[45]

23.5K 705 237
                                        

Bab 45[Chaotic]

Happy reading:)

_____________________________________

_______________________

Suara alarm yang selalu Gio dengar di pagi harinya itu terdengar membangun dirinya. Ia menggeliat dan mencari-cari tombol on/off di jam weker-nya.

Ketika ia mengubah posisi menjadi miring, ia merasakan ada seseorang di samping tempat tidurnya. Matanya seketika terbuka dan langsung disuguhkan wajah damai Nancy yang tertidur, tanpa busana hanya ditutupi selimut hingga sebatas dadanya.

"Nancy!"

Nancy menggeliat, ia mengucek matanya dan bangun dengan santai tanpa beban. Seperti seseorang yang sudah tahu bahwa hal ini akan terjadi.

"Apa sih Gio pagi-pagi udah teriak." ujarnya santai.

"Kita ngapain?!"

"Lo gak inget semalem, lo setubuhi gue."

"GAK! Gak mungkin!"

"Ck aku yang inget, kamu mana inget orang lagi mabuk."

"Noh liat, ada darah aku. Ini first time aku Gio."

Gio masih memasang wajah terkejut. Pikirannya sangat kalut, ia berpikir keras bagaimana ini bisa terjadi. Ia sudah berjanji kepada dirinya sendiri kalau keperjakaannya harus di beri kepada gadisnya, Rania.

Ia bahkan selalu menahan diri di depan gadis itu agar ia bisa menemukan waktu yang tepat untuk membuat Rania menjadi miliknya seutuhnya. Beberapa tahun itu ia habiskan untuk menunggu Rania dewasa agar cukup umur. Namun sekarang ia malah bercinta dengan seorang yang tidak pernah ia duga sebelumnya.

Gio tidak bisa membayangkan wajah kecewa gadis yang sangat dicintainya itu. Ia brengsek, sungguh ini adalah hal paling fatal di dalam hidupnya.

"ARGHH!"

Gio berteriak kencang meluapkan frustasinya. Ia menjambak rambutnya kencang, tangannya memukul dadanya dengan brutal. Ketahuilah, Gio itu adalah sosok yang rapuh sejak kecil.

Kedatangan Rania di hidupnya membuat ia tenang, hanya sosok perempuan itulah yang selalu menghiburnya saat ia masih kecil. Gadis polos yang tidak tahu apa-apa tentang dunia, dihadapkan oleh sosok berhati gelap yang sudah hancur sejak dini. Dan itu disebabkan oleh ayah kandungnya sendiri yang tidak punya hati selalu menghukum dan menyakiti sosok anak laki-laki itu.

Beberapa tahun Gio habiskan hanya untuk menunggu Rania, gadis panti asuhan yang sudah ia incar sedari kecil. Ketika saatnya tiba namun semua tidak sesuai rencananya yang sudah ia siapkan dengan matang-matang.

Setiap malam ia tidak bisa tidur tenang karena selalu dihantui ketakutan yang dibuat oleh ayahnya sendiri, namun ketika Rania datang dan berada di sisinya, ia mulai tidak pernah mimpi buruk lagi. Sebegitu besar pengaruh Rania di hidup Gio, tetapi semuanya menjadi runyam ketika anak dari rival perusahaan ayahnya datang menghancurkan hidup mereka berdua.

Tanpa sadar bulir air mata turun dari mata yang terlihat sangat resah itu. Ia menangis terisak-isak di depan Nancy yang terdiam melihat Gio seperti itu.

Possessive Gio [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang