Jeano menghirup udara dari balik jendela kamar miliknya, pagi ini memang cerah tapi suasana hatinya tak begitu baik karna dia masih kepikiran damian yang pindah entah kemana.
semoga aja damian engga pindah terlalu jauh dan semoga dia bisa cepat cepat membalas chatnya, melihat jeano duduk termenung dekat jendela, haikal mendekati nya lalu ia duduk diatas meja belajar milik jeano.
"lu sakit karna dia, ngapain si lu mikirin dia?. kaya dia peduli aja sama lu"
"bukannya dia engga peduli, pasti dia punya alasannya kal"
please lah, kenapa sahabatnya ini terlalu positif thinking si?. padahal kan udah jelas si monyet itu udah bosen sama dia anjing, udah berapa kali dia ngilang terus ngebuat masalah .
ini tuh udah bertanda damian udah bosen sama jeano dan haikal udah siap ko buat gantiin posisinya.
"alasan apalagi?, udah berapa kali dia ngilang tanpa alasan no. udah jelas bukan? kalo dia itu udah bosen sama lu"
"orang bermasalah kaya dia, engga pantes pacaran sama lu no" timpal erik
seketika raut wajah jeano langsung kesal, mereka berdua ngomong apa coba?!. damian bosen sama dia dan orang yang bermasalah?, pacar nya bukan orang yang begitu !.
damian itu sayang sama jeano, dia membuat masalah karna ada alasannya dan damian engga mungkin bosen sama dirinya, karna dia pernah bilang kalau dia sayang dan cinta sama jeano bahkan dia ingin menikah dengan nya.
"jaga omongan lu berdua ya bangsat, damian engga mungkin bosen sama gw dan dia bukan orang yang bermasalah !!"
erik dan haikal langsung menahan tawanya, bisa bisanya jeano masih ngebelain damian.
padahal udah jelas damian itu orang yang bermasalah, bener bener orang yang engga pantas punya hubungan sama jeano.
"lu bela aja terus, ntar juga ujungnya lu yang ngerasain sendiri" kata haikal
iyalah ujung nya dia yang bakal ngerasain sendiri, orang ini hubungan dia sama damian.
"berisik !!, lu berdua keluar sono !!. bikin gw tambah puyeng aja !" seru jeano
haikal dan erik saling menatap lalu mereka berdua pun langsung menuruti perkataan jeano, yaa kalian tau lah kalo engga diturutin nanti bakal panjang urusannya.
sebelum menutup pintu kamar jeano, haikal kembali menatap jeano.
"inget, cinta itu kaya permen karet. manis diawal berakhir engga ada rasa" ucap nya lalu dia menutup pintunya.
terserah mereka mau ngomong apa, jeano tetep engga peduli. damian pasti punya alasan kenapa dia engga bilang ke jeano kalau dia itu pindah secara mendadak.
Damian turun didepan gerbang perumahan jeano, jantungnya berdetak kencang. ada apa dengan dirinya? tak biasanya dia deg degan seperti ini..
ia still berjalan dan akhirnya sampai didepan pekarangan rumah pacarnya, damian mengatur nafasnya lalu tatapannya langsung tertuju ke jendela kamar jeano.
dia melihat jeano yang sedang duduk didekat jendela, kenapa dia duduk disana coba? bukannya dia sedang sakit?, seharusnya jeano berbaring dikasur nya.
raut wajah pacar nya terlihat sangat lemas, sepertinya jeano terkena demam. damian baru ingin melanjutkan langkah kakinya, lalu tiba-tiba kedua tatapan mereka saling bertemu.
entah kenapa tiba-tiba detak jantung jeano berdetak lebih cepat saat melihat damian yang sedang berdiri di pekarangan rumah miliknya, ini dia engga salah liat kan? orang yang jeano cari dan dia tunggu sekarang ada di depan rumah nya? hiks.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Jealous Tiger || END
General FictionGimana si rasanya punya pacar yang super jealous and posesif ? kalian pasti nya senang atau merasa dikekang? entahlah. Jeano memiliki pacar yang bernama Damian yang super jealous and posesif bisakah Jeano bertahan dengan pacar nya itu ? atau ia just...
