Damian terdiam ketika mendengar ancaman dari jeano, ini dia engga salah dengar? jeano mengancam putus kalau dia engga melepaskan pelukannya?, mau engga mau damian pun langsung melepaskan pelukannya dari tubuh jeano.
jeano langsung bergegas turun ke lantai bawah, dia engga peduli sekarang sudah menunjukkan pukul berapa. hatinya engga tenang kalau belum melihat langsung keadaan sahabatnya itu.
damian memang takut sama ancaman jeano tapi dia tetap membuntuti jeano, dia engga akan ngebiarin jeano pergi sendiri ke rumah sakit, terlebih lagi sekarang sudah menunjukkan jam 4 subuh.
disaat jeano ingin mengambil kunci motornya, tangannya langsung ditahan sama damian.
"biar aku yang bawa"
damian takut kalau jeano membawa motor sendirian karna wajahnya masih terlihat khawatir dan pastinya nanti jeano bakal ngebut saat mengendarai motornya.
jeano hanya terdiam dan menurut sama perkataan damian, lalu ia pun langsung bergegas ke arah pintu utama rumahnya.
setelah mereka berdua keluar, damian memakaikan jaket miliknya ke tubuh jeano tapi dengan cepat jeano menolak jaket milik damian.
"pakai sayang, udaranya dingin"
"aku engga butuh, cepat kamu naik. atau aku bakal pergi sendiri"
damian langsung menuruti perkataan jeano, dia engga mau ngebuat jeano tambah marah sama dia.
beberapa menit perjalanan akhirnya sekarang mereka sudah sampai di RS tempat haikal dirawat.
dari lobby hingga ke dalam, tercium ciri khas bau rumah sakit yang jeano benci. dia menyelusuri jalan sendiri lalu sesampainya didepan lift, tiba-tiba pintu lift terbuka dan seseorang yang ia kenal keluar dari sana.
"papa"
jeffran engga salah liatkan? anaknya ada disini? padahal ini jam 4 subuh astaga. bagaimana bisa dia ada disini?
"jeano? kamu-"
jeffran belum sempat berbicara, dengan cepat jeano langsung memotong perkataan nya.
"haikal dimana pa? dimana ruangannya pa?! nono mau kesana" tanya jeano dengan terburu buru
"kamu tenang dulu sayang, kamu ke sini sendirian?"
damian berlari menyusul jeano, lalu ia melihat jeano sedang berbicara sama papa nya. dirinya harus apa please?
jeffran sudah meminta tolong ke damian buat menemani jeano dirumah sampai pagi, tapi sekarang jeano malah ada di sini..
mau engga mau, damian harus memberanikan diri buat berhadapan sama jeffran. jujur damian rasanya deg degan, dia harus gimana ini..
"paman.." sapa nya
jeffran menatap ke damian, dia mengira anaknya datang sendiri ke sini. astaga
karna pertanyaan belum dijawab sama papa nya, jeano langsung memegang tangan papanya dan kembali menanyakan haikal.
"paaa, haikal dimana?!"
"haikal di lantai tiga ruang inap anggrek"
tanpa basa basi lagi jeano langsung masuk ke dalam lift lalu menekan tombol lift ke lantai 3, dia meninggal jeffran dan damian di lantai 1.
sekarang damian hanya berdua sama jeffran, dia harus bilang apa please ke camer nya ini. dia udah gagal menahan jeano sampe pagi..
"paman, saya minta maaf.. saya bisa menjelaskannya"
"kamu engga perlu menjelaskannya, dia memang anak yang keras kepala"
jeffran engga menyalahkan damian karna permintaannya itu gagal, tapi mau bagaimana lagi. anaknya kalau sudah penasaran pasti bakal terus terusan mencari tau kebenarannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Jealous Tiger || END
General FictionGimana si rasanya punya pacar yang super jealous and posesif ? kalian pasti nya senang atau merasa dikekang? entahlah. Jeano memiliki pacar yang bernama Damian yang super jealous and posesif bisakah Jeano bertahan dengan pacar nya itu ? atau ia just...
