[46]

24.8K 451 67
                                        

Bab 46[Meet him]

Happy reading:)

_____________________________________

_______________________

"Kak Gio..."

Ucapan lirih dari mulut Rania dibalas dengan kekehan oleh Gio. Lelaki itu tersenyum senang karena bisa menemukan gadisnya dan kembali ke pelukannya. Berbanding terbalik dengan keadaan gadis yang dipeluknya itu. Rania masih terdiam kaku.

"Kangen," lirih Gio di telinga Rania yang membuat gadis itu tersadar.

Jujur, Rania juga tak kalah rindu kepada manusia satu itu. Tapi perlakuannya sudah sangat jahat kepadanya. Di memori Rania masih teringat jelas setiap kalimat yang membuatnya sakit hati dan kemesraan Gio dengan tunangannya itu. Masih teringat jelas wajah kemenangan Nancy yang di berikan kepadanya.

"Lepas," ucap Rania dingin.

Gio sempat terkejut dengan nada suara Rania yang baru pertama kali ia dengar. Namun ia mengerti kenapa Rania bersikap seperti itu. Hal yang telah dilakukannya sangatlah buruk, ia mengakuinya.

"Maaf," bisik Gio.

Air mata Rania memberontak ingin keluar namun gadis itu tahan-tahan karena ia tidak mau menangis di depan orang yang sudah menyakitinya itu. Untuk pelukan... Jujur Rania rasanya ingin sekali berbalik dan memeluk tubuh tinggi itu. Namun ia tidak bisa, bahkan hanya untuk melihat wajah Gio saya, Rania rasa ia tidak bisa.

Di belakang kedua insan itu, Elisia begitu terkejut melihat Rania yang dipeluk oleh laki-laki asing. Ia berencana akan memukul orang asing itu dengan penyiram tanaman yang dipegangnya. Tapi Elisia mengurungkan niat itu, karena ia takut orang asing itu malah berbuat jahat kepadanya.

Alhasil, Elisia berbalik dan berlari memasuki mansion untuk memanggil Jeffrey. Ia benar-benar berlari cepat, kakinya dengan lincah menaiki anak tangga menuju ruangan pribadi Elisia.

Setelah sampai di pintu berwarna cokelat itu, Elisia berpikir sejenak. Jeffrey berpesan padanya bahwa ia tidak boleh memasuki ruangan pribadinya. Namun karena situasi yang mendesak ia nekat membuka pintu itu.

"Kak Jeffrey!"

Dengan panik Elisia menatap sekeliling berusaha mencari Jeffrey. Di ruangan ini sangat sempit, di depan sana ada meja dengan komputer dan alat kantor lainnya dan di pinggirnya ada rak buku selain itu tidak ada apapun lagi.

"Kau melanggar peraturan."

Elisia berjengit kaget saat tiba-tiba mendengar suara dari arah belakangnya. Itu suara Jeffrey. Dengan mengumpulkan keberanian Elisia berbalik badan.

"Bantuin Rania, kak!"

"Kenapa?"

"Ada orang asing tiba-tiba masuk ke sini, dia peluk Rania."

"Itu Gio."

"Apa?! Jadi itu yang namanya Gio," ucapnya dengan suara kecil di akhir.

"Kok kamu bisa tau?"

"Mudah saja."

Setelah berucap seperti itu Jeffrey mendekati Elisia lalu menarik pinggang ramping itu dan membawanya keluar ruangan.

Mungkin Elisia bertanya-tanya kenapa Jeffrey bisa tau kalau itu Gio. Cukup mencurigakan, tapi yang sebenarnya terjadi adalah Jeffrey sudah bertemu Gio terlebih dahulu.

Possessive Gio [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang