuk rooftop-nya, digunakan untuk perjamuan dan sebagai area bersantai bagi tamu VIP. Di atas pelaminan, Gio duduk berdampingan dengan Rania, sangat dekat sehingga bahu mereka saling bersentuhan.
Gio tampak sangat tampan mengenakan setelan tuxedo hitam yang elegan, sedangkan Rania memancarkan kecantikan yang luar biasa dalam balutan gaun pengantin putih yang anggun. Gaun tersebut memiliki detail yang indah, dengan bagian bawah yang menjuntai panjang dan elegan, serta veil putih yang menjuntai hingga mata kaki, menambah pesona dan keindahan penampilannya. Ia benar-benar menjadi pusat perhatian di hari bahagianya.
Acara pernikahan Gio, putra tunggal Pratama, merupakan pesta yang sangat mewah dan megah. Ruangan dipenuhi oleh para tamu undangan, sebagian besar merupakan rekan kerja ayah Gio yang datang bersama pasangan mereka. Rania, merasa takjub melihat betapa anggun dan elegannya para tamu undangan wanita.
Mereka mengenakan busana-busana yang indah dan berkelas, sementara para pria, pasangan mereka, tampak gagah dan berwibawa. Meskipun begitu, Rania memperhatikan bahwa mayoritas tamu undangan telah memasuki usia paruh baya. Suasana pesta tetap meriah dan penuh kegembiraan, namun pemandangan tersebut memberikan kesan tersendiri bagi Rania. Tak hanya rekan kerja Gino, beberapa teman sekolahnya juga diundang. Gio memang populer, jadi banyak alumni SMA Nusa Bangsa yang hadir.
Rania melihat Jenny tampak bahagia dengan senyuman di bibirnya yang tak pernah pudar. Ibu dari Gio itu sedang berinteraksi dengan para tamu undangan bersama ayah Gio.
"Mamah kamu keliatan seneng, ya?" tanya Rania kepada Gio, yang sedari tadi memasang wajah datar khasnya di depan umum. Rania tahu, di balik ekspresi datar itu, tersimpan pribadi yang berbeda—pribadi yang ia kenal baik, yang akan menunjukkan wajahnya yang ceria dan manja hanya saat mereka berdua di kamar. Perbedaannya sungguh 180 derajat.
"Iya, karena aku nikah sama kamu," balas Gio sambil menaruh dagunya di pundak Rania.
"Ayah kamu seneng gak, ya? Keliatannya kayak gak suka gitu."
"Dia emang gitu, gak suka nunjukin ekspresi di depan umum."
"Lah, sama kayak kamu," Rania terkekeh.
"Aku 'kan anaknya."
"Iya, satu pabrik."
Draka, Rere, Jeffrey, dan Elisia, teman-teman Gio dan Rania, sudah tiba sejak subuh, jauh sebelum acara dimulai. Mereka ingin menjadi saksi pertama pernikahan sahabat mereka. Sekarang, mereka menikmati hidangan pesta di salah satu meja. Mereka berjalan beriringan menuju pelaminan, untuk mengucapkan selamat kepada pasangan yang baru saja resmi menikah.
"Rania! Akhirnya sahabat gue nikah! Huaa!" seru Rere dengan berpura-pura menangis di akhir kalimat.
Rania menerima pelukan hangat Rere, senyumnya merekah. Ia tak menyangka menikah muda, dan hidup bersama orang yang dikenalnya sejak kecil.
"Iya, nih. Kamu cepet nyusul, Re!"
"Huh, kita mah masih minta restu, si Draka doang sih."
"Iya, gue lagi berusaha," ucap Draka yang berada di sebelah Rere.
Mereka berdua menyingkir untuk memberikan akses kepada pasangan lain yang ada dibelakangnya. Jeffrey memberi selamat pada Gio ala pria, kemudian saat berada di depan Rania, Jeffrey menatapnya dengan ekspresi yang sulit diartikan. Setelahnya, semua tamu undangan terkejut melihat Jeffrey mengusap lembut ubun-ubun Rania dengan tersenyum tipis terukir di bibirnya. Gio mendorong tubuh Jeffrey dengan kasar, lalu memeluk Rania dengan posesif.
KAMU SEDANG MEMBACA
Possessive Gio [End]
Romance[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] 18+ [BAGI YANG BELUM CUKUP UMUR MENDING CARI CERITA LAIN DAH JANGAN BACA CERITA INI! Aku udah kasih warning loh ya] Gio Pratama, nama panjangnya dan akrab disapa Gio. Cowok dengan julukan pria tak tersentuh yang begitu...
![Possessive Gio [End]](https://img.wattpad.com/cover/280437205-64-k709158.jpg)