Episode 99

200 18 2
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.

.

.

.

Damian masih tak percaya bisa bertemu dengan jeano di bandara dan bodohnya dia membuat jeano menangis, karna dirinya yang masih menyembunyikan alasan di balik dia akan pergi ke canada sore ini.

jeano udah engga peduli sama damian yang mau menganggap dia apa, rasanya dia benar-benar kecewa sama damian, perkataan yang jeano keluarkan dari mulutnya terasa sia sia.. ia pun langsung meninggal damian begitu saja tapi lagi lagi tangannya kembali ditahan sama damian.

damian tau ini kesalahan dia tapi dia harus segera menyelesaikan masalahnya, dia engga mau ngebuat jeano tambah sedih dan tentunya dia engga mau hubungan nya berakhir sampai di sini.

"no, mungkin aku terlambat buat ngejelasin alasan aku nutupin kebeneran nya dari kamu. tapi aku bingung jeano, aku engga mau ngebuat kamu sedih. aku-"

damian belum selesai mengucapkan perkataannya, tiba-tiba jeano langsung memotong perkataannya itu.

rasanya jeano udah muak sama damian, kenyataannya aja sekarang jeano udah nangis karna damian. dan bisa bisanya dia masih ngomong kaya gitu?, bodohnya lagi kenapa jeano bisa sepercaya itu si sama damian?, dia sering cerita tentang masalahnya, sedangkan damian? engga.

dia tau masalah damian juga karna melihat nya secara langsung.

"engga mau ngebuat aku sedih?, kamu buta apa gimana ka?!. selama ini aku percaya sama kamu dan selalu nyeritain semua masalah aku ke kamu, sedangkan kamu?, sebenernya kamu menganggap aku apa?"

pertanyaannya yang ga perlu damian jawab, seharusnya jeano sudah pasti tau kan jawabannya apa?, damian tau jeano kesal tapi kenapa harus bertanya seperti itu?.

"kamu pacar terbaik buat aku jeano dan satu satunya orang yang selalu ada buat aku, aku benar benar minta maaf sama kamu. selama ini aku engga bisa jujur sama kamu, karna hidup aku ada digenggaman orang lain.. kamu tau sendiri kan alasan aku engga bisa melawan nya? aku takut kamu kena imbasnya jeano, makanya aku lebih memilih menuruti perkataan nya"

jeano mengelap air matanya yang membasahi wajahnya, jeano lebih memilih terkena imbasnya dari pada damian terus terusan menyembunyikan kebeneran nya dari jeano.

dan apa salahnya kalau damian sesekali melawan ayahnya?, se pengecut itu kah dia buat ngelawan ayahnya?. katanya sayang tapi makin kesini jeano semakin merasa di ghosting sama damian.

"se pengecut itu kah kamu buat ngelawan perkataan ayah kamu?, justru aku senang kalau aku terkena imbasnya. karna aku bisa membantu kamu mencari jalan keluarnya nanti. mungkin engga bakal semudah itu mencari jalan keluar tapi setidaknya aku bisa membantu kamu bukan?"

My Jealous Tiger || ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang