Episode 3

3.7K 222 4
                                        

Hari ini sekolah telah usai, jeano, haikal, kiky dan aji sedang menunggu di halte bus . Mereka sibuk dengan kegiatan nya masing-masing ada yang bermain dengan ponsel nya, aji dan kiky sedang mengobrol sedang kan haikal sedang mengelus kepalanya yang habis dipukulin sama jeano .

Jeano yang ngeliat haikal lagi ngelus kepala nya, dia langsung menyimpan handphonenya disaku lalu ia duduk disamping haikal.

"Maaf, gw terlalu emosi" ucap jeano sambil mengelus kepala haikal.

"Ga papa, gw juga yang salah"

Jeano still ngelus kepala haikal lalu ga sengaja rambut haikal ketarik sama tangan nya.

"Rambut lu rontok, pufftt"

"Ya gara gara lu tai !, pitak dah kepala gw" dengus haikal.

jeano langsung tertawa, ga kebayang kalau haikal beneran pitak nanti. aji dan kiky pun ikut tertawa karna mendengar obrolan jeano dan haikal .

Bus pun sampai mereka ber empat langsung naik , kiky dan aji duduk berdampingan, begitu juga haikal dan jeano.

Jeano yang masih merasa bersalah ia still mengelus kepala haikal.

"Udah sono ah, rontok lagi ntar rambut gw" haikal menahan tangan jeano lalu menjauhkan dirinya dari jeano.

"Ya maaf kal, kan gw engga sengaja"

"Iya , udah diem !" tegas haikal

Jeano langsung diem, sementara itu didepan mereka, aji sama Kiky lagi asik ngobrol.

"Abang - abang" panggil aji, ia membalikkan badannya menghadap jeano.

"Eum?" jeano menaikkan satu alis nya.

"Ternyata bang Kiky satu perumahan sama Aji"

"Lu tinggal diperumahan nirwana indah ky?" tanya jeano buat mastiin bener apa engga apa kata Aji, btw Nirwana Indah itu nama perumahan nya aji.

"Iya" jawab kiky

"Ohh bagus deket, nanti kita maen bareng kalo libur"

Kiky ngangguk seneng, lalu aji duduk kembali menghadap ke depan.

"Nanti aji samper main, abang harus ikut ya?"

"Iya ji" kiky rasanya gemes banget sama aji, tangannya langsung ter ulur buat ngelus kepala aji.

akhirnya sekarang mereka sudah sampi dihalte pemberhentian mereka semua, mereka semua turun lalu berpencar ke tujuan nya masing masing kecuali aji sama kiky.

"Abang hati-hati pulang nya"

"Iya kamu juga, ky nitip tuyul" jeano mengelus kepala aji lalu tersenyum.

"Iya no" kata kiky

"Dadah abang !" ucap aji sambil melambaikan tangannya .

"Dadah" jeano pun ikut melambaikan tangannya, lalu ia menatap haikal yang lagi mengutak-atik handphone nya.

"Lu kaga balik?" sambung jeano

"Warnet dulu lah, mao ikut?" ajak haikal

"Engga ah, gw laper mao langsung balik aja"

"Ya udah hus sono balik" usir haikal sambil mendorong jeano.

"Ye"

Jeano berjalan ke arah rumah nya ia sesekali ia membenarkan tali sepatu nya yang copot, lalu melanjutkan perjalanan nya sampe ke rumah, ia hampir sampai didepan rumahnya namun tiba-tiba matanya teralihkan ke rumah yang ada disamping nya, terlihat seperti ada orang yang baru pindah.

My Jealous Tiger || ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang